
Pagi hari Reva keluar dari kamarnya sudah denagn memakai seragam sekolahnya, semenjak adiknya lahir Reva sudah lebih mandiri, tidak seperti dulu yang selalu di bantuin mamanya.
Dia berjalan ke kamar adiknya. Reva ingin memastikan adiknya sudah bangun apa belum.
Klek
Reva menekan hendle pintu. Pintu kamar adiknya pun terbuka.
Terlihat tiga pembantunya sedang mengeringkan tubuh adiknya dengan menggunakan handuk, sepertinya adiknya itu baru selesai mandi.
Reva masuk ke dalam lalu mendekati mereka.
"Bi, mama kemana? Tumben mama tidak ikut memandikan mereka" tanya Reva.
"Mama non Reva sepertinya belum bangun non" jawab salah satu pelayan mewakili.
"Kebiasaan mama, pasti itu karena papa" decak Reva kesal.
Reva menggoda adiknya yang dari tadi sibuk memainkan mainanya.
"Ayo non, sekarang waktunya non Reva dan kembar sarapan" ajak sang bibi.
"Bibi turun duluan saja sama mereka, Reva mau membangunkan mama dulu bi" sahut Reva.
"Baik non" ucap Bibi.
Ketiga Art nya itu langsung menggendong triplet dan membawanya turun ke bawah untuk sarapan.
Sedangkan di kamar Arsen.
Alisya terusik ketika merasakan ada sesuatu yang menyentuh bagian bawah tubuhnya. Membuat gelanyar aneh yang ia rasakan di dalam tubuhnya. Membuat suara De sa han lolos dari bibirnya, seolah menandakan betapa menikmatinya dia dengan sentuhan dari bawah sana.
Arsen seolah belum puas menggempur tubuh istrinya, padahal semalam dia melakukannya dengan terus berulang.
Tubuh Alisya sudah membuat Arsen candu dan selalu berga i rah ketika di dekatnya.
"Hoeny... Apa yang sedang kau lakukan, Ahhh" ucap Alisya sam men de sah manja, membangkitkan jiwa kelelakian suaminya itu bangkit.
Tangan Alisya mer*mas rambut kepala Arsen, Alisya merasakan tubuhnya seolah terbakar dengan sentuhan li*r yang di lakukan oleh suaminya itu. hingga tubuh Alisya mengejang dan mengeluarkan sesuatu yang sejak tadi ia tahan. Alisya mendapatkan pelepasan pertamanya di pagi hari.
"Sepertinya kamu sangat menyukainya nyonya" ucap Arsen sambil mengukung tubuh istrinya di bawah kuasanya, Arsen menatap wajah istrinya yang merona dengan nafas terengah engah, semakin terlihat seksi di mata Arsen.
"Tidak, menyingkirlah dari atas tubuhku honey" kilah Alisya melengoskan wajahnya sambil menagan dada bidang suaminya.
"Ck, kau tak bisa berbohong dari ku nyonya, ekspresi wajahmu sudah cukup menjawab semuanya" goda Arsen.
Alisya mencubit perut suaminya gemas, masih pagi tapi tingkat kemesuman suaminya sudah di ambang batas.
"Kita lanjutkan, baby" ucap Arsen.
Tanpa aba-aba Arsen langsung memasukkan adik kecil nya kedalam li yang istrinya.
"Akhhhh" de sah Alisya.
Arsen langsung menghentak hentakan pinggulnya.
Tak lama terdengar suara pintu kamar Arsen yang di gedor gedor dari luar.
Dugh
Dugh
Dugh
Reva memukul mukul pintu kamar orang tuanya.
"Mama....papa..bangun" teriak Reva.
Alisya yang mendengarnya langsung menahan tubuh suaminya.
"Kita lanjutkan nanti honey" cegah Alisya.
"Tapi baby..." sahut Arsen tidak bisa berkata kata.
Bagaimana bisa dia menghentikannay, bahkan dia baru dua kali hentakan masak harus mencabutnya kembali.
"Tidak ada tapi-tapian honey," tegas Alisya.
Karena tak ingin membuat istrinya marah, akhirnya Arsen mencabut senjatanya dari li yang istrinya.
