
Seusai Arsen mengantarkan Reva, Arsen langsung pegi ke perusahaan nya, ada hal penting yang mau ia bahas dengan Nino asisten nya. Sementara masalah keamanan Alisya, Arsen sudah menyuruh dua pengawalnya untuk menjaganya.
Tiba di kantor Arsen langsung naik lift menuju ruangan nya, sampai di lantai atas Arsen masuk kedalam ruangannya lalu duduk di kursi kebesaranya. Tak berapa lama Nino masuk keruangan Asen.
"Apa jadwalku hari ini Nino" tanya Arsen kepada Asistennya.
"Ada meeting dengan perusahaan jepang tuan, setelah itu malam nya ada undangan gala diner di hotel X yang di hadiri oleh para pembisnis" jelas Nino.
"Seperti biasa, untuk masalah meeting kamu saja yang handle dan untuk gala diner abaikan saja, aku tak pernah minat bertemu dengan para penjilat" jawab Arsen.
Menurut Arsen belum waktunya dia membuka identitas dirinya ke publik.
jika dia muncul sekarang maka akan banyak manusia penjilat yang akan mendekatinya, pasti banyak juga yang menawarkan perjodohan bisnis kepadanya.
"Apa orangmu sudah mendapatkan info tentang perusahaan Dinata No" tanya Arsen.
"Sudah tuan, mereka kemaren sudah melakukan meeting dengan para jajaran pemegang saham, dan kini mereka sedang berusaha untuk menawarkan kerjasama dengan perusahaan kita" jawab Nino.
"Kamu terima saja kerja sama mereka, kita akan buat mereka terbang tinggi dulu untuk sementara, nanti setelah Alisya ku kuat maka kita akan menghempaskan mereka hingga ke dasar bumi" ucap Arsen dengan senyum misterius.
"Kau terlalu menakutkan tuan, aku berharap keluarga Dinata tidak memprovokasinya lagi" batin Nino.
"Apa kemaren mereka juga menanyakan tentang nama Alisya, yang muncul sebagai pemegang saham yang 10% No" tanya Arsen.
"Benar tuan, mereka sedang mencari tahu identitas nona Alisya" jawab Nino. Arsen tersenyum smirk.
"Kau rahasiakan identitas Alisya sebagai pemegang saham itu, dan kamu harus bisa mendapatkan kembali saham di perusahaan Dinata, supaya kita bisa menjadi pemegang saham mayoritas" tegas Arsen.
"Baik tuan" patuh Nino.
Jangan pernah berani memprovokasi Arsen, karena Arsen tak segan menghancurkan lawan nya, terlebih orang itu berani menganggu miliknya. Maka Arsen tidak akan memberi ampun pada orang itu.
Nino akhirnya memilih keluar dari ruangan bos nya, dia menyiapkan berkas untuk dia meeting nanti.
Sedangkan Arsen sedang menatap ponselnya.
"She's mine, aku tak akan membiarkan orang lain mengusik milikku" gumam Arsen sambil mengusap foto candid Alisya yang Arsen ambil secara diam-diam.
"Huff...Jadi kangen sama baby, padal baru sebentar ia pergi, tapi aku sudah merasa lama" keluh Arsen lalu menyandarkan kepalanya di sandaran sofa, sedangkan matanya menatap langit-langit ruangan kerjanya.
Arsen mengerjakan kembali kerjaan nya yang sempat tertunda, akibat rindu dengan sang pujaan hati.
Menjelang siang Arsen melihat jam tangan mahalnya yang melingkar di lengan kirinya, tenyata sudah waktunya ia menjemput Reva.
Arsen mengambil jas nya serta kunci mobilnya, setelah itu ia bangkit dari kursi kebesaranya. Ia melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan nya. Nanti dia rencana akan kembali lagi ke kantor dan mengajak Reva sekalian.
"Aku keluar mau menjemput Reva dulu No, setelah itu aku akan kembali ke kantor lagi" adunya kepada sang asisten.
"Baik tuan" jawab Nino.
Arsen sudah berada di parkiran khusus Ceo, dia langsung membuka pintu mobilnya lalu duduk di kursi kemudi.
