
Reva sudah berusia 21th.
Sedangkan triplet berusia 16th.
Kini Alisya di karuniani satu putra lagi yang bernama Gavin putra Davidson berusia 5th.
Arsen yang merasa kesepian karena anak-anaknya sudah mulai beranjak dewasa, mereka sudah mempunyai kesibukannya masing-masing.
Akhirnya ia menyuruh Alisya untuk hamil kembali, Alisya yang waktu itu masih berumur 36th akhirnya menyanggupi permintaan suaminya itu, dia juga kangen dengan suara tangis bayi di mansionnya, meskipun banyak protes dari putra-putrinya namun Arsen tak memperdulikan itu, ia tetap memaksa istrinya hamil.
...****************...
Setelah lulus kuliah Arsen meminta Reva bekerja di perusahaan Dinata sekalian belajar sebelum nantinya Arsen memberikan sepenuhnya perusahaan itu kepada putrinya.
Sampai sekarang Alisya maupun Erik belum ada yang memberitahu Reva kalau dirinya hanya anak sambung Arsen, mereka terlalu menyayangi Reva hingga takut menyakiti perasaan putrinya itu.
*
Reva sudah memiliki kekasih yang bernama Brian merupakan senior di kampusnya dulu, Brian selalu memperlakukan dirinya dengan baik.
Malam hari Reva datang ke rumah kekasihnya tanpa sepengetahuannya, ia berniat ingin memberikan suprise kepada kekasihnya, karena kebetulan hari ini Brian berulang tahun.
"Brian dimana bi" tanya Reva kepada pelayan yang sudah mengenal Reva, karena Reva lumayan sering datang ke rumah Brian.
"Den Brian sedang bersama tuan dan nyonya besar di ruang keluarga non" jawab sang pelayan.
"Terima kasih bi, kalau begitu Reva kesana dulu" pamit Reva.
Reva menuju ke ruang keluarga itu, langkah Reva terhenti ketika mendengar namanya di sebut oleh mereka.
"Sampai kapan kamu akan berpura-pura mencintai Reva Bri? bagaimana hubunganmu dengan Listy?" tanya Reno ayah Brian.
"Sampai papanya Reva mau berinvestasi di perusahaan kita Dad" jawab Brian.
"Mommy tak yakin kalau tuan Arsen akan berinvestasi di perusahaan kita, apa kau tahu kalau Reva hanya anak tiri tuan Arsen?" ucap Debora lalu bertanya kepada putranya tentang status Reva.
Brian selama ini hanya memanfaatkan Reva untuk bisa dekat dengan Arsen, karena di dunia bisnis Arsen terkenal paling sulit di dekati.
Dia berfikir dengan mendekati putrinya maka akan mempermudah langkahnya mendekati Arsen.
Namun sayang, semua itu tidak berpengaruh bagi Arsen.
Sebenarnya bukan karena Arsen ayah sambung reva yang mebuat Arsen tak mau membantu perusahaan Brian.
Tapi karena Arsen sudah tahu track record perusahaan Brian makanya dia enggan untuk berinvestasi di perusahaannya.
"Jangan bercanda Mom, bahkan aku yang kekasih Reva aja tidak tahu kalau Reva anak tiri tuan Arsen" sahut Brian tak percaya.
"Yang ibumu bilang benar son, Reva memang anak tiri tuan Arsen, tentu tuan Arsen tidak akan peduli dengan kehidupan Reva. mending kamu putusin saja dia lalu fokus sama Listy" timpal Reno.
"Kalian tahu dari mana Reva anak tiri tuan Arsen, Brian melihat kalau tuan Arsen sangat menyayangi Reva" ucap Brian yang masih belum percaya dengan ucapan orang tuanya.
"Berita itu pernha bocor di media, namun dengan kekuasaannya tuan Arsen mampu membungkam semua media dan menghapus berita tersebut dari media." jelas Debora.
Reva mengurungkan niatnya untuk memberikan suprise kepada kekasihnya, ia memilih memundurkan langkahnya lalu pergi dari ruangan itu.
Niat hati ingin memberikan kejutan kepada kekasihnya, malah dia yang di buat terkejut.
Reva meletakkan begitu saja kue yang ia bawa tadi dia atas meja. Setelah itu ia pergi dari rumah Brian dalam keadaan hancur.
Tak cuma dengan kekasihnya, ia juga merasa kecewa dengan semua keluarganya yang tega menyembunyikan ini darinya.
Reva melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh, ia ingin cepat sampai ke rumahnya dan berbicara kepada mamanya.
Sekuat tenaga Reva menahan laju air matanya agar tak menetes.
*
*
Setibanya di rumah, Reva langsung mencari keberadaan mamanya.
Alisya mengerutkan dahinya ketika melihat wajah tak biasa putrinya.
"Ma" panggil Reva lirih.
"Ada apa? apa ada masalah" tanya Alisya, tentu dia paham dengan kondisi putrinya yang terlihat tidak baik-baik saja.
kebetulan di situ juga ada triplet, mereka tak ada yang berani bersuara karena melihat wajah serius kakaknya, mereka hanya mendengarkan saja apa yang mereka bicarakan.
"Apa benar Reva bukan anak papa Arsen mam?" tanya Reva dengan bibir bergetar.
