
"Bentar Honey, aku mau ke kamar mandi dulu" Reva mendorong tubuh Reynand dari atas tubuhnya.
"Kenapa sayang" tanya Reynand.
menghembuskan nafas frustasi, dia saat has*atnya sedang meninggi istrinya malah menghentikannya.
Reva laangsung lari begitu saja kedalam kamar mandi, dia tidak menghiraukan suaminya yang sedang frustasi.
Di dalam kamar mandi Reva segera membuka celananya, karena merasakan ada sesuatu yang keluar dari area ke wanita an nya, membuat Reva menghembuskan nafas kesal.
"Kenapa harus keluar sekarang sih, kenapa tidak nanti saja setelah melakukan malam pertama" keluh Reva.
Reva menyembulkan kepalanya kedepan pintu lalu memanggil nama suaminya.
"Honey..." teriak Reva memangil suaminya.
Reyanand yang takut terjadi sesuatu dengan istrinya pun langsung bergegas menyusul ke kamar mandi.
"Ada apa sayang" tanya Reynand menatap istrinya khawatir.
"Honey tolong mintain pembalut sama mommy" pinta Reva dengan tatapan memohon.
"Pembalut" tanya Reynand.
"Aku datang bulan, honey" jawab Reva.
"What! Datang bulan?" tanya Reynand kaget.
Reva mengangguk kecil.
Hasra*t Reynand yang tadi sedang meninggi kini langsung berubah lesu karena mendengar sang istri sedang datang bulan.
Dengan langkah gontai Reynand keluar dari kamarnya mencari keberadaan mommy nya.
"Mommy" teriak Reynand sambil menuruni tangga.
"Ada apa Rey, kenapa teriak-teriak seperti itu" tanya Renata yang sedang duduk santai bersama putrinya.
"Punya pembalut tidak mom" tanya Reynand dengan nada tak semangat.
"Buat apa kamu mencari pembalut" tanya Renata sambil memicingan matanya.
"Buat Reva mom, Reva datang bulan" sahut Reynand lemah.
Entahlah, ingin rasanya Renata tertawa terbahak tapi melihat raut wajah putranya dia jadi kasihan.
"Sabar boy, tunggu Reva selesia datang bulan dulu baru kamu bisa langsung membobol gawangnya" ucap Renata sambil menepuk bahu putranya.
"Tapi kapan mom? Kenapa jadi wanita ribet seklai pakai acara datang bulan segala, tidak bisakah di pending dulu" dumal Reynand.
"Mana bisa begitu, itu memang sudah kodratnya sebagai wanita" ucap Renata.
Setelah itu dia meninggalkan putranya. Dia menuju ke kamarnya untuk mengambilkan pembalut untuk menantunya.
"Memangnya kak Rey sedang mau main bola ya, kok tadi kata mommy mau membobol gawang segala" tanya Cia penasaran.
PLETAK.
Reynand menyentil dahi adiknya hingga membuat Cia mengaduh sakit.
"Anak kecil tidak usah ikut campur urusan orang dewasa" ucap Reynand sambil beranjak dari tempat duduknya.
Cia mengusap keningnya yang merah sambil memanyunkan bibirnya.
"Cuma tanya, memang apa salahnya" gumam Cia yang merasa aneh dengan kakaknya.
Reyanand menyusul mommynya kekamar.
"Ini kasih istri kamu sana" ucap Renata sambil memberikan pembalut kepada Reynand.
"Terima kasih mom" ucap Reynand setelah itu berlalu meninggalkan kamar mommynya.
Reynand melangkah kembali kekamarnya.
"Kamu kemana saja sih, kenapa lama sekali" kesal Reva yang sudah lama menunggu suaminya.
"Maaf, ini pembalutnya" ucap Reynand sambil memberikan pembalut tersebut kepada Reva.
Reva menerimanya dan langsung lari ke kamar mandi.
Reynand menghempaskan tubuhnya ke ranjang.
"Andai saja tadi malam aku tidak tidur duluan, pasti kita sudah melewati malam pertama berdua bersama Reva" keluh Reynand menyesal, karena tadi malam tidak sabar menunggu istrinya mandi dan memilih untuk tidur lebih dulu.
Tak lama Reva keluar dari dalam kamar mandi, dia menghampiri suaminya yang sedang rebahan di atss ranjang.
