
yang tidak suka bisa skip.
*Perjodohan dengan Ceo*
"Aku pernah berkata tidak akan mencintaimu, dan pernah berfikir untuk membuatmu pergi dari rumah" ucap Raka, Alana masih terdiam mendengarkan Raka berbicara.
Alana tertegun dengan perkataan Raka, apakah ia ingin mengakhiri pernikahanya.
"Hmmm " balas Alana.
"Aku kalah, karena aku takut kamu pulang, aku takut kamu pergi dariku, aku mencintaimu Alana" ucap Raka menatap dalam mata Alana.
"Aku memang menikahimu tanpa cinta, dan selalu berbuat kasar kepada kamu, aku juga sudah memaksamu pada waktu itu, aku juga tidak pernah memperhatikanmu selama kita menikah, aku juga sering membuatmu kesal dan marah, Alana Putri Hendrawan mau kah kau memaafkanku, memaafkan Suamimu yang banyak salah ini, aku ingin memulai semua ini dari awal, memulai pernikahan dengan penuh cinta, mau kah kau menua bersamaku dan menjadi ibu dari anak-anak ku kelak, malam ini aku mengungkapkan perasaanku dengan jujur" ucap Raka. tiba-tiba air mata Alana menetes.
"Becandamu tidak lucu Raka, bukankah selama ini kau sudah mempunyai kekasih" ucap Alana.
"Aku sudah memutuskan hubunganku dengan Jessy pada saat aku ke Paris waktu itu" ucap Raka.
"Benarkah, kenapa baru mengatakan sekarang" ucap Alana penasaran dengan ekspresi cemberut.
"Hei kenapa cemberut"ucap Raka sambil mengusap pipi Alana.
"Kamun nya ngeselin, kenapa tidak pernah bilang"ucap Alana.
"Makanya sekarang aku bilang kalau aku mencintai istriku Alana Putri Hendrawan" ucap Raka, membuat tangis Alana pecah.
" Hei kenapa menangis" ucap Raka.
"Hiks hiks aku nya terharu" ucap Alana.
Raka tertawa kecil lalu bangkit dari tempat duduknya, dan membawa Alana masuk kedalam pelukanya.
"Kenapa kamu putus sama pacar kamu" ucap Alana memicingkan matanya sambil menatap Raka.
"Kamu tuh kenapa merusak suasana sih, lagi mesra malah nanyain mantan"ucap Raka kesel sambil menyentil dahi Alana.
"Aku hanya ingin tahu Raka" ucap Alana sambil mengusap dahinya yang sedikit merah karena kelakuan Raka.
"Kau itu lebih muda dariku, kenapa dari dulu selalu memanggil nama saja hmm" ucap Raka sambil melihat dahi Alana yang sedikit memerah.
"Apakah sakit sayang" ucap Raka sambil meniup dahi Alana yang memerah.
"Aduhhh hati adek meleyot Bang" ucap Alana sambil memegang dadanya.
"Gemesin banget sih istri aku" ucap Raka sambil mengeratkan pelukanya ke Alana.
"Lepas Raka, tidak bisa bernafas akunya" ucap Alana memukul bahu Raka.
"Maaf Sayang, dahlah bener-bener tidak bisa di ajak romantis" ucap Raka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Keesokan paginya Alana terbangun karena merasakan ada sesuatu diatas dada nya, Alana membuka matanya ternyata Raka yang tidur dia atas dada nya, Alana teringat semalam Raka mengungkapkan perasaanya.
"Ya Tuhan kenapa dia bisa tidur di atas dadaku" ucap Alana lirih.
Alana langsung menjewer telinga Raka agar menyingkirkan kepalanya dari dadanya, Raka tersentak kaget dan langsung membuka matanya, Raka baru menyadari kalau semalam dia tidur di atas dada Alana.
"Bangun Raka" ucap Alana membuat Raka tersadar.
"Pantas empuknya beda Sayang" ucap Raka tertawa sambil mengusap telinganya yang tadi di jewer Alana.
Raka bangun terduduk, Alana langsung menutup kedua dada nya dengan menggunakan kedua tanganya.
"Dasar suami mesum " ucap Alana lalu bangkit masuk kedalam kamar mandinya.
Alana keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk pendek yang di lilitkan ke tubuhnya, bahu dan kaki mulusnya terekspos dengan sempurna.
Glukk.... Raka menelan salivanya.
