Baby Girl

Baby Girl
Bertemu mantan kekasih



cuss ke F***o


Kisah anak Arga Wijaya, saquel dari novel istri kesayangan tuan arga



Kaivan Arkatama Wijaya, merupakan anak kelas tiga menengah atas di SMA pelita harapan, parasnya yang tampan membuat dia disukai banyak wanita, tak hanya satu angkatannya saja yang menyukainya, namun adik kelasnya juga banyak yanh menyukai Kaivan terutama para murid perempuan.


Kaivan yang setia tentu tidak pernah melirik kearah mereka semua, dia tetap setia pada satu wanita yang saat ini masih menjadi kekasihnya, dua tahun sudah mereka menjalin hubungan sejak dari duduk di bangku kelas satu hingga sekarang masuk kelas tiga SMA mereka masih bersama bahkan satu kelas.


Arsyilla amyrah yabg sering di panggil Syilla merupakan kekasih Kaivan dari kelas satu hingga sekarang, Arsyila berasal dari keluarga yang biasa saja, ayahnya seorang PNS dan ibunya hanya ibu rumah tangga, tapi Kaivan tidak mempersalahkan itu semua.


Arsyilla yang baik dan seru membuat Kaivan nyaman berada di dekatnya.


Rania Dimitry, merupakan sahabat Kaivan dari SMP namun diam-diam Rania menyukai Kaivan.


Kaivan tak tahu kalau Rania menyukainya, pasalnya selama ini hubungan dia memang akrab jadi Kaivan merasa tidak ada yang aneh dengan sikap Rania kepadanya.


Namun tanpa Kaivan sadari selama ini Rania mencoba merusak hubungan Kaivan dengan Arsyilla tanpa sepengetahuan Kaivan. Dia sudah mencobanya beberapa kali tapi tidak berhasil.


"Hai, anak singa lagi ngapain" sapa Kaivan sambil duduk di sebelah sang kekasih.


Syilla menoleh sambil melihat kearah Kaivan sambil melototkan matanya tak terima di panggil anak singa, bukannya takut malah membuat Kaivan gemas.


"Dasar anak macan" ketus Syilla dan Kaivan pun tertawa terbahak.


Syill memukul lengan Kaivan karena kekasihnya itu menertawakannya.


"Ampun sayang ampun" mohon Kaivan sambil memegangi lengan Syilla.


"Siapa suruh tertawa" sahut Syilla sebal.


Kaivan menghentikan tawanya dan merapihkan rambut kekasihnya yang sedikit berantakan.


"Ayo kekantin" ajak Kaivan.


"Malas, aku disini saja" tolak Syilla sambil merebahkan kepalanya diatas meja.


"Kenapa hmm" tanya Kaivan.


"Malas jalan, capek" jawab Syilla alasan.


"Dasar pemalas" ujar Kaivan sambil mencubit pipi Syilla.


"Sakit, sudah sana kekantin saja, aku tak apa sendirian disini" ucap Syilla.


"Yasudah kalau begitu mau nitip apa? Biar nanti aku belikan" tanya Kaivan.


"Emmm...nitip jus jeruk aja,boleh?" jawab Syilla.


"Boleh, ngga mau makan sekalian" tawar Kaivan lagi.


Syilla menggelengkan kepalanya tidak mau, dia masih kenyang karena tadi pagi kebetulan dia sarapan cukup banyak.


Kaivan mengacak rambut Syilla gemas dan keluar dari kelas menyusul teman-temannya yang sudah lebih dulu kekantin.


Setelah memesan makanan barulah Kaivan menghampiri teman-temannya.


"Syilla mana?" Tanya Bayu teman Kaivan.


"Tidak ikut, lagi males jalan katanya" jawab Kaivan sambil duduk di kursi kosong.


"Ada-ada aja tuh bocah, biasanya paling semangat kalau diajak kekantin" timpal Rendy.


"Biarin aja, daripada di paksa nanti yang ada ngambek, kita-kita juga nanti yang repot" ucapĀ  Bayu yang sudah hafal betul dengan sifat Syilla.


Syilla menjadi satu-satunya perempuan di genk Kaivan, pembawaan Syilla yang selalu ramai membuat Bayu dan Rendy suka dengan Syilla, suka dalam berteman, karena mereka berdua tahu kalu Syilla sudah menjadi milik Kaivan dan mereka tidak mungkin merebutnya.


Sedangkan Rania meskipun mereka tahu kalau dia sahabatnya Kaivan tapi Bayu dan Rendh tetap tidak menyukainya, menurut mereka berdua Rania itu terlalu munafik.


