
Erik dan Viona membawa Reva pulang ke rumah Rani, semua keluarga sedang berkumpul di rumah Rani termasuk kedua orang tua Gilang. Kebetulan orang tua Gilang sedang menengok cucunya.
Reva masuk kedalam rumah Rani dengan hati yang riang seperti biasanya.
"Assalamualaikum, Leva cantik datang ini" teriak Reva, namun penghuni rumah belum ada yang mendengarnya membuat Reva kesal dan meninggikan suaranya.
"Yuhuuuu....Leva cantik datang, apa ada olang di dalam?" teriak Reva.
Viona dan Erik geleng-geleng melihat tingkah Reva yang seperti tak pernah habis batrenya.
"Oh ya ampun cucu kakek datang rupanya, jangan teriak-teriak sayang nanti tenggorokan kamu sakit" ucap David menasihati cucunya.
"Soalnya dali tadi Leva ucap salam tapi tidak ada yang menyahut, membuat Leva kesal saja" ujar Reva mengerucutkan bibirnya sambil melipat tangannya di depan dada.
"Maaf sayang, tadi kita sedang mengobrol jadi tidak mendengarnya" ucap David penuh sesal sambil menggendong cucunya membawanya masuk ke dalam ruang keluarga. Erik dan Viona mengikutinya dari belakang.
Ketika sudah berada di ruang keluarga David menurunkan Reva dari gendongannya.
"Salim sama semuanya sayang" titah David. Reva pun mengangguk patuh.
Dia menyalami satu persatu semua orang yang ada di ruangan situ termasuk orang tua Gilang.
"Dia siapa Rik" tanya mama Gilang yang memang belum mengenal Reva.
"Anak Erik tante" jawab Erik santai sambil mendudukan bokongnya di sofa yang maish kosong, begitu juga Viona duduk di sisi Erik.
Reva yang merasa ada seseorang di dalam ruangan situ yang belum mengenal dirinya pun dia berinisiatif untuk memperkenalkan diri.
"Pelkenalkan tuan, nyonya, nama aku Leva anakna papi Elik, mami Viona, papa Alsen, mama Alisya, Daddy Leagan dan mommy Lenata" ucap Reva memperkenalkan semua orang tuanya.
Orang tua Gilang melongo tak percaya, bagaimana bisa dia mempunyai orang tua banyak.
"Kenapa orang tuamu banyak sekali sayang" tanya mama Gilang penasaran.
"Kalena meleka yang memintanya" jawab Reva sekenanya.
Mama Gilang menatap ke arah Erik seolah meminta penjelasan kepadanya. Erik mengambil nafas dalam.
"Dia anak Erik sama Alisya istri Arsen pemilik Global Group tante, tante pasti sebelumnya tahu tentang permasalahan Erik bukan" terang Erik. Orang tua Gilang mengangguk mengerti, dia tak lagi bertanya tentang itu.
Dia kembali mengalihkan perhatiannya ke Reva.
"Kamu lucu sekali sayang, kamu panggil Eyang saja ya jangan nyonya" pinta mama Gilang lembut.
"Baik Eyang" ucap Reva.
Reva mendekati Erik, lalu duduk di pangkuannya sambil bersandar di dadanya, Erik mengusap kepala putrinya.
"Onty Lani, Dedek Bala na mana" tanya Reva yang tak melihat keberadaan Bara.
"Adek Baranya tidur sayang, besok Reva bisa main dengannya. Adik Reva sudah keluar ya sayang?" saran Rani lalu bertanya kepada Reva.
"Iya Onty, adik Leva banak...tapi Leva pusing onty" Ucapnya semangat setelah itu dia mengeluh.
"Kenapa pusing" tanya Rani mengerutkan keningnya.
"Adikna Leva wajahnya kembal Semua, tanya saja sama papi Elik, iya kan pi?" ujar Reva, Erik mengangguk sambil tertawa kecil. Tentu saja wajahnya sama, namanya juga kembar.
"Tentu saja sama sayang, kan mereka bertiga kembar" ucap Rani terkekeh.
Reva mengerucutkan bibirnya sambil memainkan telapak tangan Erik.
"Mau Leva tukel onty, tapi nda boleh sama papa" keluhnya.
Semua tergelak keras mendengar keluhan Reva, tentu saja Arsen tidak memperbolehkan nya, itu anaknya bukan barang yang bisa di tukar tambah.
