
"Aku mau ngajak kamu jalan ke pantai, kamu mau gak?" tanya Jeremy pada Rista yang tengah bersandar pada nya. Sesekali Jeremy mengusap rambut gadis itu. Rista pernah bilang pada nya jika menyukai rambut nya dielus seperti itu. Alhasil hal tersebut menjadi kebiasaan dan sudah menjadi hobby nya.
Akhirnya setelah pertengkaran kemarin, mereka berbaikan kembali, jujur saja Jeremy tak igin lama-lama marahan dengan gadis itu. Jeremy tak menyukai nya sama sekali. Tapi dalam sebuah hubungna pasti ada saja hal yang diributkan tak mungkin akan mulu terus. Namun walupun begitu, Jeremy berharap mereka bisa bertahan sampai akhir dan meresmikan hubungan mereka di hadapan Tuhan dan orang-orang.Jeremy berharap dia bisa mewujudkan apa yang dia sudah rencanakan itu. Dia ingin agar Rista masuk ke dalam bagian hidup nya.
"Pantai, ya maulah, aku mah gabakalan nolak kalo di ajak ke pantai. Kamu kan tau kalo aku tuh suka banget sama pantai, aku pengen banget liat sunset heheh terus kau juga mau foto sama kamu di bawah sunset pasti cantik banget ," seru Rista bahkan dia sampai berdiri karena senang nya diri nya.
"Sekarang kan, ayo," ucap Rista dengan mata yang berbinar. Sudah lama dia tak pergi ke pantai, terakhir kali dia kesana adalah saat kabur dari mamah nya yang ingin menjdodohkan nya. Itupun hanya sebentar karena eve malah menyuruh Rafael untuk menjemputnya.
Kenapa gue jadi malah mikirin Rafael sih. Batin Rista.
Rista lalu menggelengkan kepala nya untuk menghalau pemikiran tentang Rafael yang tidak penting untuk di pikirkan oleh nya.
"Kenapa sayang, kepala kamu pusing ya?" tanya Jeremy sambil mendekati Rista yang menggeleng-gelengkan kepala nya. Pria itu bahkan langsung memijit pelan kepala Rista.
"aku baik-baik saja Jer, heheh hanya tidak sabar untuk sgera ke pantai," seru Rista. Tak mungkin diri nya memeberitahu apa yang sedang di pikirkan oleh nya. Apalagi ini adalah seorang pria, bisa-bisa Jeremy akan mereog kembali. Membahas Melviano saja kemarin pria itu sudah begitu kesal apalagi di tambah jika pria itu mengenal Rafael juga.
"Semangat sekali heum, gak sabar banget ya," gemas Jeremy seraya mencubit pelan hidung mancung milik Rista membuat Rista meringis kecil.
"Biarin welee, aku udah lama tau gak ke pantai sayang ," rengek Rista seraya menggoyang-goyangkan tangan Jeremy.
"Iya maaf ya, aku jarang banget ada waktu buat kamu, harusnya aku selalu temenin kamu jika kamu mau kesana,"runtuk Jeremy yang tak memperhatikan keinginan gadis nya itu.
"Ish udah deh, masa maaf-maafan mulu dari tadi, heran deh. Yang penting kamu kan udah di sini sekarang," ucap Rista yang tak ingin mendnegar kata maaf lagi untuk sekarang.
"Yaudah tapi kita nanti sore baru ke pantai nya skealian liat sunet yah," ucap Jeremy seraya mengusap rambut Rista acak.
"aish, kamu tuh kebiasaan banget ngacak-ngacak, berantakan tau," gerutu Rista yang cemberut dan menggembungkan pipi nya. Dia terlihat kesal padahla kenyataan nya dia sangat senang dengan perlakuan Jeremy pada nya. Dia hanya ingin bermanja-manja pada Jeremy.
"tapi kenapa gak sekarang aja Jer?' tanya Ristaa. Dia juga ingin bermain pasir disana. Rista sedari tadi sudah membuat list di otak nya tentang apa saja yang akan mereka akan lakukan di sana nanti nya.
