Baby Girl

Baby Girl
S2~34



"Lihatlah honey" sahut Reva yang sejak tadi pandangannya tak pernah lepas dari pasangan tersebut.


"Hah, bukankah itu prempuan yang bersama Brian waktu itu kan sayang" kaget Reynand.


"Iya honey, dan lelaki yang bersamanya itu ayah Brian" sahut Reva.


"Lalu kenapa mereka terlihat mesra seperti itu, apa mungkin ayah Brian punya hubungan khusus dengan kekasihnya itu, secara kan si Brian belum juga sadar dari komanya" ucap Reynand sambil menatapnya jijik


Reynand tak menyangka ayah Brian tega menghianati putranya sendiri, padahal putranya lagi berjuang antara hidup dan mati, tapi dengan teganya mereka justru bermesraan selayaknya pasangan kekasih.


Padahal tuhan sudah menegurnya dengan mengambil salah satu kakinya, tapi ternyata tak membuatnya sadar juga.


"Ingin rasanya aku membangunkan Brian dan mengatakan kalau ayah serta kekasihnya berkhianat" geram Reva.


Reynand menatapnya tak percaya, sepeduli itukah kekasihnya dengan manta kekasihnya itu, atau sebenarnya wanitanya masih mencintai mantannya itu, pikir Reynand.


"Apa kau masih menyukai Brian, sayang" tanya Reynand penasaran.


Daripada nanti menimbulkan kesalahpahaman, lebih baik Reynand menanyakannya langsung sama wanitanya. agar tak menimbulkan masalah di kemudian hari.


"Tidak, aku sudah tidak menyukainya honey, aku sebagai teman hanya kasihan saja melihatnya" jawab Reva sambil memeluk lengan Reynand.


Reynand merasa lega mendengar jawaban Reva, ia tersenyum seraya mengusap lengan Reva yang tengah memeluk lengannya.


"Biarin saja, biarkan mereka menyelesaikan permasalahannya nanti. Lebih baik kita segera pergi dari sini agar tak terlambat ke acaranya" ucap Reynand.


"Kamu benar honey, tak baik ikut campur masalah orang bukan" sahut Reva seraya merangkul lengan Reynand dan membawanya keluar dari butik tersebut.


Mereka berdua berjalan menuju ke mobilnya yang terparkir di halaman butik.


Reynand membukakan pintu mobil untuk Reva, dan Reva masuk ke dalam mobil sambil tersenyum manis menatap Reynand.


Setelah Reva masuk Reynand menutup pintu mobilnya kembali


Lalu Reynand memutari mobilnya lalu membuka pintu mobil samping kemudi, Reynand masuk dan duduk di kursi kemudi, kemudian Reynand menyalakan mesin mobilny, dan mobil mulai melaju meninggalkan butik menuju ke acara gala diner yang ada di hotel Xx.


Sesampainya di hotel Reynand dan Reva keluar dari mobil, mereka berjalan bersama masuk kedalam hotel.


"Masuklah dulu honey, aku ingin ke toilet sebentar" ucap Reva.


"Aku akan temani kamu saja" Sahut Reynand khawatir membiarkan kekasihnya seorang diri.


"Aku bisa sendiri honey, nanti kalau sudah selesai aku akan menemuimu" tolak Reva.


"Yasudah aku masuk dulu, kalau ada apa-apa segera hubungi aku" ucap Reynand sebelum pergi meninggalkan Reva.


Reva mengangguk, lantas membiarkan Reynand masuk terlebih dahulu ke ballroom, sedangkan Reva menuju ke toilet guna merapihkan make upnya.


"Selamat datang tuan Reynand, akhirnya anda datang juga" sapa rekan bisnis Reynand ketika melihat Reynand masuk kedalam ballroom.


"Tentu saja saya akan datang tuan Julian, menjadi satu kehormatan tersendiri bagi saya bisa hadir ke acara seperti ini" ucap Reynand sambil berjabat tangan.


"Iya tentu, apalagi yang hadir di sini semuanya merupakan seorang pembisnis handal, jadi kita bisa menambah relasi untuk perusahaan kita" ujar Julian.


Dalam acara seperti ini, biasanya akan banyak penjilat mendekatinya untuk kepentingan perusahaan, apalagi perusahaan Addison termasuk dalam salah perusahaan terbesar di dunia setelah perusahaan Global Group.


