Baby Girl

Baby Girl
S2~24



"Kenapa kamu menanyakan hal itu" tanya Reagan penuh selidik.


"Kenapa daddy malah balik tanya, bukannya jawab" kesal Reynand.


Reagan kesal dengan tingkah putranya yang terus tidak sabaran. Reagan berpikir status Reva tidak ada kaitannya dengan putranya, lantas untuk apa putranya menanyakan hal itu kepadanya.


"Reva anak sambung om Arsen" jawab Reagan.


"Yesss.... " sorak Reynand sambil tersenyum puas mendengar jawaban yang keluar dari mulut daddynya.


"Kenapa kamu malah bersorak" tanya Reagan semakin di buat bingung oleh tingkah putranya.


"Apa sih Dad, kepo aja" sahut Reynand sambil terus tersenyum yang tak pernah luntur dari wajahnya.


"Kenapa kamu senyum-senyum sendiri Rey, apa kamu berubah jadi gila ketika mendengar kalau Reva hanya putri sambung om Arsen" tanya Reagan sambil bergidik ngeri melihat perubahan putranya.


Reynand menaikan bahunya acuh, ia beranjak dari kursinya.


"Kamu mau kemana Rey" tanya Reagan ketika melihat putranya bangkit dari tempat duduknya.


Rey ngluyur saja tanpa menyahuti pertanyaan daddy nya.


"Anak itu selalu saja menyebalkan" gerutu Reagan.


Setelah Reynand pergi, Reagan kembali melanjutkan pekerjaanya, masalah putranya bisa ia tanyakan nanti setelah pekerjaannya selesai.


Sedangkan di kamar Reynand, ia langsung masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Setelah tiga puluh menit, akhirnya Reynand keluar dari kamar mandi lalu menuju ke walk in closet untuk memakai pakaiannya.


Usai memakai baju Reynand naik keatas ranjang king sizenya, ia meraih ponselnya dari atas nakas, kemudian melihat galeri foto yang ada di ponselnya.


Reynand melihat foto Reva yang tadi ia ambil diam-diam tanpa sepengetahuannya.



"Cantik" kata Rey sambil mengusap foto Reva yang ada di layar ponselnya.


"Kali ini aku tak akan melepaskanmu, my sweety" gumam Reynand sambil senyum-senyum sendiri seperti orang yang sedang jatuh cinta.


Setelah merasa puas menatap foto wanitanya yang ada di ponselnya, Reynand meletakkan ponselnya kembali dia atas nakas, ia merebahkan tubuhnya dan tak lama ia terlelap.


Malam ini dia bisa tidur nyenyak karena rasa penasarannya sudah terjawab. sekarang ia tak takut lagi menunjukkan ketertarikannya dengan Reva.


......................


Tiga bulan berlalu


Kini setelah melewati berbagai pengobatan dan therapy untuk memulihkan kakinya, akhirnya Reva di nyatakan sembuh, ia sudah kembali bisa menggunakan kakinya untuk berjalan lagi, meskipun belum bisa selincah sebelumnya.


Akan tetapi dia merasa bersyukur karena sudah bisa lepas dari kursi roda dan tak lagi menyusahkan banyak orang.


Selama tiga bulan ini, Reynand selalu setia menemani Reva untuk kontrol ke rumah sakit dan melakukan therapy, Reynand tak pernah absen menemani wanitanya, ia selalu ada untuk Reva.


Siang hari Reva datang ke kantor Reynand untuk mengajaknya makan siang, karena dia terlalu malas untuk makan sendirian.


"Rey,..." panggil Reva sambil berjalan masuk ke ruangan Reynand.


"Ada apa kau kesini" tanya Reynand sambil melihat ke arah Reva.


"Ayo makan siang, aku malas makan sendirian" kata Reva manja.


Reynand tersenyum lembut, ia suka melihat Reva yang manja dengannya.


"Malas, terima dulu cintaku maka aku akan ikut denganmu" ucap Reynand tersenyum licik sambil menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi.


"Ok, sekarang juga kau menjadi kekasihku" sahut Reva langsung.


Reynand di buat melongo dengan jawaban Reva, niatnya ia cuma ingin menggoda Reva, tapi jawaban Reva justru di luar dugaan.


