Baby Girl

Baby Girl
BAB 127



Setelah sekitar tiga hari di rawat di rumah sakit, hari ini Alisya sudah di perbolehkan pulang ke rumah, Arsen merapihkan barang bawaan Alisya dan juga triplet, soalnya sang bunda sedang menggendong salah satu anaknya, jadi kini Arsen yang membereskan semua barang bawaanya.


"Sudah semuanya, baby" tanya Arsen kepada sang istri.


"Sepertinya sudah semua, honey" jawab Alisya. Arsen mengangguk.


Arsen mengeluarkan ponselnya dari dalam saku, kemudian menghubungi Max menyuruhnya masuk kedalam untuk membawakan barang bawaanya.


"Baby, taruh mereka di stroller saja supaya kamu tidak capek" saran Arsen.


Alisya menaruh kedua bayinya di stroller, sedangkan yang satunya ia biarkan di gendongan mertuanya.


Ceklek..


Tak lama Max masuk datang dan membuka pintu kamar rawat Alisya.


"Bagaimana tuan" tanya Max


"Kau bawa tas itu Max" titah Arsen sambil menunjuk tas yang sudah ia susun rapih bersama perlengkapan yang lain.


Max langsung mengangkut semua barang bawaanya tuannya.


"Reva dimana Max?" tanya Arsen.


"Nona Reva masih di rumah adiknya tuan Erik, dia tidak mau pulang sebelum anda dan nyonya pulang" jawab Max.


"Anak itu tumben sekali tidak main ke rumah Rey, biasanya dia kalau kesepian selalu minta di antar ke rumah Rey" sahut Belinda sambil menggelengkan kepalanya.


"Sepertinya dia sedang sibuk dengan anaknya Rani bund, makanya di lupa sama Reynand" balas Alisya.


Setelah administrasi beres, Arsen dan Alisya serta Belinda beranjak dari kamar rawat yang selama tiga hari ini di tempati Alisya.


Arsen berjalan sambil merangkul pinggang ramping Alisya, sedangkan Alisya mendorong stroller yang berisi baby Ravin dan Rachel, sedangan Revan ada di gendongan Belinda.


Mobil Max sudah berada di depan lobby. Max melihat tuannya sedang berjalan mendekatinya, setelah memastikan semuanya masuk termasuk triplet, Max membantu memasukkan stroller kedalam bagasi belakang.


Setelah itu dia masuk kedalam mobil dan duduk di kursi kemudi.


Max mulai menjalankan mobilnya menyusuri jalanan ibu kota yang lumayan padat. Di dalam mobil merasa sepi karena tidak ada celotehan dari Reva yang biasanya akan membuat suasana akan terasa lebih rame jika ada dirinya.


"Anak itu sedang apa ya, honey" tanya Alisya tiba-tiba.


"Anak itu siapa" tanya Arsen.


"Tentu saja Reva, sepi juga tidak ada dia, biasanya dia yang akan merusuh dan selalu membuat kita jengkel" ucap Alisya sambil memangku putranya yang sedang terlelap. Arsen mengangguk membenarkan perkataan istrinya, meskipun Arsen sering berantem denagn Reva tapi justru hal itulah yang membuat ia kangen dengannya.


"Aku sudah menyuruh Max untuk menjemputnya nanti" ucap Arsen. "Baby, apa kita akan menggunakan jasa pengasuh untuk triplet" tanya Arsen.


"Sebenarnya aku lebih suka mengasuh sendiri seperti Reva dulu, tapi kalau sekarang aku asuh sendiri pasti aku akan repot, honey, terlebih dia ada tiga" ujar Alisya sambil memandangi wajah pulas putranya yang tak terusik apapun.


"Akan lebih baik kita menggunakan jasa baby sitter baby, aku tak mau melihatmu lelah mengurus mereka bertiga, empat sama Reva, anak itu juga masih membutuhkan perhatian kita....takutnya kalau kita terlalu fokus sama triplet nanti dia merasa terabaikan" ucap Arsen. Karena Reva masih sangat membutuhkan perhatian orang tuanya untuk tumbuh kembangnya.


