
Brian sudan di ijinkan pulang ke rumah setelah melewati perawatan selama hampir satu tahun lebih di rumah sakit.
Namun Reno tak langsung membawa Brian pulang ke rumahnya, Listy dan Reno membawa Brian pergi ke pemakaman terlebih dahulu untuk melihat makam milik Debora sang mommy.
"Kenapa kita kesini Dad? Brian ingin segera pulang karena sudah kangen dengan mommy, tapi kenapa Daddy malah membawa Brian ke pemakaman." tanya Brian bingung.
"Kita jalan dulu, nanti kamu akan tahu son" sahut Reno.
Mereka bertiga memasuki area pemakaman.
Kini mereka bertiga berdiri di depan nisan yang bertuliskan nama Debora.
"Ini siapa Dad, kenapa namanya sama seperti nama mommy" tanya Brian.
"Memang benar ini mommy mu son, mommy mu meninggal saat kita mengalami kecelakaan itu" ucap Reno sambil menatap nisan milik mendiang istrinya.
Brian menutup mulutnya tak percaya, banyak hal yang tak ia ketahui setelah kejadian kecelakaan itu.
"Mom-my" tubuh Brian luruh ketanah.
Dia menangis tersedu-sedu memanggil mommy nya sambil memeluk nisan Debora.
"Maafkan Brian mom maaf, maafkan Brian tidak bisa menyelamatkan mommy, hikksss.." Ucap Brian dalam tangisnya.
"Ikhlaskan mommy mu Bri, biarkan mommy mu tenang di bawah sana" ucap Reno, ia tak ingin anaknya terus menangisi makam mommynya.
"Tapk dad..hiksss..hikss"
"Sudahlah son, bukan hanya kamu yang merasa kehilangan mommy mu, daddy pun sama sedihnya sepertimu, tapi kita tidak boleh seperti ini, lebih baik sekaarang kamu mendoakannya" ucap Reno bijak.
Kehilangan seorang ibu sama saja kehilangan separuh jiwa kita, tidak mudah memang untuk mengikhlaskannya namu itu harus kita lakukan meskipun rasanya sulit.
Setelah mendoakan Debora mereka bertiga meninggalkan pemakaman.
Reno membawa Brian pulang ke rumahnya yang selama ini ia tempati dengan Listy.
"Ini rumah siapa dad" tanya Brian ketika mobil yang di kendarai Listy berhenti di depan rumah mewah namun tidak terlalu besar seperti rumah keluarga Brian dulu.
"Ini rumah baru kita" sahut Reno.
"Lalu rumah kita yang dulu?" tanya Brian.
"Banyak kejadian yang tak kau ketahui setelah kecelakaan itu Brian. Sehari setelah kecelakaan perusahaan kita dinyatakan bangkrut, banyak aset yang di sita oleh pihak bank termasuk rumah kita dulu.
"Beruntung Daddy menemukan perhiasan peninggalan mendiang mommy mu dan beberapa sisa aset yang bisa daddy jual untuk modal mendirikan perusahaan baru. Daddy di bantu Listy mendirikan perusahaan meskipun belum sebesar perusahaan kita dulu, namun dengan adanya perusahaan itu daddy mampu membiayai pengobatan kamu selama di rawat di rumah sakit. Karena daddy sempat ingin menghentikan pengobatan kamu karena dady sudah tidak sanggup membayarnya lagi, namun Listy mencegah daddy untuk melakukam itu, Listy menjual apartemen miliknya dan juga apartemen milikmu untuk membayar pengobatanmu" jelas Reno.
Kinj Brian beralih menatap Listy, ia tak percaya kekasihnya akan berkorban sampai segitunya untuk kesembuhannya.
Brian menarik tubuh Listy dan memeluknya.
