
Pukul 11 siang Reynand bersiap-siap pergi bersama Abi menuju ke restoran yang sudah di tentukan oleh Julian.
"Berkas meetingnya sudah kamu siapkan semua belum Bi" tanya Reynand.
"Sudah tuan" tanya Abi sambil memperlihatkan berkas yang ia bawa.
"Kalau begitu kita berangkat sekarang" ajak Reynand.
Reynand pun berjalan ke arah pintu dan keluar dari ruangannya di ikuti Abi dari belakang.
Mereka masuk ke dalam lift dan turun ke lobby. di bawah sopir sudah menyiapkan mobil Reynand.
"Saya bawa mobil sendiri Bi" ucap Reynand lalu masuk kedalam mobilnya.
Abi un masuk kedalam mobilnya sendiri.
Reynand sengaja membawa mobil sendiri, pasalnya nanti setelah makan siang ia akan mengajak Reva ke suatu tempat.
Mobil Reynand dan mobil Abi pun meluncur menuju ke restoran X.
Mobil keduanya parkir bersebelahan, Reynand keluar dari mobil begitu juga dengan Abi.
Abi mengikuti Reynand dari belakang masuk kedalam restoran tersebut. Mereka menuju ke ruang VIP yang sudah di pesan oleh Julian.
Ceklek...
Reynand dan Abi masuk kedalam ruangan tersebut, di dalam ruangan terlihat sudah ada Julian, Jenni, dan juga asisten Julian.
"Selamat siang tuan Julian" sapa Reynand sambil mengulurkan tangannya.
Julian pun bangun dari tempat duduknya dan menyambut uluran tangan Reynand.
"Selamat siang juga tuan Reynand, silahkan duduk tuan" sahut Julian seraya mempersilahkan Reynand duduk.
Sebelum duduk tak lupa Reynand juga memyapa Jenni dan juga asisten Julian.
"Mari kita mulai acara meetingnya tuan" pinta Reynand yang tak suka berbasa basi.
"Buru-buru sekali tuan Reynand bagaimana kalau kita makan siang terlebih dahulu" sahut Julian yang sengaja ingin mendekatkan Reynand dengan putrinya.
"Iya tuan Reynand, kita juga jarang ketemu lebih baik kita makan siang dulu setelah itu kita lanjut meeting, akan lebih fokus jika kerja dalam keadaan perut kenyang" timpal Jenni dengan suara yang sedikit di buat-buat.
Reynand mendengus kesal, ia selalu saja melihat kearah pintu berharap kekasihnya akan datang dan menyelamatkannya.
"Baiklah kalu begitu kita makan terlebih dahulu" sahut Reynand terpaksa mengiyakan permintaan mereka.
Tak lama pelayanpun datang membawakan menu makan siang untuk mereka, dan menyajikannya di atas meja.
"Maaf aku terlambat" suara seseorang yang baru saja masuk kedalam bebarengan dengan pelayan yang ingin keluar.
"Sayang, kau datang juga" ucap Reynand tersenyum lega melihat kekasihnya yang ia tunggu akhirnya datang juga.
Reynand pun menepuk sisi yang kosong dan menyuruh Reva untuk duduk di sebelahnya.
Reva pun dengan senang hati mendekati kekasihnya dan langsung duduk di samping Reynand.
"Maaf honey, aku tadi terjebak macet di jalan, makanya aku datang terlambat" ucap Reva manja sambil memeluk pinggang Reynand dan juga menatap wajah kekasihnya.
"Tak apa, yang penting kamu sudah sampai sini dengan selamat" sahut Reynand sambil mengusap pipi lembut kekasihnya.
Mereka terus bermesraan seolah tidak ada orang lain di ruangan tersebut.
"Khemm" Julian berdehem menyadarkan mereka.
"Mari kita makan tuan Reynand" ajak Jukian seraya mempersilahkan Reynand makan.
Reynand pun membalasnya dengan sebuah anggukan, lalu dia kembali memperhatikan kekasihnya.
"Mau makan apa hmm" tanya Reynand.
Reva memandang ke arah meja makan yang hanya ada makanan mereka, sedangkan untuk dirinya tidak ada.
"Makan berdua sama kamu aja boleh tidak" Sahut Reva sambil melirik ke arah Jenni yang terus melihat ke arahnya.
"Tentu saja boleh, aku akan menyuapimu" ucap Reynand sambil menggesekan hidung mancungnya ke hidung Reva.
