
Yang terakhir paman Alisya mengucapkan selamat kepada Alisya.
"Paman" lirih Alisya yang melihat pamannya mendekatinya.
Alisya tak menyangka Arsen bisa membawa pamanya untuk menjadi wali nikahnya. Pasalnya setelah keluar dari rumahnya dulu Alisya sudah tak tahu kabar nya lagi.
"Selamat, aku kesini bukan karena aku sudah menerima mu sebagai keponakanku, tapi aku kesini karena di paksa oleh suamimu itu. Dan aku tak menyangka ternyata keponakan yang dulu aku buang sekarang sudah menjadi istri dari pria kaya." ucap Paman Alisya yang sedikit menyakiti perasaan Alisya.
"Terima kasih, setidaknya paman sudah mau menjadi wali nikah Alisya." balas Alisya dengan wajah datar tanpa ekspresi.
Arsen yang mendengar semua ucapan paman Alisya pun langsung menghampiri istrinya.
"Pergilah, saya sudah menyiapkan sopir untuk mengantarkanmu pulang" ucap Arsen dengan nada dingin.
Paman Alisya yang melihat wajah Arsen pun langsung mengeluarkan keringat dingin. Dia memilih pulang dari pada harus berurusan dengan Arsen.
"Kalau bergitu paman pamit pulang dulu" pamit paman Alisya langsung bergegas pergi meninggalkan rumah Arsen.
"Kenapa paman bisa datang kesini" tanya Alisya kepada suaminya yang baru saja mengucap ijab qabul.
"Aku yang menyuruhnya untuk menjadi wali nikah kamu" jawab Arsen.
*Flasback On*
Satu hari sebelum hari pernikahan Arsen menyuruh Nino untuk mencari paman Alisya. Untuk menggantikan ayah Alisya. Meskipun bisa menggunakan wali hakim Arsen tetap tidak mau, Arsen kekeh mencari sodara Alisya dari pihak ayah.
Tak butuh waktu satu jam Nino sudah mendapatkan alamat yang Arsen minta. Arsen langsung menemui paman Alisya di rumahnya. Awalnya paman Alisya tidak mau menjadi wali nikah Alisya. Namundenagn segala kekuasaan yang Arsen punya, Arsen bisa menekan paman Alisya.
Tapi sebelumnya paman Alisya meminta uang kepada Arsen untuk mengganti waktunya yang terbuang sia-sia karena menjadi wali nikah Alisya.
Karena Arsen tidak mau berdebat, Arsen langsung memberikan sejumlah uang untuknya.
*Flasback Off*
Kembali ke acara pernikahan Arsen dan Alisya.
"Baby, putriku kemana? Kenapa dari tadi dia tidak memberikan selamat ke kita" tanya Arsen yang baru mengingat putrinya menghilang dari pandangannya.
"Tuh lihat" jawab Alisya seraya menunjuk keberadaan putrinya yang sedang sibuk makan kue bersama Reynand.
"Cih, anak itu lagi." kesal Arsen.
"Kamu ini kenapa tidak pernah menyukai Reynand hmm" tanya Alisya heran dengan suaminya.
"Karena dia selalu membuatku jengkel baby, dia selalu memonopoli putriku" jawab Arsen.
"Ck, kau ini posesif sekali" decak Alisya.
"Biarin saja, siapapun nanti yang akan mendekati putriku harus bisa melewati ujian dariku terlebih dahulu" ucap Arsen dengan segala keposesifannya. Padahal umur Reva aja baru 3,5th tapi Arsen sudah berpikir sejauh itu.Alisya hanya menggelengkan kepalanya.
Arsen dan Alisya melangkah menghampiri putrinya yang sibuk memakan kue, mulutnya sudah belepotan karena krim yang ada di kue itu.
"Kenapa putri papa malah mojok di sini hmm, Reva belum memberi selamat sama mama dan papa lho" ucap Arsen yang membuat mereka berdua menoleh.
Reva dan Reynand berusaha turun dari tempat duduknya, lalu mereka berdua menghampiri Arsen dan Alisya.
Arsen dan Alisya langsung menunduk mensejajarkan tubuhnya dengan mereka.
"Celamat mama Leva yang tantik" ucap Reva sambil mencium pipi mamanya.