"Terima kasih sayang, terima kasih sudah mencegah daddy, mungkin kalau kamu tidak mencegah daddy, mungkin aku sekadang sudah bertemu mommy dan tidak akan bisa bertemu dengan kamu lagi. Sekali lagi terima kasih dan I Love you honey" ucap Brian memeluk Listy begitu erat.
Listy bingung harus bereaksi seperti apa, ia dulu melakukan itu bukan untuk Brian, namun untuk Reno dia tidak ingin melihat Reno sedih karena harus kehilangan untuk yang kedua kalinya.
"Eh..iya Bri" ucap Listy kaku sambil menepuk nepuk punggung Brian.
"Lepas Bri kau membuatku sesak" pinta Listy membuat Brian merenggangkan pelukannya.
"Maafkan aku sayang" ucap Brian.
Namun Listy tak menyahut, dia hanya membalasnya dengan senyum yang di paksakan
🌹🌹🌹
"aku tidak apa-apa sayang" sahut Reynand.
"Katakan atau aku akan mencarinya sendiri " tegas Reva mengintimidasi Reynand.
Reva tahu ada yang sedang di sembunyikan oleh Reynand, makanya ia terus mendesak kekasihnya.
"Aku hanya sedang mencari cara untuk membatalkan kerjasama antara perusahaan ku dengan perusahaan ayah Jenni, aku tak mau lagi berurusan dengannya" jelas Reynand.
Reva mengangguk, sambil menarik laptop yang ada di hadapan Reynand.
"Apa yang ingin kamu ketahui tentang perusahaanya honey" tanya Reva sambil mengetik sesuatu yang Reynand tak ketahui.
"Maksudnya bagaimana sayang" tanya Reynand bingung.
"Bukankah kamu ingin mempunyai alasan untuk membatalkan kerjasama itu bukan"
"Iya aku ingin, namun aku belum kepikiran sayang, saat ini yang ada di pikiranku hanya tentang pernikahan kita saja" ucap Reynand.
"Ck, kau alasan saja honey, apa karena mau menikah makanya kemampuan mu mulai melemah hmm".
"Kau meremehkanku sayang" Reynand tidak terima Reva meremehkannya.
Reva tak memperdulikan Reyanand yang kesal kepadanya, ia terus mengotak ngatik laptop milik Reynand hingga muncul banyak tulisan di layarnya.
Reynand mengerutkan dahinya ketika melihat sesuatu yang muncul di laptopnya.
"Hai, apa yang kau retas sayang" pekik Reynand panik.
"Tenanglah, nanti kamu akan tahu" ucap Reva.
Reynand menatap calon istrinya bingung, sejak kapan Reva bisa meretas, kenapa dia baru mengetahuinya.
Apalagi yang belum ia ketahui tentang calon istrinya. Banyak bakat terpendam yang dimiliki oleh Reva.
"Done" ucap Reva menyelesaikan pekerjaannya.
Reynand terkejut melihat tulisan yang ada di layar laptopnya.
"Bagaimana bisa" ucap Reynand tak percaya.
"Dengan data ini kamu bisa menjatuhkan perusahaan milik tuan Julian hoeny, dan sepertinya perusahaan itu juga melakukan bisnis ilegal" ucap Reva.
Reva meretas semua data perusahaan milik perusahaan Julian ayah Jenni, ia juga menemukan kejanggalan dalam bisnis yang di lakukan oleh ayah Jenni.
"Kapan kamu bisa meretas" tanya Reynand mengalihkan pembicaraan, ia penasaran dengan bakat yang di miliki Reva.
"Sudah lama" jawab Reva singkat.
"Siapa yang mengajarimu" tanya Reynand lagi.
"Om Max"
Membuat Reynand ber oh ria.
Ternyata tak cuma beladiri dan menembak saja yang om Max ajarkan ke Reva, dia juga mengajarkan Reva tentang meretas.
Max memang ahli IT, makanya Arsen selalu mengandalkan Max dalam mencari suatu informasi.
Bersambung
Jangan lupa like, koment, vote, gift🙏