
"Really, apa yang sedang bapak pikirkan sekarang," ucap Rista tak percaya saat Melviano bisa-bisa mengatakan jika dia ingin menjadi yang kedua.
"Pak, bapak tampan, kompeten, sudah bekerja dan pria yang baik, aku yakin banyak yang menginginkan bapak," ucap Rista.
"Aku tidak perduli dengan orang - orang di luaran sana, yang paling penting sekarang, aku hanya menginginkan mu seorang, aku tidak menginginkan yang lain nya Rista, aku hanya menginginkan mu," ucap Melviano tetap kekeh.
Dia memang sudah gila, entah lah mengapa dia bisa tergila-gila dengan Rista. Padahal apa yang di katakan oleh gadis itu benar, pasti banyak yang mau bersama nya.
"Maaf pak, saya tidak bisa," tolak Rista entah sudah ke berapa kali nya dia menolak pria yang tenga berada di hadapan nya ini.
"Terserah apa katamu, aku akan menunggu sampai dimana kamu menginginkan ku juga, sebelum kamu sah milik Kris lain aku tidak akan berhenti Rista, tidak akan semudah itu saya menyerah," ucap Melviano yang terlihat sangat bersungguh-sungguh.
"Saya pamit, semoga harimu menyenangkan," ucap Melviano lalu pergi dari rumah Rista.
Rista mengehela nafas nya, entah bagaimana lagi cara nya untuk menolak dosen nya tersebut.
Rista akhirnya memasuki rumah nya dengan lesu.
"Kenapa tuh muka nya kusut banget," ucap Evelin melihat anak nya.
"Gapapa mah, lagi banyak pr aja," ucap Rista langsung duduk di kursi.
"Entar mamah ambil air hangat dulu," ucap Evelin beralih ke dapur meninggalkan Rista yang tengah pusing.
Gadis itu memijit pelan kepala nya yang berdenyut-denyut.
"Apa yang harus aku lakukan yah, apa aku buat Pak Melvin ilfil aja kali ya," pikir Rista yang tengah merancang sesuatu di otak nya.
Saat tengah fokus, Rista dikagetkan dengan kedatangan mama nya yang datang membawa segelas air untuk nya.
"Nih diminum dulu, kok malah ngelamun aja sih," Ucap Evelin.
"Heheh maaf mah, makasih air nya," ucap Rista meminum air tersebut yang berhasil membuat diri ny sedikit merasa tenang.
"iya mah," balas Rista.
"Gimana jika bareng sama mamah aja, udah lama kan kita gak liburan bareng," ucap Eveline.
"Mama benar juga, yaudah yuk kapan mah, aku mau," ucap Rista yang kembali bersemangat.
"Em kamu mau nya kemana?" tanya Eve.
"Em aku ngikut aja mah, yang penting bareng sama mama,"
"Pantai gimana?"
"Not bad, boleh deh,"
"Yaudah hari Weekend kita pergi ya," ucap Eve pada putri nya tersebut dan diangguki oleh Rista.
Terjadi keheningan diantara mereka selama beberapa menit hingga Eve lah yang kembali membuka obrolan di antara mereka kembali.
"Bagaimana kuliah mu, lancar apa bagaimana heum," ucap Eve sambil mengelus rambut milik Rista.
"Ya begitu mah, lancar kok, doain aja biar aku cepet Lulus," ucap Rista, dengan begitu dia tak harus selalu bertemu dengan Melviano juga nantinya.
"Tentu saja sayang, doa mama selalu menyertai kamu," ucap Eve.
"Lalu bagaimana dengan dosen kamu yang ganteng itu," Eve menaik turunan alisnya.
"Ih apa sih mah, jangan membahas nya," ucap Rista yang tak suka
TBC