Baby Girl

Baby Girl
BAB 80



Arsen pulang kerumah dengan wajah berbinar dan senyum tak pernah luntur dari bibirnya, dia sangat bahagia akan menjadi seorang papa lagi. Karena sebelumnya dia sudah menganggap Reva putrinya.


Reva dan Reynand berlari kencang memasuki rumah dengan tawa yang memenuhi mansion.


"Oma.." teriak mereka secara bersamaan lalu menubruk tubuh Belinda yang sedang duduk di ruang tamu bersama Reagan dan Juga Renata.


"Ya tuhan, kalian menagnggetkan oma saja...kenapa kalian lari begitu kencang hmm, nanti kalau jatuh bagaimana" tegur Belinda membuat kedua perusuh itu nyengir kuda.


"Oma, Leva mau puna adik tiga" adunya sambil menunjuk ke tiga jarinya. Belinda mengerutkan dahinya tak mengerti.


"Apa maksudnya Ar" tanya Belinda dengan kening berkerut kepada Arsen yang baru saja mendudukan bokongnya di sebelah Reagan.


"Alisya hamil triplet bund" jawab Arsen dengan tersenyum bangga.


"Triplet? Kembar tiga maksudmu" tanya Belinda yang mendapat anggukan dari Arsen.


"Kelen kan mama Leva oma, mama Leva kayak molly oma(kucingnya Alisya yang baru lahiran) anakna banak. Hihihihi" Reva cekikikan.


Semua orang yang di situ menjatuhkan rahangnya, mereka tahu kalau molly itu kucing peliharaannya Alisya. Bisa-bisanya mamanya sendiri di samakan sama kucing😂


"Sembarangan, mama mu kau samakan dengan kucing girl" ucap Arsen tak terima, namun bukannya takut Reva malah cekikikan.


Belinda melongo tak percaya, dia tak menyangka kalau Alisya bakal hamil kembar, apa lagi ini tiga sekaligus.


Belinda langsung memeluk menantunya yang ada di sebelahnya, lalu menciumi setiap inci wajah Alisya, dia begitu senang akan memiliki cucu baru.


"Selamat bunda, bunda akan menjadi oma" ucap Alisya yang masih berada di pelukan Belinda.


"Terima kasih sayang, sudah mau mengandung cucu bunda...jaga baik-baik cucu bunda hingga lahiran nanti" balas Belinda melepas pelukannya.


Belinda melihat ke arah putranya.


"Dan untuk kami Arsen, mulai sekarang harus lebih Extra lagi menjaga Alisya, bunda tak mau terjadi sesuatu dengan menantu bunda dan juga calon cucu bunda" peringatnya kepada putra semata wayangnya.


"Iya bund" degus Arsen, bundanya ini sekarang udah seperti ibu kandung rasa ibu tiri.


Renata pun juga ikut memberikan selamat kepada Alisya.


"Selamat Al, doakan aku supaya cepat menyusul" ucap Renata tulus.


"Iya terima kasih kak, yang penting terus berusaha supaya cepat jadi" balas Alisya di sertai dengan candaan.


"Itu mah pasti Al, bahkan Daddy nya Rey tak pernah Absen" seloroh Renata vulgar.


"Tetap saja, kak Reagan tak bisa mengalahkanku, sudah terbukti bukan bibit premiumku sekali jadi langsung tiga" sahut Arsen sombong membuat Reagan mendengus kesal.


Reynand menghampiri Daddy nya lalu memeluknya, dia menduselkan wajahnya di ceruk leher Reagan.


"Kamu kenapa boy" tanya Reagan. Mencoba melihat wajah putranya yang terlihat murung.


"Ley mau adik sepelti Leva dad hiks, hiks" tangis Reynand pecah, dia iri dengan Reva yang sudah mau memiliki adik namun dirinya belum.


"Kamu ini ada-ada aja, nanti Daddy buatkan" sahut Reagan enteng, supaya putranya berhentik mennagis.


Arsen memukul kepala Reagan karena kesal, sepupunya itu kalau bicara suka seenaknya, di kira mau buat adonan cilok kali cepet jadi.


Reva yang tak tega langsung menghampiri Reynand, menepuk nepuk bahu Reynand dengan penuh perhatian.


