Baby Girl

Baby Girl
S2~82



Selesai makan malam Arsen mengajak keluarganya untuk mengobrol di ruang keluarga.


"Pah, kak Leva kapan pulangna? Gavin kangen ini" tanya Gavin sambil merebahkan kepalanya di lengan sang papah.


"Tumben kangen, baisanya kan kalian berdua berantem" ucap Arsen heran.


"Siapa yang bilang Gavin seling belantem sama kak Leva, Gavin sama kak Leva itu bestie pah cuma kak Leva yang bisa di ajak main, kalau yang lain mah tidak ada yang mau nemenin Gavin main" sahut Gavin menyindir ketiga kakaknya yang sedang sibuk dengan poselnya.


"Lihat, meleka itu lebih suka main hp dalipada main sama Gavin" ucap Gavin lagi.


Arsen terkekeh, memang kenyataannya cuma Reva yang sering menemani Gavin main, bahkan putri sulungnya itu tak segan-segan ikut main mobil-mobilan juga bersama putra bungsunya itu.


"Kita itu bukan tidak mau main sama kamu Cil, kita itu sibuk sekolah jadi tidak sempat temani kamu main, apalagi sebentar lagi kita mau ujian sekolah" sahut Ravin alasan.


Memang benar triplet sebentar lagi akan melaksanakan ujian sekolah, namun bukan itu alasan utama mereka tidak mau menemani adiknya main.


Mereka malas saja meladeni adiknya yang super ngeyel itu, kalau terlalu lama bersama Gavin pasti akan membuatnya naik darah, berbeda dengan Reva yang justru akan mengikuti tingkah konyol adiknya jadi mereka sangat cocok kalau main berdua.


"Alasan saja, bilang aja nda mau main baleng Gavin" ketus Gavin.


"Main aja sama papa" usul Ravin.


"Nda pelnah mikil memang, papah kan kalau siang bekelja mana bisa temani Gavin main, memangna kak Lavin mau puna papa penganggulan bial di temani main telus"


"Ngga lah, memangnya kamu mau hidup miskin"


"Nda lah, makana Gavin nda mau belmain sama papa."


Bukan tidak mau di temani sama papahnya, bocah kecil itu seolah tahu kalau pulang kerja itu papahnya sudah lelah karena habis kerja seharian di kantor, makanya dia tidak pernah mengajak papahnya main.


Namun kalau pulang cepat kadang Arsen mengajak putranya itu main bersama.


"Kau mau kemana Van" tanya Arsen melihat putranya beranjak dari tempat duduknya.


"Revan mau keluar dulu sebentar dad" sahut Revan.


"Pasti kak Levan mau pelgi sama pacalna pah" timpal Gavin langsung mendapat pelototan dari Revan.


"Jangan berisik anak kecil" kata Reva membuat Gavin mencebikkan bibirny kesal.


"Ingat, pulangnya jangan terlalu malam besok kamu mesti sekolah" ucap Arsen mengingatkan putranya.


"iya pah" sahut Revan dan pamit pegi.


Revan mengendarai motornya menuju ke rumah sakit, dia ingin mengecek keadaan nenek korban kecelakaan tadi siang.


Tiba di rumah sakit dia langsung masuk kedalam menuju ke ruang rawat inap sang nenek.


Ceklek...


"Revan membuka pintu kamar rawat nenek tersebut, terlihat Bunga sedang duduk memakai seragam sekolah sambil membaca novel, sepertinya gadis itu belum pulang dari tadi siang.


"Kau belum pulang" sapa Reva sambil masuk kedalam ruangan nenek.


Bunga menoleh karena mendengar suara orang lain di ruangan tersebut.


"Eh kamu rupanya, aku belum pulang kasihan tidak ada yang jaga nenek nanti kalau aku pulang" Ucap Bunga.


"Memangnya kamu tidak di cari sama orang tuamu" tanya Revan.


"Tidak, tadi aku sudah bialng sama bundaku" ucap Bunga.


"Apa kamu sudah makan" tanya Revan perhatian.


"Belum, kau tunggulah sini sebentar aku ingin keluar cari makan" jawab Bunga dia meminta Reva untuk gantian menjaga nenek, karena sejak tadi Bunga belum makan.


"Biar aku saja yang keluar, kamu jaga saja nenek di sini" ucap Revan, Bunga mengangguk setuju, dia juga sedang malas untuk keluar.


