Baby Girl

Baby Girl
S2~54



Tak cuma Reva dan Reynand saja yang merasakan kebahagiaan, Reno dan Listy pun sedang merasa bahagia ketika dokter menyatakan kalau Listy hamil anaknya.


"Apa kamu bahagia sayang" tanya Listy manja.


"Tentu saja aku bahagia sayang, karena sebentar lagi kita akan mempunyai anak" sahut Reno sambil memeluk Listy.


"Lalu kapan om akan menikahiku" tanya Listy.


"Nanti setelah Brian sadar dari komanya om akan langsung menikahimu" sahut Reno.


"Lalu kalau Brian tak juga sadar berarti om tidak akan menikahiku? lalu bagaimana dengan anak yang ada di kandunganku om" ucap Listy tak terima dengan jawaban Reno.


Pasalnya Listy belum tahu Brian akan sadar atau tidak, iya kalau sadar kalau tidak bagaimana nasib bayi yang ada di kandunganya ini. pikir Listy.


Di tengah perdebatan mereka tentang pernikahan samar-samat mereka berdua mendengar suara sesorang.


"Mommy.. " lirih Brian.


"Sutttttt... diam om, om dengar tidak? sepertinya ada suara orang om" ucap Listy.


"Apakah itu suara... " Reno menghentikan ucapannya lalu menoleh ke ranjang Brian.


Reno melihat jari tangan Brian bergerak.


"Brian" lirih Reno.


Reno pun mencoba menajamkan pendengarannya kembali, ia ingin memastikan kalau tidak ada yang salah dengan pendengarannya.


"Mommy... " panggil Brian lagi.


Reno pun mendorong kursi rodanya mendekati ranjang Brian, ia penasaran dengan apa yang ia dengar, pasalnya sudah hampir setahun putranya tak sadarkam diri, dan kini tiba-tiba putrnya terbangun dan memanggil nama mommy nya.


"Bri, kamu bangun nak" panggil Reno senang.


Listy pun menyusul Reno mendekati ranjang Brian, ia penasaran dengan kekasihnya itu.


"Cepat panggil dokter Lis, barusan jari tangan Brian gerak dan dia juga memanggil mommynya" perintah Reno tak sabaran. dia sangat senang melihat putranya tersadar.


Hampir saja Reno menyerah dan meminta dokter melepaskan semua alat medis yang menempel di tubuh putranya, namun Listy melarangnya akhirnya Reno mengurungkan niatnya dan membiarkan putranya tetap hidup meskipun dengan bantuan alat medis.


Tak lama dokter yang di panggil Listy pun masuk kedalam ruangan Brian.


"Tolong tuan dan nyonya keluar terlebih dahulu, saya akan memeriksa keadaan tuan Brian terlebih dahulu" ucap Dokter meminta mereka berdua keluar dari ruangan Brian.


Reno mengangguk patuh, lalu dia mengajak Listy keluar dari ruangan Brian.


Setelah mereka berdua keluar dokter mulai memeriksa keadaan Brian secara keseluruhan.


Dokter merasa takjub dengan kondisi Brian yang tiba-tiba membaik, bahkan dirinya sempat berpikir kalau Brian sudah tidak ada harapan untuk hidup lagi, namun tuhan berkehendak lain.


Pasien yang ia tangani hampir setahun ini tiba-tiba membaik. Seolah pasien mendapat kekuatan untuk hidup kembali.


Dokter keluar dari ruangan Brian dengan senyum mengembang dari bibirnya.


Reno yang melihat dokter keluar dari ruangan putranya pun langsung menghampirinya.


"Bagaimana keadaan putra saya dok?" tanya Reno antusias.


"Alhamdulillah tuan, ini suatu keajaiban dari Tuhan tuan, tuan Brian sudah melewati masa kritisnya dan kemungkinan sebentar lagi dia akan sadar" ucap Dokter di balas senyuman oleh Reno dan juga Listy.


"Terima kasih dok" ucap Reno sambil tersenyum lebar.


Dokter mengangguk lalu pergi meninggalkan ruangan Brian, Reno dan Listy langsung masuk kedalam ruangan Brian.


Meskipun mendengar keadaan Brian sudah membaik, namun perasaan Listy biasa saja tidak seperti dulu, Entah karena kehadiran Reno atau karena Brian yang terlalu lama koma sehingga membuat dia terbiasa tanpa Brian, Listy tidak tahu dengan perasaanya saat ini.


...****************...


Promo novel kisah Arga wijaya adik Raka Wijaya di novel perjodohan dengan Ceo di F*ZZ* guys🙏



"Gugurkan anak dalam kandunganmu Zara,  papa tak mau pernikahanmu dengan Johan batal" perintah Steven.