Karena kalau di banding dengan perusahaan Addison, perusahaan milik Arsen jauh lebih besar ketimbang perusahaan milik Reagan itu.


"Kebetulan anda datang sendiri tuan Reynand, saya akan mengenalkan anda dengan putri saya, mungkin dia bisa menemani anda nanti" ucap Julian.


"Saya Reynand" jawab Reynand singkat tanpa menyambut uluran tangan Jenni.


Dia tentu tahu maksud Julian memperkenalkan putrinya kepada dirinya. Apalagi kalau bukan kepentingan bisnis.


Dengan perasaan malu Jenni menarik tangannya kembali, ia merasa dirinya di permalukan oleh Reynand.


"Sit, dia menolakku" umpat Jenni dalam hati.


Kemudian Julian mengajak Reynand menuju ke meja perjamuan, mereka duduk bersama dalam satu meja.


"Anda ingin minum apa tuan, biar saya ambilkan" tawar Jenni.


"Tidak usah, karena saya sudah mengambilkannya minum" sahut Reva yang baru saja datang sambil membawa minum untuk mereka berdua.


Reynand menoleh mendengar suara kekasihnya, ia tersenyum lega melihat Reva sudah ada didekatnya.


"Maaf, aku terlalu lama honey" ucap Reva sambil meletakkan gelas minum di hadapan Reynand.


"Tak apa yang penting kamu sudah ada di sini" ucap Reynand dengan suara lembut, berbeda saat tadi berbicara dengan Jenni.


Reynand menoleh ke kursi sebelahnya yang ternyata sudah di duduki oleh Jenni terlebih dahulu.


"Maaf nona Jenni, boleh anda pindah ke kursi sebelah, karena kekasih saya maus duduk di sebelah saya" ucap Reynand menyuruh Jenni menyingkir dari sebelahnya.


Jenni akhirnya bangun dan pindah duduk di kursi sebelah.


Reva tersenyum sinis melihat raut wajah Jenni yang terlihat kesal.


"Terima kasih honey" ucap Reva duduk di sebelah Reynand, dengan sengaja Reva mencium pipi kanan Reynand untuk menunjukkan kepada semua orang kalau Reynand miliknya.


Reynand diam terpaku ketika Reva mencium pipinya, Rey tak menyangka Reva akan menciumnya di depan banyak orang.


"Anak ini, selalu saja membuatku speechless" ucap Reynand dalam hati.


"Perkenalkan tuan, ini Reva calon istri saya" ucap Reynand memperkenalkan Reva kepada rekan bisnisnya.


"Aku tak menyangka kalau ternyata tuan Reynand sudah memiliki calon istri"


"Saya juga tak menyangka akan menjadi calon istri tuan Reyanand yang kaya raya ini tuan" Sahut Reva dengan gaya tengilnya membuat semua orang yang ada si meja itu tertawa kecuali Julian dan Jenni.


"Maaf sebelumnya, nona Reva berbisnis di bidang apa? tanya Julian yang ingin mempermalukan Reva, mereka belum tahu kalau Reva putri Arsen.


"Saya tidak suka berbisnis tuan, saya lebih suka jadi pengangguran" sahut Reva sengaja merendah, ia ingin tahu sejauh mana Julian ingin mempermalukannya.


"Apa tuan Reynand yakin ingin menikah dengan wanita seperti ini tuan, masih mending putri saya, dia wanita mandiri dan dia juga sudah memegang perusahaan sendiri." ucap Julian membanggakan putrinya.


Jenni tersipu malu ketika ayahnya memujinya di hadapan banyak orang, terutama di hadapan Reynand.


"Saya sudah kaya tuan julian, jadi saya lebih suka mencari wanita pengangguran ketimbang wanita karir, karena kalau kita sama-sama sibuk nanti susah untuk bertemunya, dan dia tidak akan fokus mengurus keluarga" sahut Reynand.


"Tuan Reynand benar, saya juga lebih suka istri saya di rumah dari pada bekerja, jadi dia lebih fokus kepada anak saya dan saya" timpal rekan bisnis yang lain sambil tertawa kecil.


Reva tersenyum penuh kemenangan mendengar ucapan Reynand, membuat Julian bungkam.


Bersambung


Happy reading guys 🙏