
Ceklek
Arsen membuka pintu kamarnya setelah menidurkan Reva di kamarnya, dia melihat istrinya sudah berbaring dia atas ranjang.
"Honey, aku sudah menyiapkan air untuk mu mandi" ucap Alisya memiringkan badannya melihat ke arah suaminya.
"Terima kasih baby, aku akan mandi terlebih dahulu...setelah itu aku akan menemanimu tidur" sahut Arsen memasuki kamar mandi, tubuh Arsen sudah menghilang di balik pintu kamar mandi.
Alisya menunggu suaminya sambil melihat email yang di kirim Dewi.
Tiga puluh menit berlalu Arsen keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan boxer saja, kalau tidur Arsen jarang memakai kaos, dia lebih sering bertelanjang dada.
Arsen melihat istrinya yang sudah terlelap namun sedikit gelisah tidurnya. Arsen mendekati ranjang istrinya lalu ikut merebahkan tubuhnya di samping istrinya.
Arsen memiringkan tubuh istrinya dan membawanya ke dalam pelukannya, sambil mengganjal punggung istrinya dengan menggunakan bantal.
"Eughhh" lenguh Alisya mengeratkan pelukannya di tubuh suaminya, lalu menduselkan wajahnya di dada Arsen mencari kenyamanan.
Arsen memeluk istrinya sambil mengusap punggung istrinya, perlahan Alisya mulai tenang dalam tidurnya.
Arsen mempelajari banyak hal tentang ibu hamil, jadi dia tahu kalau terkadang ibu hamil suka gelisah dalam tidurnya karena posisi tidurnya yang tidak nyaman.
Pukul 12.00 malam Arsen keluar dari kamarnya, dia pergi ke dapur untuk mencari makanan karena merasa lapar.
Arsen membuka kulkas, dia menemukan kue dan juga buah yang biasa ia beli untuk istrinya sehabis pulang kerja.
Dia makan kue serta buahnya sambil duduk di meja makan.
Tak lama tiba-tiba istrinya menyusul ke dapur mencari keberadaan suaminya sambil memanyunkan bibirnya. "Honey, aku mencarimu ke ruang kerja, tapi ternyata kamu malah di sini" sapa Alisya.
Arsen menoleh melihat bibir manyun istrinya denagn wajah ngantuknya, Arsen bangkit dari duduknya mendekati istrinya. "Baby, kenapa kamu bangun hmm" tanya Arsen sambil membawa Alisya duduk di kursi makan, setelah itu dia mendudukan diri di sebelah istrinya.
"Aku tidak bisa tidur karena tidak ada yang memelukku" kesal Alisya sambil menyandarkan kepalanya di bahu suaminya karena masih merasa ngantuk.
Arsen tertawa kecil, Alisya tidak bisa tidur jika tidak di peluk dirinya, "Maaf, aku meninggalkanmu baby....Aku ke dapur sebentar karena aku lapar, baby" ucap Arsen sambil mengelus surai panjang istrinya.
"Apa kamu ingin aku masakan sesuatu, honey" tanya Alisya sambil menegakkan duduknya.
Alisya tahu, karena semenjak kehamilannya suaminya itu suka lapar di tengah malam, biasanya Alisya akan menyiapkan makanan untuk Arsen, jadi kalau suaminya bangun tengah malam Arsen tinggal memanaskannya saja.
Tapi malam ini tidak ada makanan karena tadi Alisya menyuruh pelayan agar tidak memasak untuk makan malam, karena dia makan malam di luar. Dan tadi setelah pulang Alisya langsung istirahat karena lelah.
"Tidak, aku sudah kenyang....sekarang kita tidur lagi, bumilku tidak boleh begadang" tolak Arsen langsung mengangkat tubuh Alisya ala bridal style dan membawanya kembali kekamar.
"Honey turunin, tubuhku berat" pinta Alisya.
"Kata siapa baby? Bahkan tubuhmu seringan kapas" sahut Arsen.
"Mana ada, tubuh ku mulai membengkak begini" kesal Alisya.
"Yang penting istriku ini tetap cantik, dan aku tetap akan mencintaimu meskipun tubuhmu tak ramping lagi" gombal Arsen sambil merebahkan tubuh Alisya di ranjang
Alisya menggigit dada suaminya gemas
"Awwww..." desis Arsen sambil mengusap dadanya "kamu ini kenapa suka sekali menganiaya suamimu hmm" ucap Arsen sambil mencapit hidung Alisya dengan kedua jarinya.