Banyak orang mengatakan jika anak adalah cerminan dari orang tua. Hal tersebut karena anak mencontoh kebiasaan yang di lakukan oleh ayah dan ibunya. Dan akhirnya akan menjadi kebiasaan dirinya. Maka dari itu, setiap orang tua wajib memperlihatkan contoh yang baik dan melakukan pola suh anak yang benar agar perkembangan fisik dan mentalnya menjadi lebih baik.


Di usia Reva yang mau memasuki 5 tahun, dia akan menjadi lebih aktif dan juga lebih kritis terkait semua hal yang ingin di ketahuinya.


Tidak memberikan batasan antara anak dan orang tua bukan berarti anak bisa berlaku seenaknya sama orang tua. Anak tetap harus berlaku sopan kepada orang tua.


......................


Mobil yang di kemudikan Max berhenti di depan Mansion Arsen.


"Saya permisi dulu tuan ,saya akan menjemput non Reva dulu" pamit Max.


"Tak usah Max, biar aku saja yang menjemputnya, sekalian aku akan ke kantor sebentar menemui Nino. Kamu bisa pulang sekarang" cegah Arsen.


"Baik tuan" ucap Max.


Arsen kangen dengan putrinya, dia akan mengajak jalan-jalan sebentar membeli mainan setelah dari kantor nanti.


"Baby, aku jemput Reva dulu ya, setelah itu akau akan ke kantor sebentar" pamit Arsen sambil mencium kening istrinya.


"Hati-hati honey" ucap Alsya, Arsen mengangguk tersenyum sambil mengusap kepala istrinya.


Setelah itu dia lansung berlalu meninggalkan istrinya dan juga triplet.


Skip perjalanan__


"Assalamualaikum..." sapa Arsen ketika sudah berada di rumah Rani.


"Waalaikum salam... Tuan Arsen silahkan masuk" sahut Jasmine sambil berlari tergopoh gopoh menyambut Arsen.


"Saya hanya ingin menjemput Reva Nyonya, kebetulan mamanya dan juga ketiga adiknya sudah pulang ke rumah" ucap Arsen.


"Masuk dulu, kebetulan Reva lagi di dalam main sama anaknya Rani" pinta Jasmine.


Arsen pun patuh, ikut masuk ke dalam rumah Rani. Perhatian Reva teralihkan karena melihat kedatangan Arsen.


"Papa ngapain kesini" tanya Reva.


"Jemput kamu sayang, mama sama adikmu sudah pulang ke rumah, nanti kalau libur kamu bisa main kesini lagi" jawab Arsen. Reva mengangguk kepalanya.


Reva berpamitan kepada semua orang yang ada di ruangan itu. Terakhir ia berpamitan dengan Rani.


"Onty Leva pulang dulu, nanti tolong onty bilang sama papi Elik sama mami Viona kalau Leva sudah pulang, nanti kalau Leva libul Leva main kesini lagi" pamit Reva menitipkan peaan kepada Rani untuk sang papi.


"Iya sayang, nanti Aunty Rani sampaikan sama papi dan mami kamu" ucap Rani mencium kening Reva, setelah itu Reva mencium punggung tangan Rani.


*


Di dalam mobil


"Kita ke kantor papa dulu sayang nemuin om Nino" ucap Arsen sambil menjalankan mobilnya.


"Iya pa, Leva juga ada ulusan sama om Nino" sahut Reva sok tua.


"Urusan apa kamu sama om Nino, kamu masih kecil tidak usah aneh-aneh ya" ucap Arsen curiga.


"Memangnya aneh-aneh apa? Papa ini sukanya belbuluk sangka sama Leva, dosa tau tidak" ketus Reva sambil melengoskan wajahnya.


Perdebatan-perdebatan kecil itu maaih terus berlanjut sampai mobil tiba di depan lobby perusahaan Global Group.


Arsen keluar dari mobil dan berjalan memutari mobil, lalu membukakan pintu untuk putrinya.


Arsen menggendong putrinya masuk ke dalam perusahaan untuk menemui Nino di ruangannya.


Bersambung.


Happy reading guys🙏