"Astaga bucin sekali tuan Reynand sama nona Reva, tidak tahu apa kalau sejak tadi ada yang iri melihat kemesraan mereka." batin Abi.
Reynand tak memperdulikan tatapan orang-orang yang ada di ruangan itu, dia dengan telaten menyuapi Reva dan juga dirinya sendiri.
"Tapi kamu baru makan beberapa suap saja sayang" kata Reynand.
Tangan Reva terangkat mengelus lembut wajah Reynand.
"Aku sudah merasa kenyang dengan melihat dan menatap keindahan wajahmu ini honey".
Blushh.....
Wajah Reynnad langsung memerah mendengar gombalan dari kekasihnya itu
Wanita di hadapannya ini mampu membuat dunianya jungkir balik karena merasa terlalu bahagia.
"Apa kamu sedang merayuku sayang"
"Tidak, aku hanya sedang memuji kekasihku saja" ucap Reva sambil mengerlingkan matanya nakal.
"Dasar nakal" kata Reynand sambil menarik hidung mancung Reva.
Reynand pun akhirnya menghabiskan makanannya, ia tak mau memaksa Reva nanti kalau lapar juga dia akan meminta makan sendiri.
Acara makan siang pun selesai, dan kini mereka melanjutkan meetingnya.
Sedangkan Reva hanya diam saja tak ingin ikut campur urusan pekerjaan Reynand.
Kurang lebih satu jam akhirnya meeting mereka pun selesai, dari tadi Reva tak sedikitpun memberikan celah untuk Jenni mendekati kekasihnya.
"****, susah juga mendekati tuan Reynand, apalagi wanita itu selalu saja menempel sama tuan Reynand" umpat Jenni dalam hati, ia kesal melihat Reva yang selalu ada di samping Reynand. Hingga membuat dirinya kesulitan untuk mendekati Reynand.
"Kalau begitu saya pamit pergi dulu tuan Julian" pamit Reynand sambil merangkul pinggang Reva.
"Iya tuan Reyanand, senang bekerja sama dengan anda" sahut Julian dengan senyum yang di paksakan.
Setelah itu Reynand, Reva dan juga Abi beranjak pergi dari ruangan tersebut.
Mereka berjalan keluar dari restoran menuju kemobil yang ada di parkiran.
"Tolong handle pekerjaan saya di kantor Bi, karena saya langsung akan pergi sama Reva dan tidak kembali kekantor lagi" ucap Reynand.
"Baik tuan" sahut Abi sambil menghela nafas sabar. Alamat dia lembur lagi mengerjakan pekerjaan bosnya.
Reynand dan Abi masuk kedalam mobil masing-masing, begitu pun Reva yang juga masuk ke mobil Reynand.
"Memangnya kita mau kemana, honey" tanya Reva ketika mereka sudah berada di dalam mobil.
"Kita ke butik sayang, kamu butuh gaun untuk acara nanti malam" jawab Reynand mulai melajukam mobilnya meninggalkan area restoran.
"Kenapa harus membeli gaun? kan cuma makan malam berdua aja, apa baju yang ku pakai hari ini kurang bagus hoeny makanya kamu ingin membelikanku baju" ucap Reva bingung.
"Tidak, baju mu selalu bagus dan kamu selalu cantik memakai baju apapun" kilah Reynand memberi sedikit pujian kepada kekasihnya.
"Kan kamu tahu honey, kalai aku dari dulu memang sudah cantik" ucap Reva dengan percaya dirinya sambil mengedip ngedipkan matanya lucu. Membuat mereka Reynand tertawa begitu juga Reva yang ikut tertawa.
"Haisss... Kau selalu saja percaya diri sayang" ucap Reynand sambil mengusap kepala kekasihnya.
"Bukankah percaya diri itu penting honey," sahut Reva.
"Iya kau benar honey, tapi bukankah sadar diri itu juga lebih penting hmm" timpal Reynnad menggoda Reva.
"Jadi maksudmu aku tidak cantik begitu. Terus menurutmu yang cantik siapa? si Jinni oh Jinni itu?," ucap Reva tidak terima.
Reynand tertawa terbahak, seenaknya saja mengubah nama orang.
"Di mataku cuma kamu yang paling cantik sayang, tidak ada yang mampu mengalahkan kecantikanmu" gombal Reynand.
"Dasar gombal" ucap Reva sambil mencubit pinggang Reynand.
Tak terasa mobil yang mereka tumpangi tiba di depan butik.
Mereka berdua masuk kedalam butik.
Bersambung
Jangan lupa like, koment, vote, gift🙏
Happy reading guys🙏