"Sayang kau menggodaku" ucap Raka meletakan ponselnya di atas nakas, lalu bangkit menghampiri Alana.
"Tidak, tadi aku lupa membawa baju ganti" balas Alana gugup.
Raka tidak memperdulikan ucapan Alana.
dia langsung mengkukung Alana ke dinding, Alana yang merasakan hembusan nafas Raka di mukanya semakin membuat Alana takut.
"Raka kamu mau ngapain" ucap Alana sambil menahan dada Raka.
Raka langsung saja mecium bibir Alana dengan rakus, ia ******* bibir Alana dengan lembut dan memainkan lidahnya di dalam rongga mulut Alana.
Alana yang terbawa suasana langsung mengalungkan tangannya ke leher Raka.
Raka terus berbagi saliva dengan Alana, Alana membalas ciuman Raka meskipun masih agak kaku karena sebelumnya Alana belum pernah pacaran.
Lidah mereka saling membelit satu sama lain, tanpa sadar alana melenguh karna permainan Suaminya.
"Humpppp " lenguh Alana, Raka yang mendengar lenguhan Alana semakin semangat memainkan lidahnya
Raka melepas tautan bibirnya dan mulai pindah menjilati leher putih Alana, tangan Raka tak tinggal diam, dia meremas gundukan Alana yang masih tertutup handuk.
"Akhhhh " desah Alana. Dia merutuki mulutnya yang tidak bisa di ajak kerja sama.
Raka langsung menghentikan kegiatanya, dan melihat muka Alana yang sudah memerah, Raka tersenyum tengil.
"Kau menikmatinya Sayang" ucap Raka menyeringai.
"Apaan sih Raka" ucap Alana malu.
Raka tindak melanjutkan kegiatanya karena dia ada meeting bersama klien dari Luar Negeri
Raka berjalan masuk ke kamar mandi sambil tanganya menarik handuk Alana, handuk Alana pun terjatuh ke lantai.
"Rakaaaaaa dasar suami tidak punya akhlak" pekik Alana.
Raka tertawa terbahak di dalam kamar mandi. dia senang mengerjai istrinya.
Alana memakai pakaianya dan menyiapkan pakaian Raka, lalu turun ke bawah untuk membuat sarapan untuk mereka berdua.
Tiga puluh menit kemudian Raka keluar dari kamar mandi, ia memakai pakaian yang sudah di siapkan Alana.
"Beginikah rasanya mempunyai istri" pikir Raka.
Raka turun sambil membawa dasi di tangannya, ia mencari Alana ke dapur.
Tiba di dapur raka langsung memeluk Alana dari belakang.
"Eh.." Alana kaget, Alana masih canggung dengan perlakuan Raka.
"Lagi masak apa Sayang" ucap Raka sambil menciumi bahu dan leher Alana.
"Masak nasi goreng sama telur" ucap Alana sambil mengeliat karna rasa geli yang di berikan Raka di lehernya.
"Raka duduklah di meja makan, sebentar lagi selesai" ucap Alana, tapi Raka masih menempel di tubuh Alana, tidak ada lagi Raka yang sombong dan arogan, yang ada sekarang Raka yang manja sama istrinya.
"Tidak mau" ucap Raka masih dengan posisi memeluk Alana dari belakang.
"Dasar manja" ucap Alana sambil mengelus rambut Suaminya.
"Biarin, manja sama istri sendiri ini" ucap Raka.
"Udah ayo sarapan" ucap Alana sambil membawa makanan ke meja makan. Raka mengikuti Alana dari belakang seperti anak ayam yang mengikuti induknya.
"Duduklah" ucap Alana sambil memberikan piring yang sudah terisi dengan nasi goreng.
"Terima kasih Sayang" ucap Raka
Mereka memulai menyantap makananya, mereka makan dalam diam.
"Kamu hari ini masuk kampus tidak" tanya Raka sambil memakan suapan terakhir.
"Aku libur, hari ini tidak ada kelas" ucap Alana.
"Kalau gitu datanglah ke kantor siang nanti, sekalian bawa makan siang buat Aku" pinta Raka.
" Iya nanti aku bawakan"ucap Alana.
"Sayang pasangkan dasinya"ucap Raka menyodorkan dasinya ke Alana.
"Menunduklah" ucap Alana, Raka menyamakan tingginya dengan Alana.
Raka terus memandangi wajah cantik Alana yang sedang serius memasangkan dasi ke lehernya, sedangkan tangan Raka ada di pinggang Alana.
