
"Apa kamu tahu kalau Brian dan orang tuanya mengalami kecelakaan Rev?" tanya Reynand dengan hati-hati, dia takut membuat Reva sedih karena pertanyaanya, bagaimanapun juga Brian pernah ada di hati Reva.
"Sudah, bukankah beritanya muncul di televisi" sahut Reva dengan wajah biasanya saja.
Reynand melirik kesamping melihat wajah Reva, dia ingin tahu perasaan Reva dari ekpresi wajah Reva.
Tapi ternyata dugaan Reynand salah, wajah Reva biasa saja, tak terlihat sedikitpun raut kesedihan di wajah Reva.
"Kau tidak sedih?" tanya Reynand lagi, ia ingin lebih tabu perasaan Reva lebih dalam lagi.
"Kenapa mesti sedih, hubunganku dengannya sudah berlalu, lantas buat apa aku masih memikirkannya." sahut Reva.
"Secepat itukah kau move on darinya Rev? bukankah kamu cukup lama berhubungan dengannya?" tanya Reynand heran, biasa perempuan kalau putus cinta pasti nangis-nangis.
Sedangkan sahabatnya berbeda, dia terlihat biasa saja setelah putus dengan Brian.
"yah, karena aku tak mau terlalu lama meratapi nasib hubunganku dengannya, aku cantik, aku kaya, tentu masih banyak yang mau denganku bukan" ucap Reva percaya diri sambil menertawakan ucapannya.
"Aku akan berjuang jika pria itu pantas di perjuangkan, tapi kalau dia memilih pergi dengan yang lain ya silahkan, aku tidak akan memperebutkannya" imbuhnya.
"Bagus, aku suka prinsipmu, jadi wanita memang harus punya harga diri agar tak mudah di permainkan oleh laki-laki" sahut Reynand sambil fokus mengemudikan mobilnya.
"Apa kamu mau menjadi kekasihku Rey?" tanya Reva tiba-tiba sambil mainkan kedua alisnya.
"Kamu ini ada-ada aja, semudah itu ngajakin orang berpacaran" dengus Reynand, meskipun sebenarnya hatinya berbunga-bunga.
"Namanya juga jomblo, jadi bebas mau ngajak pacaran siapapun. Aku kan hanya bertanya, kalau mau ya syukur, kalau tidak ya tidak masalah, aku bisa mencari yang lain" seru Reva.
"Awas saja kalau kau melakukan itu dengan orang lain" ancam Reynand
Ia tak rela kalau Reva ngajak orang lain jadian.
"Makanya terima, biar aku tidak mencari yang lain" ucap Reva maksa.
"Tidak, aku nunggu masa idahmu habis dulu, baru nanti kamu nembak aku lagi" ucap Reynand.
"Reynand... kamu pikir aku sama Brian sudah menikah apa, pakai nunggu-nunggu masa idah segala" pekik Reva kesal.
Reynand tertawa terbahak melihat sahabatnya tengah kesal dengan ucapannya, ia akan memastikan dulu status Reva dengan om nya itu.
Tadi malam dia lupa menanyakan hal itu kepada ayahnya dia keburu ngantuk, setibanya di rumah dia langsung masuk kekamarnya dan tertidur.
Kini mobil yang di kemudikan Reynand sudah sampai di halaman rumah Reva.
Reyanand membantu Reva dan Gavin turun dari mobil, setelah itu mereka masuk kedalam rumah, wajah Gavin masih saja cemberut.
"Mama.... Gavin minta di masukkan ke panti asuhan katanya" teriak Reva ketika sudah berada di dalam rumahnya.
"Mama... " teriaknya lagi.
Alisya dan Arsen menghampiri putrinya yang terus berteriak memanggilnya.
"Ada apa? kenapa kamu teriak-teriak begitu?" tanya Alisya.
"Gavin minta pindah ke panti asuhan katanya, katanya dia sudah bosan jadi orang kaya, makanya dia mau mencoba hidup susah" jawab Reva menggoda adiknya.
"Kapan mau pindahnya? biar Ravin yang antar ke panti asuhan" sahut Ravin yang baru saja pulang dari luar.
