Baby Girl

Baby Girl
S2~98



Tiga hari berlalu putri Reva sudah boleh diajak pulang kerumah, Alisya memutuskan membawa cucunya pulang kerumahnya, sementara Reva masih belum sadarkan diri di rumah sakit, wanita yang baru menjadi seorang ibu itu masih setia memejamkan matanya.


Sedangkan Reynand masih tidak peduli dengan putrinya, dia baru melihat putrinya sekali saat di lahirkan itu saja.


"Mom, adek bayina namana siapa" tanya Gavin saat melihat mamahnya menggendong keponakannya.


Alisya diam dan menatap sang suami, Arsen menggelengkan kepalanya tak tahu, dia tidak ingin memberi nama pada bayi tersebut, karena yang berhak memberi nama ialah Reva dan Reynand.


"Mamah tidak tahu sayang" ucap Alisya.


"Kak Leva payah, kasih nama dedek bayina aja ngga bisa" omel Gavin yang belum tahu kakaknya koma.


"Husss... jangan begitu, kasihan dedek bayina" tegur Alisya.


"Sini mah, taluh sini dedek bayina bial om Gavin yang jaga" ucap Gavin meminta mamahnya menaruh bayinya di atas karpet berbulu yang sudah di kasih kasur khusus bayi.


Alisya pun membaringkan bayi tersebut, Gavin pun ikut tidur di sebelahnya.


Tiba-tiba bayi itu merengek seperti sedang kehausan.


"Gav, jagain adeknya dulu ya, mamah bikin susu dulu" ucap Alisya.


Gavin mengangguk sambil menpuk nepuk pelan pahanya, ia berharap sang bayi berhenti menangis.


"Jangan nangis. itu sebental lagi susuna jadi, sekalang sama om Gavin dulu ya" ucap Gavin mencoba menenangkannya.


Meskipun bocah kecil itu sempat protes tidak mau di panggil om tapi akhirnya dia sendiri yang memanggil dirinya om.


Tak lama Alisya datang sambil mmebawa dot yang berisi susu, ia terpaksa memberikan susu formula kepada cucunya.


"Sudah jangan nangis, itu neneknya sudah datang" ucap Gavin.


Alisya melototkan matanya kepada Gavin, ia tak setuju di panggil nenek.


"Jangan nenek Gav, mamah kan belum tua" protes Alisya sambil memberikan susu itu kepada cucunya.


"Kan mamah sekalang jadi nenek, papah juga sudah jadi kakek, telus salahna Gavin dimana coba" sahut Gavin tak mau kalah.


"No Gav. papah nda mau di panggil kakek" protes Arsen.


"Tua mah tua aja pah, memangna kenapa kalau kalau punya cucu" ucap Gavin.


"Tidak kenapa-napa, papah cuma tidak suka di panggil kakek" sahut Arsen.


"Baiklah, belalti nanti dedek bayinya panggil eyang aja ya" ucap Gavin.


Arsen melototkan matanya, kakek saja tidak mau apalagi eyang.


"Manggilnya Grandpa sama grandma aja Gav" sela Alisya.


Tiba-tiba triplet datang dan bergabung dengan kedua orang tuanya dan juga keponakannya.


"Ini ada apa ribut-ribut, perkara nama panggilan aja ribet banget" cetus Ravin.


"Tau tuh papa, libet emang" sahut Gavin sambil melihat kearah papahnya.


"Biarin, papah masih muda masak di panggil kakek" ucap Arsen tak mau kalah.


Ravin merotasi matanya jengah, papahnya memang tidak sadar, udah tua tapi tidak mau mengakui.


"Kak Rey mana mah" tanya Rachel.


"Kak Rey masih di rumah sakit, dia tidak mau pulang, mommy Renata juga sedih melihat putranya seperti itu" jawab Alisya.


"Lalu apa kak Rey sudah melihat bayinya" tanya Rachel lagi.


"Belum sayang, bahkan bayinya juga masih belum di kasih nama" ucap Alisya.