Revan keluar dari ruangan tersebut, dia pergi menuju ke kantin rumah sakit, dia membeli nasi serta minuman untuk bunga.


Setelah itu dia kembali kekamar rawat nenek.


Ceklekk......


Revan masuk sambil membawa keresek yang berisi makanan untuk Bunga.


Bunga menerimanya, dia menuju ke sofa untuk makan malam lebih dulu.


Sementara Bunga makan, Revan duduk di ranjang nenek sambil memainkan poselnya.


Tak lama Revan pamit pulang ketika melihat Bunga sudah menghabiskan makanannya.


"Aku pulang dulu ya" pamit Revan kepada Bunga.


"Iya, terima kasih makanannya" ucap Bunga tersenyum menatap Revan begitupun dengan Revan, dia membalas tatapan Bunga.


"Kapan nenek keluar rumah sakit" tanya Revan.


"Kata dokter nenek besok sudah boleh pulang" jawab Bunga.


"Kalau begitu besok aku kesini lagi" ucap Revan setelah itu pergi meninggalkan rumah sakit.


🌹🌹🌹🌹


Sedangkan di negara J, Reva merasa kangen dengan keluarganya, ia mencoba menghubungi ponsel mamahnya.


Tuuuttttt....


Tuttttt....


"Ih kenapa tidak ada yang angkat," kesal Reva karena tidak ada yang mengangkat panggilannya.


"Kamu kenapa sayang" tanya Reynand ketika melihat istrinya kesal.


"Aku menghubungi ponsel mamah, tapi tidak ada yang mau angkat" jawab Reva mengerucutkan bibirnya.


"Kamu bisa hubungi ponsel papahmu, kali aja mamah Alisya sedang tidak memegang ponselnya" Saran Reynand.


Akhirnya Reva menurut, dia mencoba menghubungi ponsel papahnya.


"Hallo papah" sapa Reva ketika panggilanya terhubung.


"Hai sayang, bagaimana kabarmu? Apa tidurmu nyenyak? Apa kamu makan dengan baik di sana?, bilang sama papah sayang" cerocos Arsen yang selalu mengkhawatirkan putrinya.


Reva menghela nafas pelan mendengar banyak pertanyaan dari papahnya, padahal dia sudah menikah tapi papah nya masih saja memperlakukannya seperti anak kecil.


Reva mengubah panggilannya menjadi panggilan video.


"Reva baik-baik saja pah, mamah kemana pah? Dari tadi Reva hubungi mamah tapi tidak angkat telpon Reva" sahut Reva dia menanyakan mamahnya.


"Mamah sedang cali papah balu" sahut Gavin yang tiba-tiba wajahnya memenuhi layar ponsel papahnya.


"Hai gendut, asal aja kalau ngomong, yang ada nanti papahmu nanti nangis kalau di tinggal mamah cari papah baru" ucap Reva.


"Bialin aja, kak Leva kapan pulang? Gavin sudah kangen ini" Rengek Gavin.


"Kak Reva ngga pulang Gav, Kak Reynand ajak kak Reva pindah kesini" goda Reva


"Nda bisa di bialkan, Gavin halus ngomong sama kak Ley, tolong kak Leva kasihkan hp na ke kak Ley" ucap Gavin tidak terima, dia meminta Reva memberikan ponselnya kepada Reynand.


Reva terkekeh lalu memberikan ponselnya ke Reynand.


"Apa Gav" tanya Reynand sambil bersandar di bahu Reva. dari sana Arsen merasa senang melihat Kemesraan mereka berdua.


"Kak Ley halus bawa kak Leva pulang, itu kakak Gavin kak Ley nda boleh culik kak Leva, nanti Gavin lapolin pak polisi balu tahu lasa".


"Lah, kak Reva kan istri kak Rey jadi suka-suka kak Rey mau bawa kak Reva kemana" goda Reynand membuat mata Gavin berkaca-kaca.


Huwaaaa......


Akhirnya Gavin menangis, dia tidak rela hidup jauh dari kakaknya.


Reynand langsung menutup telponnya panik, dia takut di marahi papah mertuanya karena sudah membuat si bontot nangis.


Bersambung


Jangan lupa like, koment, vote, gift🙏


Happy reading guys🙏