
Dua minggu sudah Reva dan Reynnad pergi bulan madu di negara J, dan hari ini dia pulang ke tanah air.
Semua keluarga begitu antusias menyambut kepulangan pengantin baru tesrsebut.
Bahkan Si bontot Gavin sudah tidak sabar ingin menyusul kedatangan kakak di bandara.
"Ayo mamah, kita ke bandala aja Gavin sudah nda sabal ingin ketemu kak Leva" rengek Gavin.
"Ngapain ke bandara, nanti kak Revanya juga pulang kesini" sahut Alisya menolak ajakan putranya.
"Memangna mamah sudah tanya kak Leva pulangna kemana, nanti kalau kak Leva pulang kelumah om Leagan gimana" membuat Alisya menghela nafas panjang.
Yang di bilang putranya ada benarnya juga, dia lupa kalau Reva sudah menikah dengan Reynand, tapi ngapain dia capek-capek ke bandara, Biarin aja ada sopir yang menjemout mereka di bandara.
Kalau memang Reva pulang ke rumah Reagan yang biarin saja, ntar dia kan bisa datang lagsung ke rumah Reagan.
"Kalau begitu kita langsung kerumah om Reagan aja" sahut Alisya.
"Ntal kalau kita sudah kelumahna om Leagan telnyata kak Levana pulang kesini gimana" ucap Gavin membuat Alisya pusing di buatnya.
Dia pusing menghadapi putranya yang super duper ngeyel dan ngeselin.
"Pah atasi putramu, kepalaku pusing" ucap Alisya menyuruh suaminya untuk mengadapi putranya.
"Udah ayo kita ke bandara aja, biar gak ribut si Gavinnya. Dia kalau belum di turuti akan semakin membuat kita pusing" saran Arsen tidak mau ribet, dia juga pusing kalau di suruh urus anak bontotnya itu.
"Nah gitu dong dali tadi," timpal Gavin girang.
Mereka bersiap-siap pergi ke Bandara untuk menjempur Reva dan juga Reynand. Gavin sangat antusias ingin segera bertemu dengan kakaknya.
"Kalian mau ikut tidak" tanya Arsen kepada triplet.
"Tidak!" jawab mereka kompak.
"Males banget ngikutin keinginan si gendut" sindir Ravin kepada Gavin.
"Silik aja, kalau nda mau ikut juga nda apa-apa, masih ada mama sama papah yang mau antelin Gavin" sahut bocil itu tak mau kalah.
Alisya menghela nafas jengah, kalau tidak di hentikan pasti mereka akan terus berdebat.
"Ayo cepat, nanti keburu kak Revanya landing" ajak Alisya mengingatkan.
Gavin akhirnya bergenti meladeni kakaknya, dia ikut mamah sama papahnya masuk kedalam mobil.
Sopir menjalankan mobilnya menuju ke bandara.
Pas banget, mereka tiba di bandara tak lama Reva sama Rey keluar.
"Kak Leva" teriak Gavin sambil loncat-loncat melambaikan tangannya.
Reva tersenyum bahagia melihat orang tuanya menjemputnya di bandara.
"Ayo honey, kita samperin mereka" ajak Reva mengandeng lengan suaminya dan melangkahkan kakinya menghampiri orang tuanya.
Saat sudah dekat, Reva langsung memeluk Mamahnya dan papahnya secara bergantian, dia sengaja tidak menyapa adiknya karena ingin menggodanya.
"Telnyata benal kata mamah, lebih baik tunggu di lumah aja dali pada di jemput tapi Gavinna nda di anggap," sindir Gavin.
Kakaknya itu tidak tahu aja kalau tadi yang merengek minta ke bandara itu dirinya, tapi sampai di bandara malah di cuekin.
Reva menoleh, dia terkekeh melihat wajah adiknya yang di tekuk.
"Kamu kenapa Gav" tanya Reva menahan tawa.
"Nahan belak" sahut Gavin nyleneh.
"Ke toiletlah, daripada nanti keluar di sini" ucap Reva.
"Gavin itu lagi kesal kenapa malah di suluh ke toilet" kesal Gavin, kakaknya itu tidak peka banget.
"Lah tadi kan yang bialng kamu sendiri, kenapa sekarang malah salahin kak Reva" Reva tak mau kalah dari adiknya.
Gavin menghela nafas panjang.
"Ayo mah kita pulang, nyesel Gavin kangen sama kak Leva" Gavin mengajak Mamahnya pulang karena merajuk dengan kakaknya.
Reva tertawa keras melihat adiknya yang tengah merajuk.
"Uluhhh...uluhhh....adik kak Reva yang paling ganteng tapi ngangenin" puji Reva sambil menguyel-nguyel pipi gembil adiknya membuat wajah Gavin merona karena mendengar pujian dari kakaknya.
"Wajahmu kenapa merah Gav?..ciee...ada yang blushing karena habis di puji" goda Reva.
"Kak Leva bisa diam nda sih Gavin na malu" Gavin geram dengan tingkah kakaknya.
Kini Arsen sedang mengobrol dengan menantu sekaligus keponakan.
"Bagaimana? Apa kamu sudah berhasil membobolnya" tanya Arsen penasaran.
"Tentu saja, memangnya orang pergi bulan madu itu mau ngapain kalau bukan main adu kekuatan" ucap Reynand sombong.
"Lalu bagaimana nanti kalau Reva hamil? Om kan sudah bilang kalau jangan buru-buru di bobol" sahut Arsen tak terima mendengar penuturan Reynand.
"Terua kenapa kalau hamil, Reva kan punya suami wajar saja kalau Reva hamil" ucap Reynand merasa aneh dengan kelakuan mertuanya.
"Dia masih di bawah umur Rey, om belum mau dia hamil dulu, nanti aja tunggu umur 25th" kekeuh Arsen.
"Papah mertua yang terhormat, Reva itu sudah umur 22th. Bagaimana bisa papah menganggapnya masih di bawah umur" ucap Reynand menekankan kata papah mertua.
Arsen bungkam, ucapan Reynand memang benar kalau putrinya sudah bukan lagi gadis di bawah umur, dia sudah dewasa dan bahkan sudah menikah juga.
Tapi dia selalu menganggap Reva itu bayi kecilnya dulu.
Reva dan Reynand memutuskan untuk pulang ke mansion Davidson terlebih dahulu, baru besok mereka berdua akan pulang ke rumah orang tua Reynand.
Bersambung
Jangan lupa like, koment, vote, gift🙏
Happy reading guys🙏