"Iya, bentar doang kok, aku mau ngajak kamu dulu le tempat lain baru deh habis itu kita ke pantai nya yah," ucap Jeremy yang kini mengambil tangan Rsita untuk di genggam oleh nya seraya mengajak Rita berjalan untuk mengikut dirinya.
"Memang nya kita mau kemana dulu Jer?" tanya Rista pada pria itu.
Jeremy tidak menjawab dan hanya tersenyum tipis dan tetap melanjutkan langkah nya.
Rista akhirnya mengikut saja saat melihat Jeremy yang terdiam.
"Silahkan masuk tuan putri," ucap Jeremy dengan membuka pintu mobil untuk Rista.
"Terimakasih pangeran," kekeh Rista dan masuk ke dalam mobil. Setelah memastikan Rista sudah masuk dengan aman dan nyaman barulah Jeremy menutup pintu nya.
Lalu seteahnya dia berlari kecil untuk ke kursi kemudi. Jeremy melihat Rista yang hendak memasangf Sealt bet. Jeremy langsung mengambil alih dan memasangkan nya untuk Rista.
"Nah udah selesai," ucap Jeremy kembali menegakkan tubuh nya.
"heum kenapasih hari ini manis banget deh," ucap Rista yang tak bisa menutupi kebahagian nya
"Iya dong, sama ayank kan kudu begitu," ucap Jeremy mulai menjalan kan mobil nya dengan pelan.
"Kamu mau beli apa Jer? tanya Rista yang dibalas senyuman oleh jeremy.
"Dari tadi ditanya senyum mulu perasaan," gumam Rista padahal dia sedang membutuhkan jawaban sekarang.
Jeremy tertawa kecil melihat nya, dia yakin jika Rista tengah kesal sekarang. Pria itu lalu turun duluan untuk membuka pintu untuk Jeremy.
"Aku mau beli alat tulis sama makanan dan sembako sayang," ucap Jeremy setelah Rista sudah keluar dari mobil.
"Kamu belanja sembako? tumben? biasanya kan bibi," heran Rista.
"Bukan buat aku sayang, tapi buat orang laain. Udah nanti aja wawancara nyaa lagi mending kamu bantuin aku," ucap Jeremy menyerahkan secarik kertas pada Rista berisi hal apa saja yang harus mereka beli.
"Kok banyak banget Jer," tanya Rista lagi saat melihat jumlah nya. Contoh nya seperti air mineral yang harus dibeli puluhan kardus.
"Iya, soalnya mereka banyak. Kamu cari itu dulu ya, aku mau cari alat tulis nya dulu abis itu nanti aku samperin kamu lagi," ucap Jeremy mencium pipi Rista sekilas sebelum dia meninggalkan gadis itu.
"Mereka itu siapa?" gumam Rista.
Tak ambil pusing Rista akhirnya mencari apa yang ada dalam tulisan itu saja. Karena pesanan nya yang banyak paraa pegawai lah yang membawa dan menyusun nya.
Tak lama Jeremy datang. " jer, bawanya ini kita gimana, gak muat loh kalo ditaruh mobil kamu semua," ucap Rista.
"Udah kamu tenang aja sayang aku udah atur semuanya. Pegawai nya yang akan bawa aku udah bayar ko,"jelas Jeremy.
"ALat tulis nya udah?' tanya Rista yang diangguki oleh Jeremy.
"Kita duduk dulu yuk, kamu pasti capek," ucap Jeremy mengajak Rista untuk duduk.
"Tunggu bentar, aku beli minum dulu," ucap Jeremy berlari kecil agar Rista tak terlalu lama menunggu.
"Nih, maaf yah," ucap Jeremy yang sudah merepotkan sang kekasih dalam hal ini.
"Gapapa aku senang kok bisa habisin waktu sama kamu," jujur Rista sambil meminum air yang sudah di belikan oleh Jeremy.
Rista menyodorkan air minum nya pada Jeremy. " kamu gak mau minum?" tanya nya saat Jeremy tak mengambil minum nya.
Pria itu malah menatap nya dengan lekat.
"Jer,"
"Heum," balas nya tanpa mengalihkan pandangan nya dari Rista sedikit pun.
"Kenapa sih,"
"Kamu cantik banget," ucap Jeremy yang membuat Rsita salting.
TBC