"Sudah" tanya Reynand ketika melihat Reva mendekat.
"kenapa" tanya Reva.
"Sini sayang, temani aku tidur siang" pinta Reynand langsung menarik tangan Reva dan membuat Reva jatuh di atas tubuhnya.
"Aku tak akan membiarkan itu terjadi" Ucap Reyanand memeluk Reva dan menduselkan wajahnya di ceruk leher istrinya.
Ia mencium leher jenjang istrinya dan meninggalkan jejak kemerahan.
"Jangan menggodaku honey, aku lagi tidak bisa kau sentuh".
"Berapa lama sayang" tanya Reynand sambil memejamkan matanya.
"Apanya" tanya Reva bingung.
"Berapa lama aku harus menunggu kamu selesai datang bulan" sahut Reynnad kesal.
"Tujuh hari honey, sabar ya nanti aku akan kasih service yang hot" ucap Reva sambil mengerlingkan matanya nakal.
"Kau ini nakal sekali" ucap Reynand sambil menggigit kuping istrinya. Hingga membuat Reva menjerit karena sakit.
"Akhhh....sakit honey" kesal Reva sambil memukul tubuh suaminya.
Reynand terkekeh sambil memeluk erat tubuh Reva, dia mencoba memejamkan matanya, dia masih terasa lelah gara-gara acara pesta semalam.
Tak butuh lama kedua pengantin baru itu terlelap dengan berpelukan satu sama lain.
🌹🌹🌹
Malam hari keluarga Reagan sedang melakukan makan malam bersama, ini pertama kali Reva ikut makan malam bersama dengan keluarga Reynand dengan status yang berbeda.
"Kapan kalian akan pergi bulan madu" tanya Reagan setelah menyelesaikan makannya.
"Nanti" ketus Reynand. Dia sedang malas membahas masalah bulan madu.
"Kok nanti, kenapa tidak besok saja" desak Reagan, dia ingin segera memiliki cucu dari putra sulungnya.
"Reva sedang datang bulan dad, jadi pecuma saja bulan madu kalau tidak bisa melakukan malam pertama".
Sontak Regan langsung tertawa mendengar penderitaan putranya itu, akhirnya dia bisa menertawakan putranya dengan sangat puas.
Hahahahhahah
Hahahhahah
"Nasib nasib, baru juga jadi pengantin langsung kena palang merah" ejek Reagan disela-sela tawanya.
"Diam dad, kau membuatku kesal" ketus Reyanand.
Reagan memegangi perutnya yang terasa sakit, ia terlihat sangat puas menertawakan penderitaan putranya.
"Sudah dad, kau tidak lihat apa wajah putramu itu" ucap Renata meminta suaminya untuk berhenti menertawakan putranya.
Reva menyembunyikan wajahnya di lengan suaminya karena malu.
Daddy mertuanya memang tidak punya akhlak, bukannya kasihan sama putranya dia justru puas menertawakan putranya.
"Kamu kenapa sayang" tanya Reynand yang melihat istrinya menduselkan wajahnya ke lengannya.
"Aku malu honey" lirih Reva membuat Reynand terkekeh.
Sejak kapan istrinya ini menjadi pemalu, mana istrinya yang barbar itu.
"Hei maafkan daddy sayang, daddy tidak bermaksud membuatmu malu" ucap Reagan meminta maaf kepada menantunya.
"Iya dad" sahut Reva.
"Kalian ini sedang menertawakan apa, memangnya apa yang salah dengan kak Reva yang datang bulan" tanya Cia lemot.
Semua ornag sudah selesai dia baru bertanya.
"Selesaikan makananmu sayang, kamu masih kecil tidak boleh ikut campur urusan orang dewasa" tegur Reagan kepada putrinya.
Ia tak akan membiarkan otak suci putrinya tercemar.
"Memangnya kapan Cia dewasanya, kan Cia sudah SMA kelas satu, kalian selalu saja menganggap Cia masih kecil" protes Cia.
"Kamu akan selamanya menjadi putri kecil daddy sayang" ucap Reagan posesif.
Renata menggelengkan kepalanya mendengar ucapan suaminya.
Bersambung
Jangan lupa like, koment, vote, gift🙏
Happy reading guys🙏
Bersambung.
Jangan lupa like, koment, vote, gift🙏
Happy reading guys🙏