"Ya sudah aku berangkat dulu" ucap Raka sambil mencium kening Alana, dan Alana mencium punggung tangan Raka.
*******
Raka baru saja sampai di sebuah gedung yang begitu megah. Gedung yang megah itu memiliki dua puluh lantai.
Andre menundukkan kepalanya tanda hormat kepada sang pemimpin perusahaan. Raka berjalan menuju lantai dua puluh.
Setibanya di lantai 20 Raka langsung memasuki ruangannya. Ruangan yang selama ini menjadi saksi kesuksesan dirinya dalam meneruskan kepempimpinan Papahnya.
Cklek...
Andre masuk ke ruangan Raka.
"Sebentar lagi ada meeting tuan" ucap Andre.
"Siapkan berkasnya Ndre, sebentar lagi aku akan kesana" balas Raka
Setelah 2 jam akhirnya meeting selesai. Meeting berjalan dengan lancar. Raka kembali keruangannya, ia berdiri sambil memandangi pemandangan yang ada di luar kantor.
Tiba-tiba ada suara manja muncul dari balik pintu. Dan langsung saja memeluknya.
"Sayang....."
Tubuh Raka yang lebih tinggi dan dada bidangnya menutupi sosok perempuan yang baru saja datang. Dan memeluk dirinya dari belakang.
"Sayang tolong dengarkan dulu penjelasanku" ucap wanita itu yang tak lain adalah Jessy mantan kekasih Raka.
Raka melepas pelukan Jessy dan ia berbalik.
"Katakan apa yang mau kau jelaskan? Apa kau kurang puas dengan lelaki kemarin, hingga kini kau kemari mencariku hah" tanya Raka sambil meremas dagu Jessy.
Tatapan nanar Raka dengan menggigit bibir bawahnya karena menahan emosi yang begitu membuncah.
Baru saja hatinya sakit mengingat kejadian kemarin. Melihat orang yang di cintai selama tiga tahun ternyata malah tega menghianatinya.
Dia setia dengan penantian nya. Ia hanya sibuk bekerja tanpa memikirkan wanita lain dan selalu mengabaikan permintaan orang tuanya untuk menikah, Bahkan ia sempat menolak perjodohan dirinya dengan Alana hanya demi kekasihnya itu, tapi malah dia menipunya.
Jessy selalu beralasan setiap kali Raka mengajaknya untuk menikah tapi dia selalu beralasan karena karir. Raka pun mencoba mengerti karena saking cintanya sama Jessy. Padahal kalaupun Jessy jadi pengangguran pun dia tidak akan kekurangan.
Namun penantian Raka berakhir sia-sia. Raka berniat akan melamar Jessy setelah kontrak kerjanya di Paris berakhir, dia akan menceraikan Alana dan menikahi Jessy nantinya.
Namun harapan dan hatinya hancur melihat dengan kedua matanya sendiri. Sang pujaan hatinya sedang bercumbu mesra dengan lelaki yang ia kenal sebagai Manager kekasihnya itu.
Beruntung saat itu dia di temani Andre. Jika tidak ntah apa yang akan terjadi dengan lelaki itu.
"Sssssh" desis Jessy.
Jessy merasa kesakitan akibat cengkraman Raka pada dagunya.
"Dasar wanita ******! Masih berani kau menampakan batang hidungmu di hadapanku hah? Pergi dari hidupku, jangan pernah sekalipun kau mengusik hidupku kembali" ucap Raka lalu melepaskan cengkramanya dengan kasar, hingga wajah Jessy menoleh kekiri akibat hempasan dari Raka.
Raka memegang gagang telpon yang ada di mejanya dan memencet tombol lalu menelpon Andre.
"Cepat kemari Ndre !!" titak Raka. langsung mematikan telpon nya.
"sayang, dengarkan aku dulu" ucap Jessy.
Jessy kembali memeluk lengan Raka dan isak tangis pun terdengar dari perempuan itu.
"Berhenti membuatku muak Jes, Hubungan kita sudah berakhir setelah mataku melihat apa yang terjadi kemarin" ucap Raka.
Raka menatap sini Jessy yang masih memeluk lengannya.
"Raka please, ini tidak seperti apa yang kamu lihat kemarin Hiks hiks." ucap Jessy (dasar Jessy kang drama).
"Yang mana yang tidak sesuai? Bahkan aku melihat jelas kau menikmati adegan itu, terus mana yang kau bilang tidak sesuai Hah, Jawab jes !!" pekik Raka.
