
Kini Reynand dan Reva sudah sampai di manson Reagan, kedatangan mereka langsung di sambut oleh Renata.
"Akhirnya kamu jadi anak mommy juga sayang, kalian harus tinggal di sini" ucap Renata sambil menciumi wajah Reva.
"Iya mom" sahut Reva.
Reynand memutar bola matanya malas, dia siap-siap di anak tirikan oleh sang mommy, karena dari dulu tiap kali ada Reva di rumahnya pasti mommy nya lupa dengannya.
"Ck, selalu saja mommy melupakanku, sebenarnya yang anak mommy ini siapa? Aku apa Reva" ucap Reynand merajuk.
Namun Reynand tak benar-benar marah, dia malah senang melihat orang tuanya yang memperlakukan Reva selayaknya putri kandungnya sendiri.
"Anak mommy minta di peluk juga ternyata" ucap Renata ingin memeluk putranya namun Reynand menghindar ,alhasil dia hanya memeluk angin.
"Aku sudah punya istri mom kau tak perlu memelukku sekarang, cuma istriku yang boleh memelukku" Kata Reyanand membuat Renata berdecak sebal
Mentang-mentang sudah punya istri putranya itu enggan di peluk olehnya.
"Kalian istirahatlah, pasti kalian lelah" ucap Renata.
Renata beralih menatap putranya.
"Ajaklah Reva ke kamarmu boy" titah Renata.
"Hmmm..." balas Reynand membuat Renata menatap putranya jengah.
Reynand menggenggam tangan Reva ingin mengajaknya naik ke atas menuju ke kamarnya namun di tolak oleh Reva.
"Naiklah dulu, aku ingin mengambil minum terlebih dahulu, apa kamu ingin aku buatkan kopi?" ucap Reva lalu menawari suaminya minuman.
"Teh saja sayang, kalai begitu aku tunggu di kamar" balas Reynand.
Setelah itu dia menuju ke kamarnya terlebih dahulu, sementara Reva menuju ke dapur untuk membuat teh suaminya.
"Lah, kamu di sini sayang" tanya Renata ketika melihat menantunya sedang membuat minum di dapur.
"Iya mom, Reva sedang membuatkan minum untuk Rey" sahut Reva sambil mengaduk teh yang baru saja ia campur gula.
Renata tersenyum, ternyata Reva dewasa dan sepertinya bisa mengurus putranya dengan baik.
"Reva ke kamar dulu mom" ucap Reva pamit dari hadapan ibu mertuanya.
"Naiklah, jangan sampai Rey menunggumu terlalu lama" kata Renata sambil tersenyum.
Reva membawa tehnya naik menuju ke lantai atas menuju ke kamar Reynand.
Ceklek....
Reynand menoleh, melihat istrinya datang sambil membawa secangkir teh untuknya.
"Di minum dulu tehnya selagi hangat" pinta Reva kepada suaminya.
"Terima kasih sayang" ucap Reynand lalu mengambil cangkir teh dari tangan istrinya.
Ia menyesap tehnya sambil menatap wajah istrinya, Reynand merasa teh nya semakin terasa manis karena wajah cantik istrinya yang ada di hadapannya.
Usai minum Rey menaruh cangkirnya di atas nakas.
Lalu dia menarik tangan Reva dan menyuruhnya naik ke atas ranjang.
"Kenapa kamu menyuruku naik keatas ranjang" tanya Reva dengan perasaan gugup.
"Ayo buat dedek sayang," ajak Reynand. Membuat wajah Reva bersemu merah.
Reynand menarik tangan Reva hingga jatuh diatas pangkuannya.
Reva menutupi wajahnya, karena sejak tadi suaminya itu selalu menatapnya.
"Kenapa kamu menutupi wajahmu sayang" tanya Reynand sambil memeluk pinggang istrinya.
"Aku takut honey" jawab Reva lirih.
"Takut kenapa" tanya Reynand sambil mengerutkan dahinya.
"Kata mbah google kalau melakukan pertama kali itu rasanya sakit" jawab Reva sambil melihat wajah suaminya yang mengulum senyum geli.
Istrinya sangat menggemaskan sekali, bahkan dia mencari tahu tentang malam pertama di google.
"Jangan tertawa, aku kan hanya penasaran saja" kesal Reva melihat suaminya yang menertawakannya.