Deg
Dada Alisya langsung berdegub kencang mendengar pertanyaan yang di lontarkan putrinya itu.
Ia tak menyangka semuanya akan terbongkar secepat ini, padahal selama ini ia sudah menyimpan rapat agar putrinya tak mengetahuinya.
"Siapa yang bilang kamu bukan putri papa, kamu putri papa, putri kecil papa" bukan Alisya yang menjawab melainkan Arsen yang menjawab, Arsen baru saja pulang dari kantor, dan tanpa sengaja ia mendengar pertanyaan putrinya yang di lontarkan kepada istrinya.
"Sudah cukup kita menyembunyikan ini darinya pa, sudah waktunya Reva tahu yang sebenarnya, dia sudah dewasa...sudah semestinya dia tahu ayah kandungnya" ucao Alisya.
Reva akhirnya meneteskan air matanya, ia sudah tak bisa menahan lagi laju air matanya. ia tentu paham apa yang di bilang mamanya barusan.
"Jadi Reva bukan anak papa Arsen ma" tanya Reva.
Alisya menarik nafas panjang, lalu ia menggelengkan kepalanyan sebagai jawaban dari pertanyaan putrinya.
"Kenapa ma? kenapa kalian tidak pernah menceritakan masalah ini sama Reva ma? hiks... hiks" tanya Reva seraya menutup wjahnya dengan kedua tangannya.
Rachel mendekati kakanya lalu mengusap usap punggung kakaknya.
"Apa karena masalah ini semua orang mengatai Reva anak haram ma"
Alisya masih bungkam, ia merasa sakit mendengar pertanyaan putrinya. ia kembali mengingat kejadian dulu yang menimpa putrinya.
Dimana dulu putrinya sering di hina anak haram. Dan ternyata sampai sekarang putrinya masih mengingat itu semua.
"Jawab ma, Reva butuh kejelasan dari mama"
ALisya menegadahkan wajahnya sambil memejamkan matanya, agar air matanya tak keluar.
"Tidak ada yang namanya anak haram, kamu anak mama yang lahir suci dari rahim mama," ucap Alisya.
"Lalu siapa ayah kandung Reva ma" tanya Reva.
"Ayah kandung kamu papi Erik" lirih Alisya.
Deg.
Hati Reva semakin sakit, ketika tahu orang-orang terdekatnya sengaja menyembunyikan kenyataan ini darinya.
Dia seperti orang bodoh yang tidak tahu apa-apa.
Bahkan ia tahu semua ini justru dari orang lain, bukan dari orang tuanya sendiri.
Mungkin kalau ia tahu dari orang tuanya, rasanya tak sesakit seperti sekarang.
"Kenapa kalian menutupi semuanya dari Reva ma, Reva juga berhak tahu semuanya. tapi dengan teganya kalian menutupi semuanya hingga membuat Reva seperti orang bodoh yang tidak tahu apa-apa hikss...hikss"
"Maaf sayang, bukan maksud mama menyembunyikan ini dari kamu hikss... hiks.., kami hanya takut membuatmu kecewa" kata Alisya sambil menangis.
Arsen merangkul tubuh istrinya.
"Tapi dengan begini kalian malah membuat Reva kecewa ma, rasanya lebih sakit ketika Reva lebih dulu tahu dari mulut orang lain, bukan dari mama" ucap Reva sambil menghapus air matanya.
"Kami sangat menyayangimu sayang, makanya kami tak mau membuatmu kecewa. Papa juga tak pernah menganggapmu putri sambung papa, kamu anak papa, anak kesayangan papa, anak kebanggaan papa" ucap Arsen meyakinkan putrinya.
Reva menggelengkan kepalanya, ia berdiri sambil mengambil kunci mobilnya.
Reva berlari keluar rumah, lalu masuk kedalam mobilnya.
Arsen bingung harus mengejar putrinya atau menenangkan Alisya yang juga sedang kacau.
Revan yang melihat kebingungan papanya, akhirnya memutuskan untuk mengejar kakaknya.
"Biarkan Reva smaa Ravin yang mengejar kak Reva pa" ucap Revan.
Ravin menagangguk setuju.
Setelah itu ia dan Ravin langsung pergi menyusul Reva.
Alisya dan Arsen cemas dengan keadaan putrinya, pasalnya putrinya keluar dari rumah dalam keadaan kacau.
Revan melajukan mobilnya seperti setan, dia mengejar mobil kakak nya begitu cepat.
Bahkan Revan melihat mobil Reva yang menyalip mobil-mobil di depannya, Reva mengemudikan mobilnya seperti orang kesetanan.
"Cepat Van, jangan sampai kita kehilangan jejak kak Reva" kata Ravin.
Revan hanya mengangguk.
Hingga tiba di lampu merah, Revan melihat mobil Reva yang menerobos lampu merah.
Brakkkkkk.......
Reva membanting setir untuk menghindari truk yang melaju dari arah depan. hingga menyebabkan mobilnya menabrak pembatas jalan.
Karena saking kencangnya Reva mengemudi menyebabkan mobil Reva sempat terguling beberapa kali.
Bersambung
Happy reading guys🙏
jangan lupa like, koment, vote, gift🙏