Rachel menghela nafas kasar sambil mengepalkan tangannya, ia geram dengan sikap Reynand yang menurutnya keterlaluan. keponakannya tidak salah apa-apa malah kena imbasnya.


"Kamu mau kenama Chel" tanya Alisya yang melihat putrinya seperti mau pergi.


"Rachel ada urusan mam" sahut Rachel lantas pergi begitu saja.


🌹🌹🌹


Sedangkan di tempat lain Listy sedang mengajak bayinya pergi jalan-jalan. Ya... wanita itu sudah melahirkan bayinya yang berjenis kelamin laki-laki sekitar dua bulan yang lalu yang ia beri nama Fathan.


Sampai sekarang Listy belum menikah, dia masih fokus mengurus baby nya, dan mengembangkan usaha kulinernya, beruntung saat pergi meninggalkan Reno di masih memiliki banyak uang di rekening, sehingga dia bisa memulai hidupnya yang baru dengan uang itu.


Hidup Listy mulai berubah, dia juga tidak lagi keluar masuk ke klub malam, dia benar-benar ingin merubah hidupnya menjadi ibu yang baik untuk putranya.


Sementara Reno, semenjak di tinggal Listy kini dia tinggal seorang diri di rumah mewahnya bersama para pelayannya, sampai sekarang Brian belum juga pulang kerumahnya.


Saat tahu Listy kabur dari Rumah sakit, Reno di bantu oleh asistennya mencari keberadaan Listy, selama seminggu mereka mencari Listy namun tidak ketemu, dan akhirnya Reno menghentikan pencarian, Reno tak mau ambil pusing dengan hilangnya Listy toh anak yang di kandung Listy sudah keguguran, pikir Reno.


"Kita mau kemana Lis" tanya Niken sambil berjalan mendorong kereta bayi mengelilingi mall.


"Gak tahu, gue juga bingung mau ngapain" sahut Listy tak punya tujuan.


"Kalau begitu ngapain lo ajak gue ke mall" kesal Niken


"Lah, lo gue ajakin juga mau" ucap Listy tak mau kalah.


Niken teman Listy yang membantu Listy kabur dulu selalu mendampingi Listy, bahkan di saat Listy mau melahirkan pun Niken lah yang menemaninya.


Saat ini Niken juga ikut membantu Listy mengasuh Fathan. Listy bersyukur memiliki sahabat yang begitu setia menemani dirinya di kala dia susah maupun senang.


"Kita makam aja yuk, laper nih gue" pinta Niken.


"Okay, kita makan dimana?" tanya Listy.


"Makan ramen keknya enak Lis" jawab Niken.


"Kalau lo makan pedes lalu gue makan apa, boleh ngga sih ibu menyusui makan makanan pedes gitu" seru Listy.


"Mana gue tahu, gue kan belum menyusui. lagian kan ada yang ngga pedes," sahut Niken.


"Mana enak makan ramen tapi ngga pedes" cebik Listy.


Niken menatap Listy jengah, makan tinggal makan aja ribet.


Niken menarik tangan Listy dan membawa masuk ke restoran jepang.


Saat di pintu masuk Listy menghentikan langkahnya, dia berdiri mematung sambil melihat ke arah orang yang ia kenal.


"Brian" ucap Listy lirih.


"Hah, lo ngomong apa Lis" tanya Niken bingung.


"Tidak ada, kita cari resto yang lain aja yuk" ajak Listy.


"Males ah capek, udah ayo cepat duduk" ucap Niken maksa.


Niken pun mencari tempat duduk yang kebetulan dekat dengan Brian.


Listy menormalkan detak jantungnya yang berdegub cepat, dia takut kalau Brian masih benci dengannya dan akan memarahinya.


Lalu Listy mendudukan tubuhnya di sebelah Niken, mereka berdua langsung memesan menu makanan yang ada di buku menu.


Sembari menunggu makanan datang mereka ngbrol ngalur ngidul ngga jelas, sampai akhirnya Fathan bangun karena merasa tidurnya terganggu oleh suasa di resto yang lumayan ramai.


Bersambung


Jangan lupa like, koment, vote, gift🙏


Happy reading guys🙏