Arsen menyetir mobilnya pergi meninggalkan perusahaan Global Group.
......................
Kemampuan Erik cukup di akui di dunia bisnis, meskipun ia suka bersenang senang melakukan one night stand dengan bergonta ganti wanita setiap malam nya.
Ceklek...David masuk kedalam ruangannya putranya.
Erik yang merasa terganggu pun mendongakan wajahnya, ia mentap siapa yang masuk ke ruangan nya dan ternyata Daddy nyalah yang masuk.
"Ada apa Dad" tanya Erik menghentikan pekerjaan nya lalu mengalihkan pandangan nya dari laptop, Erik menatap ke arah dady nya.
"Daddy hanya tau tentang perencanaan kerja sama perusahaan kita, sebelumnya kamu sudah tahu kalau perusahaan kita sedang mengalami penurunan. Daddy berharap kamu bisa membuat perencanaan yang bagus agar bisa menarik minat investor pada perusahaan kita, sehingga mereka mau menginvestasikan dananya untuk tender baru kita." ucap David.
"Erik sedang membuat perencanaan itu Dad, Erik berencana besok akan mengunjungi perusahaan Global Group untuk menawarkan kerja sama dengan perusahaan kita, sebelumnya Erik sudah mencari tahu tentang perusahaan itu, meskipun Global Group merupakan perusahaan baru di tanah air, tapi perusahaan itu mampu melesat begitu cepat, ya gak heran sih, yang Daddy tahu perusahaan Global Group merupakan perusahaan terbesar di Eropa bukan, tapi sampai sekarang Erik masih belum tahu pemilik yang sebenarnya Dad" ucap Erik menjelaskan semuanya, dia menarik nafas kasar karena begitu sulit mencari identitas asli pemilik perusahaan itu.
Akan lebih mudah jika kita bisa bertemu langsung dengan pemiliknya, ketimbang kita mengajukan kerja sama lewat asisten nya. Pikir Erik.
"Tak datangi saja dulu perusahaan itu, siapa tahu pemilik nya sedang ada di kantornya" sahut David.
"Lalu bagaimana dengan Viona" tanyanya.
"Besok setelah dari Global Group Erik berencana membicarakan masalah ini lagi dengan Viona Dad" jawab Erik.
David puas dengan semua jawaban putranya, dia begitu optimis kalau perusahaan nya bisa keluar dari permasalahan ini.
"Lanjutkan pekerjaanmu, daddy akan kembali keruangan Daddy dulu" ucap David lalu meninggalkan Erik sendirian di ruangan nya.
Erik mengingat lagi pertemuannya dengan Alisya kemarin, ia penasaran dengan perubahan Alisya.
"Sebenarnya siapa pria yang bersama Alisya kemarin, apa dia suaminya?, dia begitu berubah sekarang jadi lebih modis dan terlihat cantik" Erik bermonolog sambil memerawang jauh mengingat wajah cantik Alisya.
"Aku harus mencari tahu tentang kandungan Alisya dulu, anak itu sebenarnya anak ku atau anak pria yang ada di mall itu"
"Kalau dia benar anak ku, aku bisa memanfaatkan anak itu untuk menekan Alisya" imbuhnya dengan senyum menyeringai.
Setelah merencanakan rencana jahat itu kini Erik kembali fokus mengerjakan pekerjaan nya, dia tak boleh gagal menarik investor atau dia nanti akan kena amukan Daddy dan juga opa nya.
Sedangkan di sekolah Arsen sedang menunggu Reva sambil bersandar di depan mobil nya.
Arsen melihat anak-anak sudah keluar dari dalam kelas nya. Ia melihat Reva yang berjalan bersama Rey, Arsen mendengus kesal dengan kedeketan kedua bocil itu, dirinya aja tidak boleh dekat-dekat Alisya dulu, sedangkan mereka malah bergandengan tangan terus sudah kek mau nyebrang saja.
Reva dan Reynand berjalan santai menghampiri Arsen sambil bergandengan tangan, Arsen menilai kalau Reva baik-baik saja meskipun di tinggal bekerja mama nya.
**Bersambung
Jangan lupa
Like
Koment
Vote
Rate
Follow
Happy reading guys🙏**