Baby Girl

Baby Girl
BAB 84



Malam yang di tunggu pun tiba. Tamu undangan mulai berdatangan memenuhi ballroom hotel. Para wartawan pun juga di izinkan hadir untuk meliput jalanan nya acara tersebut.


Banyak tamu yang datang dari berbagai kalangan. Arsen sengaja mengundang beberapa artis dan juga politikus untuk hadir.


Tak ketinggalan Arsen juga mengundang Raka serta sahabatnya yang turut hadir mewakili perusahaannya masing-masing, Andre hadir sebagai asisten Raka. Mereka juga membawa anak serta istrinya ke acara tersebut, karena Arsen sengaja meyediakan tempat khusus anak-anak.


keluarga Dinata nampak mulai memasuki ballroom hotel, Terlihat David membawa siska serta putranya dan juga Viona menantunya.


Rani datang bersama Gilang yang mewakili undangan dari perusahaannya.


Siska terperangah melihat ballroom hotel yang di dekorasi begitu mewah dan megah dengan kapasitas yang besar, ballroom hotel tersebut bisa menampung lebih dari seribu orang.


"Lihat Dad, banyak tamu dari kalangan pembisnis handal yang datang, kita bisa mencari relasi baru untuk perusahaan kita." ucap David kepada Aldrik.


Aldrik mengedarkan pandangannya ke setiap sudut, dia bisa menebak kalau semua tamu yang datang ke acara ini bukan dari kalangan biasa saja "Iya son, kita tak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini" sahut Aldrik.


Viona yang dari tadi di cuekin Erik dan keluarganya pun memilih duduk bersama Rani dan Gilang, dia tak mau ambil pusing.


Sedangkan Erik lebih memilih bergabung dengan kedua sahabatnya.


Tiba-tiba Siska melihat Alisya yang juga ikut hadir beserta Belinda dan juga Reva. Arsen sengaja membiarkan istrinya berbaur dengan tamu undangan, tapi Arsen tetap menjaga keamanan istri serta putrinya, di situ juga ada sang bunda dan Reagan yang turut menjaganya.


"Ngapain Alisya datang kesini Dad" tanya Siska menunjuk ke arah Alisya yang sedang duduk bersama keluarga Arsen yang lain.


David melihat ke arah yang di tujukan Siska, dia melihat Alisya sedang duduk sambil mengobrol dengan Reagan" Daddy tidak tahu mom, tapi bagaimana mungkin Alisya bisa duduk bersama CEO dari perusahaan Addison" tanya David.


"Kenapa Vid? Tanya Aldrik penasaran.


"Lihat Dad, bukankah itu Reagan Addison Dad, bagaimana mungkin Alisya bisa mengenalnya, mereka juga terlihat begitu akrab" jawab David.


Mama Reagan merupakan kakak kandung dari Belinda orang tua Arsen. Reagan dan Arsen masing-masing mengikuti marga dari ayahnya. Perusahaan Reagan termasuk salah satu perusahaan terbesar di Asia. Sedangkan perusahaan Arsen masuk dalam salah satu perusahaan terbesar di dunia.


Dari sudut tempat yang lain Erik dan juga kedua sahabatnya juga melihat Alisya dan juga Reva yang sedang tertawa bersama Reynand di sampingnya.


Andra mengerutkan dahinya "Rik itu kan Alisya, dan gadis kecil di sebelahnya itu putrimu bukan.....Dia terlihat menggemaskan Rik" tunjuk Andra.


Erik melihat ke arah yang di maksud Andra. Dari kejauhan dia bisa melihat kecantikan yang terpancar dari wajah Alisya.


"Kamu terlihat begitu cantik dan nampak bahagia bersama putrimu Al." batin Erik.


Terbesit muncul rasa penyesalan di hati Erik ketika melihat buah hatinya yang dulu pernah dia tolak dan kini dia tumbuh menjadi gadis kecil yang cantik dan ceria.


Acarapun akan segera di mulai dengan sambutan dari Nino sebagai perwakilan tuan rumah dari acara tersebut.