"Kenapa bengong, aku kan sudah menerima cinta kamu, kalau begitu kita makan" kata Reva menyadarkan Reynand yang sedang terbengong.


"Kamu ini bisa jual mahal dikit tidak sih, minimal malu-malu gitu biar kek di novel-novel." gerutu Reynand.


"Kelamaan Rey, kalau ada kesempatan kenapa tidak langsung jawab saja, kau ganteng, kau kaya..jadi tidak ada lagi yang perlu di pikirkan bukan" ucap Reva sambil memainkan dasi Reynand.


Reynand memencet hidung Reva gemas, wanitanya selalu bicara blak-blakan, tapi Reynand tidak marah karena Reva menerimanya karena dirinya kaya, karena bagi Reynand itu hal yang wajar.


Reynand tersenyum geli mengingat cara jadian mereka yang terkesan jauh dari kata romantis.


"Kenapa kamu tersenyum" tanya Reva penuh selidik.


Reynand tak menjawabnya, Reynnad menyelipkan rambut Reva ke belakang telinganya.


"Apa kau benar-benar menerimaku?" tanya Reynand, kali ini ia berbicara serius, ia ingin memastikan kalau Reva tidak main-main menjalin hubungan dengannya.


"Iya aku serius, aku menyukaimu karena kamu tampan dan kaya" jujur Reva tak ingin munafik. membuat Reynand tergelak sambil memeluk tubuh Reva.


"Malang sekali nasibku memiliki kekasih matre sepertimu" kata Reynand sambil melerai pelukannya.


"Kau tenang saja, selain cantik aku juga memiliki warisan yang banyak, jadi kau tak perlu takut karena aku tak akan menyusahkanmu" sahut Reva yang masih setia duduk di atas pangkuan Reynand.


"Aku melupakan itu sweety," ucap Reynand.


Blushh


Wajah Reva langsung memerah mendengar panggilan sayang dari Reynand.


Ia menyembunyikan wajahnya di dada bidang Reynand.


"Hai kau kenapa?, kenapa kau menyembunyikan wajahmu" tanya Reynand sambil berusaha melihat wajah Reva.


"Aku malu" lirih Reva sambil menggelengkan kepalanya.


"Kenapa kamu malu" tanya Reynand penasaran.


"Karena kau memanggilku sweety" sahut Reva.


Reynand tertawa keras memenuhi ruangannya, ia cukup terhibur dengan tingkah Reva yang menggemaskan.


Reva memukul dada Reynand, karena mersa kesal do tertawakan olehnya.


"Kau pernah pacaran nona, kenapa mesti malu di panggil seperti itu" ucap Reynand sambil memeganggi tangan Reva yang terus memukuli dadanya.


"Karena manusia lucnut itu tidak pernah memanggilku seperti itu, puas kau Reynand Addison" pekik Reva.


Reynand tertawa terbahak sambil memeluk tubuh wanitanya yang bafu resmi jadi kekasihnya.


"Kita jadi makan siang tidak sih" kesal Reva sambil mendongakakkan wajahnya melihat wajah Reynand.


"Turun dulu kamunya" pinta Reynand.


"Tidak mau, kamu harus menggendongku sampai ke mobil, agar semua karyawan di kantormu tahu kalau kamu sudah ada yang memilikinya" sahut Reva posesif.


Reynand tertawa kecil melihat keposesifan kekasihnya.


Lalu Reynand bangun dari kursinya dengan posisi menggendong Reva seperti koala.


"Kami mau makan apa hmm" tanya Reynand sambil berjalan keluar dari ruangannya.


"Kita ke mall saja, sekalian aku ingin membeli sesuatu untuk Gavin" jawab Reva.


"Memangnya anak itu minta di belikan apa sama kamu" tanya Reynand.


"Minta di belikan sepatu bola" jawab Reva.


Sepanjang keluar menuju ke parkiran mobilnya, mereka berdua terus mengobrol tanpa memperdulikan semua karyawan yang melihatnya.


Semua karyawan di buat tercengang ketika melihat Reynand menggendong mesra seorang wanitaz pasalnua sejak dulu Reynand tak pernah sekalipun membawa wanita kekantornya. Bahkan mereka sampai mengira kalau bos nya itu tidak normal.


Bersambung.


Hari ini crazy up, tunggu aja bab selanjutnya.


jangan lupa like, koment, vote, gift🙏