Baby Girl

Baby Girl
Part 23



"Wahhh, sunset nya bagus banget deh," decak Rista kagum. Jeremy menepati janji nya yang membawa nya ke pantai.


Untung saja mereka tepat waktu dan masih sempat melihat sunset di pantai yang begitu indah.


Rista menyadarkan kepala nya tepat di bahu Jeremy sedangkan pria itu dengan setia mengelus rambut Rista yang terkena angin.


Jeremy tak dapat menahan senyum nya melihat Rista yang begitu antusias dan terlihat begitu bahagia saat melihat sunset tersebut.


Sungguh, Jeremy ingin selalu membuat gadis itu selalu bahagia dan tersenyum.


"Kamu mau foto?" tanya Jeremy.


Rista menepuk jidat nya pelan, hampir sja dia melupakan untuk mengambil moment penting itu. Untung nya sang kekasih mengingatkan nya.


"Kau mau foto bersama mu, foto siluet juga bagus," seru Rista.


"Oke sayang, kau duluan. Foto sendiri dulu heum," ucap Jeremy kini mengambil alih kamera.


Beberapa gambar sudah di ambil Jeremy. Jeremy terus menyuruh Risra untuk berganti gaya.


"Sudah," ucap Jeremy yang tersenyum melihat hasil foto yang sudah di ambil nya.


"Thank you," ucap Rista mengecup pipi Jeremy dengan singkat.


Pria itu terkejut dns menyentuh pipi nya yang baru saja dikecup oleh sang kekasih.


Sedangkan Rista langsung berlari di pinggir pantai. "Weleee, ayo kejar aku kalo kamu bisa," ucap Rista.


"Kamu nantangin aku heum, oke liat aja nanti kalo aku udah dapetin kamu," ucap Jermey penuh seringai dan langsung mengejar kekasih nya itu.


Keduanya dilingkupi dengan canda dan tawa. Berjam-jam mereka menghabiskan waktu bersama. Sungguh malam yang indah dan menyenangkan.


***


"Eum, enak banget sumpah," ucap Rista yang asik dengan eskrim rasa vanila yang tadi dibelinya dari supermarket.


Rista bahkan membeli banyak untuk stok dirumahnya. Rista memang sangat menyukai eskrim rasanya setiap hari dia ingin memakan es krim.


Tapi terkadang sang kekasih membatasi dirinya untuk makan eskrim, dan Rista yang memang tak bisa tanpa eskrim mengabaikan peringatan dari sang kekasih.


Ini saja dia tak memberi tahu pada Jeremy jika dia membeli eskrim, bisa marah Jeremy jika melihat dia membeli eskrim sebanyak itu.


Ambil tersenyum sendiri Rista memakan eskrim NU mengingat hal semalam yang begitu berkesan dengan Jeremy.


Dia ingin menghabiskan lebih banyak waktu lagi bersama dengan Jeremy.


"Untung aja Jeremy hari ini kerjaan nya lagi banyak," Kikik Rista yang kini berjalan pulang kerumahnya.


Karena supermarket tidak jauh dari komplek perumahan nya.


"Jeremy,"


Rista melotot kaget saat melihat Jeremy berada dirumahnya. Pria itu kini sedang duduk di kursi sofa ruang tamu nya.


Wah, untung saja mama nya tidak ada dirumahnya saat ini.


Rista tak melihat mobil Jeremy didepan rumah, dan lagi dia baru saja keluar rumah dan tiba-tiba Jeremy ada dirumahnya.


"Eum kamu kok pulang cepet, kamu gak kuliah? tanya Rista pada Jeremy.


Jeremy hanya diam memandang datar kearah Rista yang tengah berdiri tak jauh dari posisinya berada.


"Eum kamu udah makan? atau mau aku buatin?" tanya Rista lagi. Sejujurnya dia takut dengan situasi yang seperti itu. Membuat nya tidak nyaman.


Jika Jeremy sudah menatapnya dengan pandangan datar seperti itu pasti pria itu tengah marah


"Apa yang aku katakan tentang makan eskrim heum," ucap pria itu yang akhirnya membuka suara.


"Eh, eum heheh," Rista meringis lupa dengan katung plastik yang berisi eskrim ditangannya. Tapi bagaimana Jeremy bisa tau kan eskrim nya tidak keliatan.


"Kau makan seperti anak kecil, lihat lah wajah mu," ucap Jeremy seakan tau pikiran Rista .