Melihat dari gerak geriknya mereka tahu kalau Rania menyukai Kaivan, tapi sudah berulang kali mereka memberitahu sahabatnya tapi Kaivan tak pernah percaya.


Tak lama datanglah Rania menghampiri mereka dan duduk di sebelah Kaivan.


"Boleh aku gabung" tanya Rania sok akrab.


"Kamu sudah duduk, ngapain nanya lagi" sahut Bayu ketus.


"Maaf kalau aku menganggu" ucap Rania sedih.


"Duduklah, ngga usah kekanakan, Bayu hanya bercanda" ucap Kaivan sambil melototi Bayu, agar berhenti menyinggung Rania.


Bayu merotasi bola matanya malas, ia tahu kalau itu hanya akal-akalan Rania saja supaya di bela Kaivan.


Dalam hati Rania bersorak senang mendapat pembelaan dari Kaivan, dia mendudukan kembali bokongnya di sebelah Kaivan.


Makanan mereka pun datang, dan mereka mulai menyuapkan makanannya kedalam mulutnya.


"Emmm.. kai, boleh aku minta bakso kamu? Dikit aja, kek nya enak" pinta Rania modus.


"Kamu kan punya makanan sendiri" ujar Kaivan sambil mengunyah baksonya.


"Tapi punyaku nasi goreng bukan bakso" ucap Rania manja.


"Terus kenapa tadi pesannya nasi goreng bukan bakso, aneh" cletuk Rendy merotasi bola matanya malas.


Karena tak ingin ribut akhirnya Kaivan memberikan dua buah baksonya kepada Rania.


"Terima kasih" ucap Rania tersenyum.


Mereka kembali diam dan fokus menghabiskan makanannya.


"Ayo kita kekelas, kasihan Syilla kelamaan nunggu minumnnya" ajak Bayu selesai menghabiskan makanannya.


Kaivan mengangguk setuju, berbeda dengan Rania mengepalkan tangannya tak suka.


"Tapi Kai makanan ku belum habis" rengek Rania berharap Kaivan mau menemaninya.


"Maaf Ra, tapi aku harus segera balik kekelas" ucap Kaivan tak ingin membuat kekasihnya terlalu lama menunggu.


"Yaudah deh" ujar Rania pasrah.


Kaivan menepuk bahu Rania lalu pergi meninggalkan Rania.


"Syilla lagi, Syilla lagi, kenapa selalu wanita itu yang mereka perhatikan" gerutu Rania sambil meremas sendok yang ia pegang.


****


"Aelah, nih bocah malah tidur" ucap Rendy ketika sampai diruang kelas, ia melihat Syilla merebahkan kepalanya di atas meja sambil memejamkan matanya.


Kaivan mendekati Syilla dan mengusap pipinya lembut.


"Sayang bangun" panggil Kaivan.


Syilla merasa terusik akibat sentuhan tangan Kaivan di pipinya, Syilla pun mengerjabkan matanya, ia melihat kekasihnya dan juga temannya sudah ada di hadapannya.


"Kalian sudah kembali" tanya Syilla seraya menegakkan duduknya.


"Sudah, maaf lama ya" ucap Kaivan sambil memberikan jus jeruk pesanan Syilla, tak hanya itu Kaivan juga membelikan batagor untuk Syilla, karena takut kekasihnya itu lapar.


"Kenapa ada batagor juga? Kan aku cuma pesan jus jeruk" tanya Syilla bingung.


"Biar kamu ngga lapar, soalnya kamu kalau lapar berisik" sahut Bayu membuat Syilla mengerucutkan bibirnya.


Kebiasaan Syilla kalau lapar pasti tantrum kek bocah bayi, makanya sebisa mungkin Kaivan menyuruh kekasihnya makan agar tidak lapar, lagi sedang malas Kaivan akan menyiapkan cemilan untuk kekasihnya itu.


"Sudah cepat makan, nanti keburu jam istirahat habis" titah Kaivan.


"Tapi aku tidak lapar" ujar Syilla.


"Simpen saja buat nanti" kata Kaivan.


Syilla mengangguk, setelah meminum minumannya Syilla memasukkan batagornya kedalam laci.


"Nanti malam mau ikut ngga" tanya Kaivan kepada Syilla.


"Mau kemana" Syilla bertanya balik.


"Mau nonton balap sama mereka" jawab Kaivan sambil menunjuk kearah kedua temannya.


"Ikut, tapi jemput ya"


"Iya nanti di jemput"


Jam istirahat habis, guru pun masuk kedalam kelas, mereka mulai fokus mengikuti pelajaran.


Bersambung