"Makasih putri mama yang cantik" balas Alisya. Kemudian Reva bergantian memberikan selamat kepada Arsen.
"Celamat papa Alsen yang danteng tapi macih danteng Ley" ucap Reva kepada Arsen. Membuat Arsen mendegus.
"Cekalang papa janan dandu tita, kalena Leva cama Ley cudah membelikan celamat cama papa dan mama, sekalang waktunya Leva tencan cama Ley, hihihi" ucap Reva cekikikan dengan muka yang sudah cemong terkena kue.
Alisya dan Arsen melongo mendengarnya, darimana putri nakalnya itu tahu kata "kencan" Arsen harus tahu siapa yang mengajari putrinya berbicara seperti itu.
"Kamu itu ngomong saja masih belepotan, sok-sokan ngomong kencan" kesal Arsen seraya membersihkan wajah Reva dan juga Reynand dengan menggunakan tissu.
Alisya terharu melihat perlakuan Arsen kepada putrinya, Alisya merasa dirinya sudah tepat mengambil keputusan untuk menikah dengannya.
"Om noblol taja cama yang lain cana, janan mendandu kebelcamaan Ley dan Leva Om , temalin om Alsen cudah menambil Leva dali lumah Ley, jadhi cekalang waktuna Ley belsama Leva, om Alsen cama onty Alica taja" protes Reynand.
"Benal tata Ley papa, cekalang papa cama mama taja" Sahut Reva.
Arsen mencebikan bibirnya, kenapa mereka berdua selalu kompak jika berurusan dengan memprotes dirinya.
"Baby, mereka ngeselin sekali" rengek Arsen.
"Biarin saja, kamu ini selalu saja menganggu mereka berdua" jawab Alisya.
Selagi putrinya tidak melakukan hal yang aneh dan membahayakan maka Alisya membiarkan nya saja. Yang penting masih ada orang dewasa yang memantau nya.
......................
Setelah acara ijab qabul selesai dan semua tamu juga sudah pulang kerumahnya masing-masing. Begitu juga dengan Reva, sesuai janji Arsen kemarin ia membiarkan putrinya itu ikut pulang ke rumah Reagan.
Arsen dan Alisya memutuskan untuk pergi ke kakamarnya, Arsen merangkul pinggang Alisya seolah tak mai terpisah dari wanita yang baru secara resmi menjadi istrinya.
Ceklek....Arsen membukakan pintu kamar untuk Alisya.
Alisya masuk ke dalam kamar, ia melihat tempat tidurnya yang sudah di hias dengan sangat indah.
Alisya memutuskan untuk pergi ke dalam kamar mandi terlebih dahulu untuk membersihkan tubuhnya, sebelum masuk ke dalam kamar mandi Alisya berusaha membuka resleting gaunnya, tapi susah.
Arsen yang melihat istrinya kesusahanpun langsung saja menghampirinya.
"Kenapa Baby" bisik Arsen di telinga Alisya.
"Susah membukanya, tangan aku tidak sampai" keluh Alisya.
"Kenapa tidak meminta bantuan hmm, suami mu ini nganggur lho" goda Arsen seraya membantu menurunkan resleting gaun Alisya, sesekali Arsen mengecup punggung polos Alisya.
Hingga tanpa Alisya sadari gaunnya melorot ke bawah, karena Arsen sudah membuka resletingnya.
"Aaaaaa" pekik Alisya yang kaget, langsung saja ia menutupi kedua dadanya dengan menggunakan tangan. Alisya tidak memakai bra lagi, karena gaunnya sudah ada busanya di bagian branya.
Kini Alisya hanya memakai ****** ******** saja sambil membelakangi Arsen.
Gluk
Aren menelan salivanya salivanya kasar.
Arsen membalik tubuh Alisya hingga menghadap ke arahnya.
Arsen tertegun melihat pemandangan yang begitu indah di hadapannya. Membuat jakun Arsen naik turun melihatnya.
Wajah Alisya merona malu, meskipun ini bukan kali pertama untuk Alisya. Tapi Alisya tetap merasa ini yang pertama baginya, karena ia dulu melakukan dengan Erik dalam keadaan yang di pengaruhi oleh obat perangsang. Sedangkan sekarang ia sadar, jadi membuat jantung Alisya berdebar kencang.
Bersambung
Happy reading guys🙏
Jangan lupa kopinya guys😂🙏