"Bagaimana kalau kita coba sayang, aku juga tidak tahu rasanya sakit atau tidak" goda Reynand sambil menaik turunkan alisnya.
"Jangan menggodaku honey" pekim Reva kesal.
Reynand yang sudah di buat gemas oleh istrinya langsung menggulingkan tubuh istrinya keatas ranjang.
Reynand menindih tubuh istrinya, dan memajukkan wajahnya ke wajah istrinya, Reynand menempelkan bibirnya ke bibir Reva dan me lu mat nya.
Reva langsung nglag dan membelalakan matanya kaget, ia tak pernah berciuman sebelumnya, paling hanya berani cium pipi, itu pun dia yang mencium nya bukan Reynand, kalau di bibir dia belum pernah sama sekali, termasuk dengan Brian pun belum pernah.
"Sayang, kenapa diam saja" ucap Reynand setelah menghentikan ciumannya.
"Memangnya aku harus apa honey" tanya Reva bingung.
Reynand menepuk keningnya sendiri, ia lupa kalau istrinya belum pernah ciuman.
"Kamu ikuti gerakanku saja ya" ucap Reynand memberitahu istrinya, di balas anggukan oleh Reva.
Reynand kembali menautkan bibirnya ke bibir Reva, jantung Reva rasanya dag dig dug saat merasakan bibir Reynand kembali menempel di bibirnya.
Dengan gerakan kaku Reva ikut membalas permainan suaminya di bibirnya.
Reynand tersenyum puas saat Reva membalas ciumannya.
Reynand memasukkan lidahnya dan memainkannya di rongga mulut Reva, membuat Reva melenguh.
"Euhhhh...." lenguh Reva di sela-sela ciumannya.
Kini ciuman Reynand turun ke leher jenjang Reva, di ciuminya leher mulus istrinya membuat Reva merasakan gelanyar aneh dari tububnya.
Tangan Reynand tidak tinggal diam begitu saja, Tangan Reynnad merayak ke gundukan kenyal milik Reva dan Me re masnya.
"Akhh....honey"
Mendengar de sahan dari mulut istrinya Reynand semakin semangat memasukkan tangannya kedalam pakaian sang istri.
Reynand meraba pungung istrinya meraih pengait b*a istrinya.
CTAK.
Pengait b*a yang di pakai Reva terlepas, membuat dua gundukan kenyal milik Reva menyembul keatas.
Reynand membuka kancing kemeja yang di pakai istrinya dan membuangnya begitu saja.
Tak lupa Reynand juga meleoas b*a yang di pakai istrinya, kini bagian atas Reva sudah polos tanpa satu helai benangpun.
Reynand menatap takjub dua gundukan istrinya yang ada di hadapannya, meskipun ukurannya tidak pas, namun Reynand merasa pas di genggamannya.
Reva spontan langsung menutupi kedua dadanya.
"Jangan di tutupi sayang, biarkan suamimu ini menatapnya" ucap Reynand sambil menyingkirkan tangan Reva dari dadanya.
"Aku malu honey" ucap Reva dengan wajah bersemu merah.
"Kamu tidak perlu malu sayang, nanti kamu juga akan terbiasa" ucap Reynand. Akhirnya dengan perlahan Reva menyingkirkan tangannya dari atas dadanya.
Reynand menunduk dan lansung memasukkan dada Reva kedalam mulutnya lalu menyesapnya.
"Akhhh....terua honey" de sah Reva sambil menekan kepala suaminya yang ada di dadanya.
Reva merasakan nikmat yang luar biasa yang bekum pernah ia rasakan, tubuhnya tersengat listik ketika merasakan lidah Reynand bermain di bagian ujung dadanya.
Reyanand memasukkan dada Reva ke mulutnya secara bergantian., sedangkan tangannya merayap kebawah mengelus pangkal paha istrinya yang masih menggunakan celana jeans.
Reynand menggosok bagian inti istrinya yang masih tertutupi celana.
"Honey.." ucap Reva sambil megeliat geli.
"Iya sayang, apa kamu suka hmm" sahut Reynand kembali memasukan dada Reva kedalam mulutnya, Reynand seperti seorang bayi yang sedang kehausan.
"Aku suka honey, ini sangat enak" racau Reva.
Bersambung
Jangan lupa like, koment, vote, gift🙏
Happy reading guys🙏