Namun Zara menggelengkan kepalanya,  ia akan mempertahankan anak yang ada di dalam kandungannya.


"Ada apa ini om" tanya Johan yang baru saja masuk kedalam rumah Steven.


Berbeda dengan Intan yang justru merasa senang dengan kehadiran Johan,  ini kesempatan untuknya menggagalkan pernikahan mereka.


"Kak Zara hamil Kak Johan" lirih Intan sambil menundukkan keapalanya.


Johan kaget mendengar ucapan Intan yang mengatakan kalau calon istrinya hamil.


"Apa benar itu Zara" tanya Johan suara dingin.


Zara tak menjawabnya,  bukan karena takut pernikahannya dengan Johan gagal, karena pada dasarnya dia tidak mencintai Johan,  ia menerima Johan karena di paksa oleh orang tuanya.


Dia takut Johan akan marah dengan keluarganya dan membatalkan kerjasama perusahaanya dengan perusahaan ayahnya.


"Kenapa kamu tidak menjawab hah" sentak Johan membuat Zara memejamkan matanya karena takut.


"Kita bisa selesaikan masalah ini nak Johan,  kita akan membujuk Zara untuk menggugurkan kandungannya"Timpal Steven karena melihat keterdiaman putrinya.


"Tidak,  sampai kapanpun Zara akan mempertahankan anak ini" sahut Zara tak terima.


Johan mendekat ke arah Zara lalu mencengkram kedua pipinya.


"Aku tak akan membiarkanmu mengandung anak haram itu,  zara" ucap Johan dengan penuh penekanan,  setelah itu ia menghempas wajah Zara.


Entah apa yang ada dipikiran orang tua Zara,  melihat anaknya di perlakukan begitu oleh Johan namun mereka hanya diam saja.


Intan mengepalkan tangannya melihat Johan yang tetap ingin menikahi kakaknya.


Pegangi dia om,  kita harus bawa Zara ke klinik untuk menggugurkan kandungannya.


Steven pun mengangguk lantas memegangi kedua tangan putrinya dan menyeretnya keluar menuju ke mobil Johan.


"Zara mohon pa,  biarkan Zara mempertahankan kandungan Zara" pinta Zara dengan derai air mata membasahi wajahnya.


"Jangan egois Zara,  papa melakukan ini demi perusahaan kita"


Zara langsung menghempaskan tangan papanya yang memeganginya,  ia menatap nyalang kedua orang tuanya.


"Siapa yang egois hah,  selama ini Zara sudah mengikuti mau kalian tapi tak sedikit pun kalian menghargai keputusan Zara. Zara punya perasaan dan punya keinginan pa,  Zara bukan patung yang harus mengikuti semua keinginan kalian" ucap Zara dengan nafas naik turun mengeluarkan semua unek-uneknya.


"Zara akan mempertahankan anak ini dan akan membatalkan pernikahan Zara dengan Johan" tegas Zara.


Plakk...


"Dasar anak tidak tahu diri,  mulai sekarang jangan pernah menganggapku orang tuamu lagi Zara,  karena aku tidak sudi mempunyai anak pembangkang seperti kamu."


Brugh...


Zara menjatuhkan diri berlutut di kaki ayahnya.


"Maafkan Zara papa,  Zara tetap anak papa hiksss...  Hiksss" Zara memohon sambil memegangi kaki ayahnya.


"Pergi kamu dari rumah ini" usir Steven mendorong tubuh putrinya.


"Om... Kalau begitu bagaimana pernikahanku dengan Zara" tanya Johan dengan keputusan Steven.


"Masih ada Intan yang bisa menikah denganmu nak Johan,  Intan jauh lebih baik dari Zara"


"Tidak, aku akan tetap menikahi Zara kalau dia tidak mau menggugurkan kandungannya tidak masalah,  nanti setelah lahir aku bisa menaruh anak itu di panti asuhan," kekeuh Johan.


Johan menarik tangan Zara dengan kasar dan menyuruhnya untuk bangun,  kemudian dia menyeret Zara ke dalam mobilnya.


"Lepas Jo,  kau menyakiti tanganku".


Tiba-tiba di ada dua buah mobil berwarna hitam berhenti di depan rumah Steven.


Seorang Pemuda tampan nan gagah keluar dari dalam mobil tersebut.


"Stop!!"


"Lepaskan tangan wanita itu" ucap pria tersebut dengan nada tinggi.


Jangan lupa like, koment, vote, gift🙏


Happy reading guys 🙏