Gejolah ga i rah di tubuh Arsen mendadak hilang, adik kecilnya pun kembali menyusut.
Arsen mengambil celana boxernya yang tergeletak di lantai, lalu memakainya.
Alisya bangun dari tidurnya, lalu turun dari atas ranjang dengan tubuh bergulung dengan selimut sambil memunguti bajunya dan juga milik suaminya yang berserakan di lantai akibat permainan panas semalam.
Kemudian Alisya memasukkannya ke dalam ranjang pakaian kotor.
Alisya masuk ke dalam kamar mandi yang ada di kamarnya lalu membersihkan tubuhnya.
Sedangkan Arsen membukakan pintu untuk putrinya.
Ceklek.
Suaru pintu kamar terbuka dari dalam.
Arsen langsung di suguhkan wajah garang putrinya sambil berkacak pinggang did epan kamar.
"Kenapa sayang" tanya Arsen seolah tidak terjadi sesuatu
"Mama mana pa?" tanya Reva ketus.
"Mama sedang mandi" jawab Arsen sambil berusaha menetralkam kegugupannya.
"Mama sama papa kenapa jam segini balu bangun, dasal pemalas" omel Reva.
"Semalam mama baru menemani papa lembur sayang, makanya kita kesiangan" balas Arsen .
Maksud Arsen lembur yang lain, putrinya itu tak akan mengerti.
"Alasan saja, kasihan adikna Reva...mereka haus mau minta makan" omelnya.
"Ya kan ada bibi, kenapa harus menunggu mama" ucap Arsen sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Emangna meleka anak bibi, mereka anak papa sama mama" ketus Reva tak mau kalah.
Arsen di buat tak berkutik oleh putrinya itu.
Ya bagaimana, Arsen tak bisa melewatkan hal yang membuatnya nikmat, sayang saja kalau mesti di lewatkan, jarang-jarang kan dia ada waktu berdua dengan istrinya itu.
"Ya sudah papa minta maaf, lekas turn dan sarapan, nanti papa akan mengantarmu ke sekolah" titah Arsen sambil mengehla nafas pelan.
"Tidak usah, Reva berangkat sama om Max saja, nunggu papa lama...apap saja belum mandi" tolak Reva.
"Ok, kalau gitu hati-hati kalau mau berangkat, papa mau mandi dulu" ucap Arsen mengalah.
Reva membalikkan badannya, lalu melenggang pergi meninggalkan papanya yang masih menatap punggung putrinya yang semakin menjauh dari kamarnya.
"Kenapa honey" tanya Alisya yang barus aja selesai mandi.
"Reva marah-marah, gara-gara kita kesiangan" jawab Arsen sambil mengusap tengkuk nya.
"Sudah pasti dia akan marah, apa lagi ketiga adiknya itu pasti sudah berisik. Kamu sih gak pernah ada puasnya, selalu saja mengulanginya lagi dan lagi" omel Alisya.
"Kenapa kamu malah mengomeliku mam, padahal kamu juga semalam terus berteriak memanggil namaku," ucap Arsen cengengesan.
"Ck, siapa juga yang tahan jika di beri enak-enak" gerutu Alisya.
Arsen yang mendengarnya tertawa keras. Istrinya itu terlalu gengsi untuk mengakui kehebatan suaminya itu.
Arsen mencuri ciuman singkat di bibir istrinya setelah itu dia berlari ke arah kamar mandi.
"Morning kiss baby" teriak Arsen tengil.
"Arsennn..." teriak Alisya kesal.
Sedangkan Arsen justru tertawa terbahak bahak di dalam kamar mandi.
Dia paling senang menggoda istrinya itu.
Alisya tersipu malu mengingat percintaanya semalam dengan suaminya yang begiti panas.
Dia berjalan memasuki walk in closet mengambil pakaian ganti untuk suaminya dengan senyum-senyum senidir.
Alisya memilih stelan jas hitam dan kemeja putih untuk menunjang penampilan suaminya.
Setelah tiga puluh menit Arsen keluar dari kanar mandi dengan tubuh yang masih sedikit basah, membuatnya semakin tampan dan Seksi.
Alisya menelan salivanya melihat badan kekar suaminya yang membuatnya panas dingin.
Bersambung
Jangan lupa like, koment, vote guys🙏