"Aku di jebak, dia memberikan obat perangsang kedalam minumanku " jawab Jessy.
"BULSHIT !!!" Bentak Raka.
Jessy memejamkan matanya dan menutup kupingnya.
"Pergi dan jangan pernah ganggu aku lagi" tegas Raka.
Andre muncul di ruangan Raka.
"Bawa wanita mur*han ini keluar Ndre" titah raka.
"Sayang aku tidak mau, Please" ucap Jessy memohon. dia masih bergelanyut di lengan Raka.
"Lepaskan !! Jangan pernah kau menyentuhku lagi, aku tidak sudi di sentuh sama tubuh menjijikanmu itu" ucap Raka.
Andre langsung menyeret tubuh Jessy keluar dari ruangan Raka.
"Kau tidak perlu berdrama Nona, karena kalian tidak akan bersatu lagi" ucap Andre tepat di Kuping Jessy.
"Apa maksudmu hah" Ucap Jessy.
"Karena Raka sudah menikah, dan setidaknya dia sudah mendapatkan kenikmatan itu dari istrinya" ucap Andre.
Jessy langsung lari dan kembali memasuki ruangan Raka.
"Katakan siapa wanita itu Raka? Jadi kau mencampakanku karena ada wanita lain? siapa wanita yang kau nikahi ka"tanya Jessy mengeraskan suaranya.
Raka kembali naik pitam, langsung mencengkram dagu Jessy.
"Dengar baik-baik, bagus jika kau sudah tahu kalau aku sudah menikah, yang jelas aku orang pertama yang menyentuh Istriku, tidak seperti kau wanita mur*han" ucap Raka dan langsung menghempas dagu Jessy.
"Seret dia sekarang Ndre!!! dan jangan biarkan dia masuk ke kantor ini" titah Raka pada Andre.
Andre pun langsung menarik tangan Jessy dan menyeretnya keluar kantor, dia tidak peduli meskipun Jessy terus meronta-ronta.
"Besok lagi jangan biarkan wanita mur*han ini masuk kedalam kantor ini lagi, ingat mukanya baik-baik" titah Andre pada receptionist dan Scurity.
"Baik tuan" ucap mereka.
******
Raka duduk di kursinya dengan sisa amarah yang masih menelungkup di dalam relung hatinya, Ahhhhh...ia kesal bukan main. Rasanya ia ingin membanting semua yang ada dalam ruangan nya saat ini juga.
"Tuan...."panggil Andre sambil menatap bosnya.
"Hmm" Raka bergumam.
"Apa lo baik-baik saja Ka" tanya Andre.
"Keluarlah, Aku tak ingin di ganggu untuk saat ini" jawab Raka.
Andre pun berlalu meninggalkan ruangan Raka seorang diri dalam keheningan yang menyiksa batin.
Namun belum lima menit Andre kembali mengetuk pintu ruangan Raka.
"Apa kau tidak dengar apa yang aku ucapkan Ndre" bentaknya, menjadi Andre serba salah.
"Maaf tuan, Tapi... Itu " Andre merutuki mulutnya yang mendadak kebas.
"Sudah ku bilang aku tidak ingin di ganggu, apa kau sudha tuli sekarang hah" sentak Raka.
Membuat seseorang di balik tubuh Andre merasa bersalah karena telah membuat kegaduhan di kantor .
"Ahhh... maaf saya tidak tahu kalau tuanmu sedang sibuk, kalau begitu saya nitip makanan buat tuanmu, kalau begitu saya akan kembali, titip maaf buat tuanmu itu" ucap Alana.
Sayup-sayup Raka mendengar suara yang berhasil menelisik ke dalam celah pintu yang belum ketutup sempurna itu.
Seketika membuat Raka tercengang, dia lupa tadi pagi menyuruh istrinya untuk membawakan makanan ke kantor.
Tanpa basa-basi dia langsung berlari meninggalkan kursi kebesaranya, dan berlari menuju ke asal suara itu. Dia kaget melihat istrinya sudah ada di kantor dan mau melangkah pergi.
"Sayang... kau sudah sampai? kenapa tidak menghubungiku terlebih dahulu hmm" tanya Raka langsung membawa istrinya masuk ke dalam pelukanya.
Raka butuh istrinya untuk meredam amarahnya karena baru kedatangan nenek lampir itu.
***Berasambung
happy reading guys🙏
jangan lupa like,koment dan vote🙏***