
Arsen bangkit dari jongkoknya dan berdiri mensejajarkan tubuhnya dengan istrinya.
"Kamu sudah siap baby?" tanya Arsen menatap wajah tak berdaya istrinya, sambil me rem as kedua bong ka han yang menonjol di bagian belakang tubuh istrinya.
"Lakukan honey, aku sudah tidak tahan lagi" pinta Alisya dengan suara manja.
Arsen menaikkan dagu istrinya dengan jari nya hingga membuat wajah Alisya mendongak, di lu mat nya bi bir lembut istrinya yang begitu membuatnya candu.
Keduanya saling me mang ut dengan begitu li ar, Alisya tak mau kalah dengan permainan suaminya.
Mereka saling me nye sap dan lidah keduanya saling mem belit satu sama lain, membuat Arsen semakin bern****.
"Emmm... Honey"
"Kau selalu membuatku di mabuk kepayang baby, aku sangat mencintaimu Alisya Davisdon." ucap Arsen setelah melepaskan tautanya, dan menempelkan keningnya dengan kening istrinya dengan nafas yang masih memburu.
Arsen membuka piyama Alisya yang sudah tak memakai pakaian dalam nya, membuatnya polos tanpa sehelai benang pun yang melekat di tubuhnya.
Arsen membalikkan tubuh istrinya menghadap ke pintu, lantas menyuruh Alisya sedikit membungkuk.
Arsen mengarahkan adik kecilnya masuk ke dalam g*a yang sejak tadi sudah ba sah karena ulahnya.
Di tekan nya adik kecilnya itu, hingga perlahan masuk ke dalam Li yang mi lik Alisya.
Blessshhh
Membuat Arsen memejamkan matanya, merasakan adik kecilnya di jepit di dalam sana.
"baby, mi lik mu masih sempit seperti pertama kali aku me ma suki mu"
De sah an Arsen mulai memenuhi kamarnya yang kedap suara, begitu juga dengan Alisya yang merasakan li yang nya penuh dan sesak karena di masuki oleh tongkat sakti suaminya yang berukuran super.
Arsen mulai menggerakan pinggulnya maju mundur hingga menciptakan kenikmatan yang luar biasa di bawah sana, membuat Alisya terus men de sah.
"Bergeraklah baby" ucap Arsen sambil menampar pelan bok*ng sintal istrinya.
"honey" de sah Alisya.
"Teruslah men de sah baby, aku suka mendengar de sah an mu" sahut Arsen sambil terus me mom pa istrinya.
Alisya mulai bergerak seirama dengan gerakan Arsen, sehingga terciptalah suara ke nik matan yang saling bersahutan meramaikan suasana malam yang begitu sepi.
Bahkan gunung kembar Alisya pun ikut bergerak sesuai dengan gerakan pinggul Arsen dan juga Alisya.
Arsen yang merasa gemas, langsung meraih gunung kembar istrinya, kedua tangan Arsen bertengger di gunung kembar istrinya dan mulai mempercepat gerakannya.
"honey...ini nik mat sekali" racau Alisya tak karuan.
Sejenak Arsen melepas tongkat saktinya dari li yang istrinya, dia membalik tubuh istrinya sehingga kini mereka berdua saling menatap satu sama lain. Terlihat guratan kecewa di wajah istrinya karena Arsen menghentikan aktivitasnya.
"Kenapa berhenti honey" rajuk Alisya
"Kau tak sabaran sekali nyonya" ucap Arsen terkekeh.
Arsen langsung membungkam bi bir manyun istrinya itu, dia terus melu matnya sambil mengangkat tubuh istrinya seperti koala.
Arsen berjalan ke arah ranjang, dengan bi bir yang masih terus bertaut dan terus mengeksplor rongga mulut Alisya.
Arsen merebahkan tubuh istrinya di ranjang empuk miliknya. Arsen membuka lebar kedua pa ha istrinya untuk akses masuk mi lik nya.
"Nik mati lah sayang, malam ini akan menjadi malam panjang untuk kita berdua" ucap Arsen.
Jlebbbb.
Arsen kembali memasukkan mi lik nya kedalam li yang Alisya.
"Eugghhhh...." leng uh Alisya ketika Arsen meng hujamnya kembali.