"Karena kamu sangat menyebalkan" ujar Alisya seraya merubah posisinya membelakangi Arsen.
Arsen menelusupkan lenganya kebawah kepala Alisya, lalu memeluk istrinya dari belakang seraya mengelus elus perut buncit istrinya.
......................
Waktu berjalan bergitu cepat, kini kandungan Alisya sudah memasuki usia empat bulan, namun perut Alisya seperti orang hamil enam bulan, karena mengandung triplet.
Pada masa ini, sistem saraf janin sudah mulai berfungsi dan organ reproduksinya telah berkembang sepenuhnya. Bumil mungkin sudah bisa melihat jenis kelamin bayinya ketika melakukan USG.
Namun Alisya dan Arsen sepakat tidak akan melakukan USG untuk mengetahui jenis kelamin calon buah hatinya. Apa pun jenis kelaminya Arsen tetap akan menerima serta menyayangi buah hatinya.
Hari ini Arsen memutuskan ingin mengajak istrinya babymoon, kalau kelamaan Arsen takut perut istrinya semakin membesar dan susah untuk diajak bepergian.
Kebetulan sekolah Reva juga sedang libur. Namun putrinya itu menolak ajakan kedua orang tuanya. Beruntung sang oma sudah pulang.
"Girl, kamu yakin tidak ingin ikut papa sama mama?" tanya Arsen lagi.
"Tidak papa, Leva sudah janji mau ikut libulan sama Ley," jawab Reva tanpa mengalihkan pandangannya dari ipadnya.
"Sayang, kalau sedang di ajak bicara tatap lawan bicaranya, jangan malah asik sendiri" tegur Alisya.
Reva langsung meletakan ipadnya kemudian menatap kedua orang tuanya.
"Reva ikut mama ya, mama takut nanti Reva malah akan merepotkan mommy Renata" bujuk Alisya. Namun Reva tetap menggelengkan kepalanya.
"Jangan di paksa kalau tidak mau sayang, nanti biar Reva sama bunda, bunda akan ikut mereka liburan" ucap Belinda.
Alisya menghela nafas berat, dia tidak pernah berjauhan sama putrinya, terakhir dia meninggalkannya ketika pergi ke bogor pada waktu itu, itu pun dia mempercepat pekerjaanya.
"Jangan khawatir baby, ada bunda yang akan menjaganya" ucap Arsen menenangkan kekhawatiran istrinya.
Alisya mendekati putrinya sambil emngelus pipi putrinya dengan sayang, "Kalau mau ikut mommy Renata, Reva nanti jangan nakal dan jangan merepotkan , Reva harus patuh sama mereka....kalau nakal mama tidak ijinkan Reva ikut sama mereka."peringatnya.
"Iya mama, Leva nda nakal" ucap Reva patuh.
"Kalau begitu mama sama papa berangkat dulu ya" pamit Alisya lalu menciumi wajah putrinya. Setelah itu giliran Arsen yang pamit ke putrinya
"Ah....papa pasti akan merindukanmu girl" pamit Arsen sambil memeluk Reva posesif.
"Leva juga nanti pasti lindu sama papa, lindu ngerjain papa,hihihihi" ucap Reva lirih sambil tertawa.
Alisya selalu di buat jatuh cinta oleh suaminya yang begitu lembut dan penuh kaish sayang kepada putrinya.
"Sudah, nanti kalian ketinggalan pesawat" Belinda melerai pelukan ayah dan anak itu.
Arsen mencium puncak kepala putrinya, lalu beralih menciumi seluruh wajah putrinya, Arsen seolah tak rela meninggalkan putrinya yang terkadang suka membuatnya jengkel.
"Udah papa, wajah Leva sudah basah ini" Protes Reva sambil menjauhkan wajahnya.
"Reva nanti harus sering-sering hubungi papa ya"pinta Arsen.
"Iya papa" jawab Reva patuh.
Dengan berat hati akhirnya Alisya dan Arsen pergi meninggalkan putrinya menuju ke bandara.
Bersambung
Happy reading guys🙏