"Janan nangis Ley, nanti Leva kacih adik Leva satu buat Ley, tan adik Leva ada tiga jadi yang catu buat Ley saja" ucap Reva menenangkan sahabatnya.


Mereka terperangah, tak habis pikir dengan ucapan gadis kecil itu, seenaknya saja akan memberikan adiknya kepada orang.


"Enak saja, anakku mau di jadikan give away" protes Arsen.


"Tapi kan baby, masak anak ku mau di kasihkan ke mereka" Arsen tak mau di salahkan.


"Iyain saja kenapa sih, lagian bayinya saja belum lahir" kesal Alisya, suaminya itu tak tahu situasi.


Alisya menenangkan Reynand yang sedang menangis memeluk daddy nya,.


"Sudah sayang, nanti tante Alisya kasih pinjam buat Rey" ucap Alisya lembut. Membuat tangis Reynand seketika berhenti, dia mengajak Reva bermain di ruang bermain yang ada di rumah Reagan.


"Kapan kalian akan mengumumkan pernikahan kalian" tanya Belinda.


"Sebentar lagi acara ulang tahun perusahaan bund, Arsen akan memperkenalkan diri serta mengenalkan Alisya dan juga Reva ke publik" jawab Arsen.


Dia akan segera mengumumkan pernikahannya, dia harus memperkenalkan Alisya sebagai istrinya, supaya keluarga Dinata tak berani menganggu Alisya lagi.


*


*


*


Dua hari berlalu, sesuai janjinya malam hari Viona datang menemui keluarga Dinata di rumahnya. Dia akan meminta pertanggung jawaban kepada Erik atas kehamilannya.


"Selamat malam semua" sapa Viona angkuh langsung duduk tanpa di persilahkan oleh tuan rumah.


Viona sudah tidak lagi bersikap lemah lembut di hadapan keluarga Dinata, selama ini dia sudah baik dengan keluarga itu, namun dengan kurang ajarnya mereka berniat untuk memutuskan pertunangannya secara sepihak.


"Saya datang kesini untuk meminta jawaban saya kemarin" ucap Viona to the point.


"Apakah tidak ada cara lain selain pernikahan" tanya Siska mencoba bernegosisasi.


"Tidak, apa kamu pikir aku akan menggugurkan kandunganku" sinis Viona.


Dia memang seorang pendosa namun Viona tidak akan mau menggugurkan kandungannya itu sama saja dirinya akan menjadi seorang pembunuh.


"Aku tidak yakin kalau itu anakku, bisa saja kamu melakukannya dengan pria lain tanpa sepengetahuanku" tuduh Erik.


"Terserah kau saja, yang penting kalian semua tahu konsekuensinya jika kamu tidak mau bertanggung jawab atas bayi ini" tekan Viona.


"Saya tak takut sekalipun kamu akan melakukan tes DNA untuk janin yang ada di rahimku" lanjutnya tanpa takut, karena Viona yakin selama ini dia hanya melakukannya dengan Erik saja.


David menghela nafas berat, dia harus tegas dalam mengambil keputusan, dia akan menyelesaikan satu persatu permasalahan yang menimpa keluarganya.


"Baik, lusa kita akan langsungkan pernikahan kalian berdua," ceplos David membuat Erik melotot tak terima.


"Sudah seharusnya kamu bertanggung jawab Rik, jadilah pria gentle yang berani berbuat berani juga bertanggung jawab" tegas David yang sudah lelah dengan tingkah Erik yang terus berulah.


"Dad, Erik yakin kalau yang ada di dalam kandungan Viona itu bukan anak Erik." kekeuh Erik.


"Anakmu atau bukan, yang jelas kamu sudah sering tidur dengannya" tegas David tak mau di bantah.


Viona tersenyum penuh kemenangan.


"Kalau begitu Viona pamit undur diri, acara pernikahan akan Viona rayakan di hotel milik keluarga Hendrawan" ucap Viona.Setelah mengatakan itu Viona pergi meninggalkan kediaman Dinata.


Untuk kali ini bukan tentang perasaan lagi, Viona sengaja menekan keluarga Dinata untuk menikahkan dirinya dengan Erik, dengan begitu dia akan membuat Erik bertekuk lutut kepadanya, dia akan mengendalikan Erik seperti dulu Erik mengendalikan dirinya.


Bersambung


Happy reading guys🙏