Rista lalu mengambil kaca kecil di kantung nya dan ternyata benar saja, mulutnya kini belepotan dengan eskrim.


Rista dengan cepat mengusap sisa eskrim yang masih menempel di sekitar mulutnya.


Jeremy bukannya tidak mengijinkan, hanya saja tak mungkin dia membiarkan Rista makan eskrim setiap hari.


Jeremy lalu bangkit dan merampas kantung milik Rista


"Jer, eskrim ku!" pinta Rista namun tak dihiraukan oleh Jeremy.


Pria itu mah berjalan dengan langkah lebar keluar rumah dan menemui satpam rumah Rista .


"Pak, bapak mau eskrim tidak, nih untuk anaknya," ucap Jeremy pada satpam yang sudah dia kenal itu.


"Wah, makasih banyak den," ucap pak satpam menerima eskrim tersebut.


"Saya permisi dulu den , mau tak masukin ke freezer, takut encer sebelum saya pulang nanti," ucap pak satpam yang diangguki oleh Jeremy.


"Aldrich eskrim aku mana!!" teriak Rista yang tengah berjalan ke arahnya.


Nafas gadis itu terlihat ngos-ngosan mengejar Jeremy yang berjalan dengan sangat cepat.


"Udah aku kasih sama pak satpam," jawab Jeremy tanpa beban.


Wajah Rista langsung memelas.


"Kayaknya aku bakalan ngawasin kamu lebih ekstra deh, kamu udah berani bohong dibelakang aku Hem, main-main sama aku," desis Jeremy.


"Tapi kan..."


"Tapi apa! mau amandel nya kambuh! iya! gak kapok?" desis Jeremy pusing dengan Rista yang susah untuk diperingatkan.


Jeremy sebenarnya bukanlah orang yang sabar, dia adalah tipe orang yang emosi an dan kesabaran nya hanya setipis kertas.


Namun untuk Rista dia berusaha mati -matian menahan emosi nya. Karena jika sudah terlanjur emosi dia pasti akan berlaku kasar dan berujung akan menyakiti gadisnya seperti sebelumnya.


"Sekarang jatah eskrim kamu cuma 1 kali dalam seminggu!!" tegas Jeremy yang membuat Rista tidak terima.


Jika Jeremy sudah berkata tegas seperti itu maka itu harus dia lakukan jika tidak dia akan mendapatkan hukuman.


"Kok gitu sih, aku gak bisa. 3 kali aja ya," mohon Rista mengerjapkan matanya dan dengan muka memelas.


"Boleh ya, Sayang boleh ya," pinta Rista merengek mengeluarkan jurus andalannya.


"Please heum, sayang boleh ya," ucap Rista lagi.


"****,"


Dia imut banget si. batin Jeremy tidak tahan.


Jeremy tidak bisa begini. Dia tidak bisa luluh dengan tatapan dari gadis nya itu. Tali sebenarnya dia tak tega apalagi saat Rista menatap nya dengan lebih harap begitu. Tapi ini dia lakukan untuk kesehatan gadis nya jadi dia tak boleh lemah.


Dan lagi apa tadi katanya, sayang.


Sungguh, Rista sangat jarang memanggil nya dengan panggilan sayang seperti itu. Rasanya dia ingin melompat lompat sekarang karena senang.


"Gak," balas nya dengan datar lada akhirnya lalu berjalan kembali kedalam rumah gadis itu.


Sempat dia lihat binar kebahagiaan dari Rista meredup membuat Jeremy menjadi sakit melihatnya.


"Akhh **** gue gak tega," ucap Jeremy.


Jeremy kembali memutar tubuhnya lalu memeluk gadis itu.


"Fine, tapi cuma 3 dalam seminggu. Deal!" ucap Jeremy pada akhirnya.


"Sungguh, benarkah? aaaa aku menyayangimu Jeremy," girang Rista membalas pelukan Jeremy


Cup


"Terimakasih," ucap nya setelah mengecup pipi pria itu lalu setelah nya melepaskan diri dan segera berlari kerumahnya dengan bersenandung gembira.


"Astaga, gemes banget si," ucap Jeremy.


Jeremy jadi tidak menyesali keputusannya tadi, hanya dengan hal kecil saja mampu membuat Rista bahagia.


"Sayang, tunggu. Masa cuma pipi yang kanan doang yang dicium, yang dikiri juga pengen yang," seru Jeremy menyusul sang kekasih.