"Kenapa kalian semua teltawa" tanya Reva bingung sambil memicingkan matanya.
"Karena kamu lucu sayang" sahut David.
"Kalau itu Leva tahu kakek, dan Leva juga cantik" ucapnya narsis.
"Sekarang putri papi harus tidur, besok harus sekolah" ucap Erik sambil bangkit dari tempat duduknya sambil menggendong Reva ala bridal.
"Libul lagi boleh nda? Leva sudah pintal" tawar Reva.
"Tidak ada tawar menawar girl, besok kamu tetap harus sekolah" tegas Erik sambil membawa Reva menuju ke kamar tamu yang dulu pernah di tempati Erik ketika menginap di rumah Rani.
"Papa ini sepelti mama saja,nyuluhnya sekolah telus..." gerutu Reva, Erik hanya tersenyum tipis sambil membuka pintu kamar.
Viona mengekor di belakang Erik masuk kedalam kamar yang sudah di sediakan.
"Ayo mami bantu gosok gigi dulu" ajak Viona sambil mengambil keperluan Reva dari dalam tas milik Reva.
Viona menggiring Reva masuk kedalam kamar mandi, Viona membantu Reva menggosok gigi dan juga membersihkan kaki dan juga tangan.
Setelah usai Viona membawa Reva keluar dari kamar mandi, Viona melepas baju Reva dan menggantinya dengan baju tidur.
Viona merebahkan Reva di tengah ranjang di apit oleh Erik dan juga dirinya hingga membuat Reva terlelap.
......................
Esok Hari di perusahaan Global Group Nino memanggil ke tiga calon sekretaris baru untuk menggantikan sekretaris yang lama.
Nino memanggil satu persatu peserta calon sekretaris tersebut, dia menginterview nya.
Hingga kini tiba peserta terakhir calon sekretaris baru.
"Nessa right?" tanya Nino.
"Iya saya tuan" jawab Nessa sopan.
"Perkenalkan dirimu" perintah Nino.
Nessa memperkenalkan diri, dari nama panjang, nama panggilan,pendidikan serta pengalaman kerja sebelumnya. Nino mengangguk puas mendengarnya.
"Bagus, jika kamu ketrima nanti saya akan menghubungimu secepatnya. Sekarang kamu bisa keluar dari ruangan saya" ucap Nino.
"Terima kasih tuan" pamit Nessa dengan senyum yang tak pernah pudar dari wajahnya. Dia sangat percaya diri kalau dirinya akan di terima menjadi sekretaris di perusahaan Global Group.
Terlebih dengan background pendidikan Nessa yang dari lulusan Luar Negeri dia sangat yakin kalau diri nya akan di terima.
Sedangkan di dalam ruangan, Nino sedang melihat lagi semua Cv milik peserta barusan, dia memilih mana yang pantas menjadi rekan kerjanya. Ketika dia merasa sudah mendapatkan yang dia inginkan, dia memilih untuk keluar makan siang di restoran Alisya, sekalian dia juga ada meeting dengan kliennya di restoran tersebut.
Nino merapihkan berkasnya, dan dia memisahkan berkas yang akan dia bawa meeting. Setelah itu dia beranjak dari ruangannya dan menuju ke parkiran untuk mengambil mobilnya.
Ting
Lift yang di naiki Nino tiba di basment bawah.
Nino melangkah keluar dari lift dan berjalan mendekati mobilnya. ia membuka pintu mobilnya lalu masuk dan duduk di kursi kemudi.
Nino melajukan mobilnya keluar pergi meninggalkan gedung Global Group, dia membelah jalanan ibu kota yang sudah mulai padat merayap menjelang jam makan siang.
Dengan sabar Nino menjalankan mobilnya dnegan kecepatan sedang menuju ke restoran milik Alisya.
Mobil yang di kemudikan Nino sampai di depan Restoran Alisya. Dia keluar dari mobil lalu berjalan masuk ke dalam restoran Alisya.
Ketika masuk Nino langsung di sambut oleh Dewi karyawan sekaligus sahabat Alisya.
"Silahkan tuan, ada yang bisa saya bantu" sapa Dewi sopan dengan suara lembut.
Deg
"Lembut sekali suaranya, apa dia ya yang di maksud Reva" batin Nino sambil membaca name tag yang ada di baju Dewi.
Bersambung
Happy reading guys🙏