Arsen kembali menghentak hentakakn pinggulnya, membuat gunung kembar Alisya ikut bergoyang ke sana kemari.
Alisya melingkarkan kedua tangannya di leher suaminya, sambil menengadahkan wajahnya ke atas dengan mulut terganga.
Sungguh wajah istrinya semakin seksi ketika merasakan ke nik matan darinya.
Arsen tak ingin membiarkan gunung kembar istrinya menganggur, dia langsung saja melahap gunung kembar tersebut, dan tangan satunya me re mas gundukan daging mi lik istrinya.
Alisya benar-benar di bikin merem melek sama suaminya.
Arsen mulai mempercepat ritme permainanya. Alisya terus meracau tak jelas.
"honey..aku mau keluar lagi"
Tubuh Alisya kembali bergetar, sesuatu di bawah sana sepertinya akan kembali meledak, sungguh gempuran suaminya membuat dia mampu mencapai kli maks berulang kali.
"Keluarkan saja baby..." Arsen terus mempercepat hujamannya hingga membuat Alisya merasa sudah berada di puncak nirwana.
"honey aku ke luar" jerit Alisya ketika sesuatu yang mendesak ingin keluar sudah tak bisa ia bendung lagi, kini Alisya kembali mencapai ke nik matannya, tubuh Alisya lemas.
Namun Arsen tak menghentikan hujamannya di li yang istrinya itu.
Arsen menghentikan gerakannya sebentar, sambil memandang wajah sayu istrinya.
"Apa kamu lelah baby" tanya Arsen sambil merapihkan rambut istrinya yang berantakan menutupi sebagian wajahnya.
"Lanjutkan hoeny," jawab Alisya dengan nafas tersegal segal.
"kau selalu membuatku berga i rah baby" ucap Arsen mengecup bi bir istrinya.
Alisya tersenyum manis di sela-sela ci uman nya.
"Sekarang giliranku honey" ucap Alisya manja sambil membalikkan tubuh suaminya. Hingga kini Alisya berada di atas tubuh suaminya dengan mi lij suaminya yang masih menancap di li yang mi lik nya.
"Kau nakal sekali baby" de sah Arsen sambil me re mas gunung kembar istrinya yang terpampang di depan wajahnya.
"Tapi kau suka kan honey" sahut Alisya manja. Sambil menaik turunkam pinggulnya.
Arsen membiarkan istrinya berlaku semaunya pada tubuhnya, Alisya terus menarik turunkan pinggulnya dan sesekali ia ber go yang. Seolah Alisya tak mau kalah dengan permainan suaminya tadi.
Arsen di buat merem melek oleh istri cantiknya itu.
"sssttttt" de sah Arsen.
Alisya semakin mempercepat gerakan pinggulnya, dia terus menaik turunkan pinggulnya dengan tempo cepat.
"..faster baby" racau Arsen.
"mi lik mu memang nik mat baby"
Arsen yang sudah tidak kuat pun langsung membalik tubuh istrinya di bawah kendalinya, Arsen menaikkan kedua kaki Alisya ke bahunya.
Dengan stamina yang belum turun Arsen kembali me mom pa tubuh istrinya, dia semakin mempercepat gerakannya.
"Sebentar lagi aku sampai sayang" ucap Arsen.
Hingga....
"Aaaaaaa.." jerit mereka bedua ketika sama-sama mencapai puncaknya.
Arsen meracau tubuhnya menengang, dan dia mulai melepas kecebongnya memenuhi rahim istrinya, beruntung Alisya mencegahnya dengan pil Kb.
Triplet masih kecil, Alisya belum mau hamil lagi, padahal Arsen berharap istrinya hamil lagi dan memiliki anak yang manis.
Senyum puas terpancar dari raut wajah Arsen, dia mencabut mi lik nya dari Li yang istrinya, kemudian menggulingkam tubuhnya ke samping istrinya dengan nafas terengah-engah.
"Kau selalu membuatku lelah, hoeny" ucap Alisya dengan nafas naik turun.
"Tapi kau tak pernah menolaknya baby, kau selalu menuruti kemauanku itu" sahut Arsen dengan senyum jenaka menatap wajah kesal istrinya.
Arsen menggendong tubuh istrinya ke dalam kamar mandi. Mereka berdua membersihkan sisa-sisa percintaan yang menempel di tubuhnha.
Bersambung