Alisya dan Arsen melihat wajah putra bungsunnya yang sedang cemberut.
"Beneran boy, kamu bosan jadi orang kaya?" tanya Arsen kepada putranya.
"Gavin bukan bosan papa, Gavin cuma ingin pelgi ke kebun binatang, tapi kata kak Leva tidak usah kalena di lumah sudah ada" jawab Gavin.
"Dan karena itu. Gavin bosan jadi orang kaya pa, katanya susah jadi olang kaya, semuana ada di lumah, Gavin jadi nda boleh pelgi kelual, gitu katanya." kata Reva sambil menirukan suara cadel sang adik.
Reva cekikikan melihat wajah frustasi adiknya.
Sebenarnya Reva tahu maksud adiknya, tapi dia sengaja menggodanya, adiknya itu terlihat lucu ketika sedang kesal.
"memangnya kamu mau ngapain ke kebun binatang?" tanya Arsen.
"Hufffttt... semua olang di lumah ini tuh aneh, sudah tahu ke kebun binatang ya mau lihat hewan, kenapa semuana telus beltanya sepelti itu, sangat menyebalkan" cebik Gavin.
"Kamu bisa pergi kebelakang, disana juga banyak hewan" ucap Arsen.
Gavin tak menyahuti ucapan papanya, ia pikir tidak ada gunanya meladeni papanya, toh ucapan papanya tak jauh beda dengan ucapan kakaknya.
Bukan Arsen tak mau mengajak putranya itu ke kebun binatang, tapi putranya kalau sudah berada di sana akan sulit di ajak pulang, jika dia belum melihat semua hewan yang ada di sana maka Gavin belum mau di ajak pulang, hal itu membuat Arsen malas mengikuti kemauan putranya itu.
"Ayo Gav, katanya mau ke panti asuhan, kak Ravin sudah siap ini, sebagai kakak yang baik kak Ravin akan menuruti kemauan adik kakak ini" ucap Ravin.
"Kak Lavin bisa diam tidak sih, Gavin lagi pusing ini, dasal kakak nda ada otakna" marah Gavin. membuat Ravin dan Reva tertawa keras.
Inilah kenapa dari dulu Reynand senang berada di rumah om nya itu, karena suasana rumahnya jauh lebih ramai ketimbang di rumahnya sendiri.
Sekarang Cia sudah besar, jadi tak mungkin Reynand menggoda adiknya seperti dulu ketika masih sama-sama kecil.
Reynand pamit dengan keluarga Reva untuk pulang ke rumah.
*
Setibanya di rumah Reynand langsung mencari keberadaan daddy nya.
"Daddy dad" teriak Reynand tak sabaran.
"Ada apa sih kak teriak-teriak" sahut Cia kesal.
"Daddy mana dek" tanya Reynand kepada adiknya.
"Daddy ada di ruang kerja" jawab Cia.
Reynand mengangguk, lalu dia langsung naik ke atas menuju ke ruang kerja daddy nya.
Klek
Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, Reynand langsung masuk kedalam ruang kerja daddy nya.
Reagan menghentikan pekerjaannya, lalu menoleh kearah pintu, terlihat Reynand yang membuka pintu ruangannya.
"Ada apa?" tanya Reagan.
"Ada yang mau Rey tanyakan sama daddy" jawab Reynand sambil melangkahkan kakinya mendekati kursi yang ada di depan meja kerja daddy nya.
"Apa?" tanya Reagan sambil menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi.
"Rey ingin tanya dad, apa benar Reva bukan anak kandung om Arsen?" tanya Reynand to the point, dia sangat penasaran dengan ucapan Reva waktu itu.
Reagan tak langsung menjawab, dia melihat manik putranya, dia ingin tahu untuk apa putranya tiba-tiba bertanya tentang status Reva.
"Kenapa kamu menanyakan hal itu" tanya Reagan penuh selidik.
"Kenapa daddy malah balik tanya, bukannya jawab" kesal Reynand.
Bersambung
Happy reading guys 🙏
jangan lupa like, koment, vote, gift🙏