"Selamat malam dan terima kasih pada tamu undangan yang sudah berkenan hadir dalam acara peringatan ulang tahun Perusahaan Global Group pada malam hari ini. Dalam acara kali ini kami akan mengumumkan 2hal, yang pertama kami akan memperkenalkan pemilik perusahaan Global Group yang selama ini tak pernah mau muncul ke publik,namun malam hari ini dia akan memperkenalakan diri dan juga akan memperkenalkan istri serta calon pewarisnya kepada kita semua.


"Sekarang mari kita sambut Arsen Davidson sebagai pemilik dari perusahaan Global Group" ucap Nino.


Semua tamu undangan berdiri menyambut sosok misterius yang selama ini bersembunyi. Pandangan mereka tertuju pada satu pintu yaitu pintu masuk ballroom hotel.


Pintu ballroom mulai terbuka, dan terlihatlah sosok tampan yang di tunggu-tunggu oleh semua orang.


Arsen berjalan dengan wajah datar dan penuh wibawa memasuki area ballroom menuju ke atas panggung dengan balutan jas hitam yang menunjang penampilannya.


Siska memegangi dadanya, dia hampir saja limbung jika david tidak segera menyangga tubuhnya.


Berbeda dengan Erik, wajahnya terlihat pucat pasi setelah mengetahui identitas suami Alisya yang sebenarnya. Dia semakin tak jauh untuk bisa menggapai Alisya.


Arsen naik keatas panggung menghampiri Nino yang sudah lebih dulu ada di sana.


"Terima kasih semuanya sudah mau hadir di acara pesta pada malam hari ini. Perkenalkan saya Arsen Davidson pemilik Global Group dan saya akan mengenalkan istri serta putri saya.


"Baby kemarilah" Arsen memanggil Alisya dan juga Reva untuk naik ke atas panggung.


Alisya berdiri dari tempat duduknya lalu naik keatas panggung dengan menggandeng tangan putrinya.


"Perkenalkan ini istri saya Alisya Davidson dia sedang hamil triplet sebagai penerus perusahaan Global Group." ucap Arsen sambil tersenyum merangkul Alisya. Sedangkan Alisya membungkukan tubuhnya sebagai tanda hornat


Erik terperangah mendengar Alisya yang sedang hamil kembar tiga sekaligus.


"Aku tak menyangka kalau nasib Alisya akan seberuntung ini, padahal keluarag Dinata mati-matian menolak dia dan juga putrinya. Tapi siapa sangka kalau sekarang dia justru di peristri oleh seorang pembisnis yang sukses" ucap Andra.


"Tuhan memang adil Ndra" sahut Irfan sambil menepuk bahu Andra.


Erik tak ikut menimpali ucapan kedua sahabatnya, dia sedang bertarung dengan isi pikirannya sendiri.


Kembali ke atas panggung


Reva menarik narik ujung jas yang di kenakan Arsen, dia tak terima papanya tak kunjung memperkenalkan dirinya ke semua orang.


"Apa girl" tanya Arsen sambil menunduk melihat putrinya.


"Bawa sini mic nya pa, Leva mau ngomong" pinta Reva.


Arsen mengerutkan keningnya "Buat apa" tanya Arsen.


Reva tidak menjawabnya, dia langsung merebut mic yang ada di tangan papanya.


"Selamat malam semuanya, pelkenalkan nama aku Leva Davidson putli papa Alsen dan mama Alisya. Telima kasih" ucap Reva lalu mengembalikan mic nya ke Arsen.


Arsen melongo dengan tingkah Reva, sedangkan kan di bawah Belinda dan juga Renata tertawa cekikikan melihat ekpresi Arsen.


Salah satu wartawan tiba-tiba bertanya kepada Arsen."Sejak kapan anda menikah tuan? Kenapa putri anda sudah sebesar ini" tanya salah satu wartawan.


Siska tersenyum yang terlihat mengejek di wajahnya, dia merasa pertanyaan itu bisa mempermalukan Arsen.


Sedangkan Alisya sudah menunduk malu, dia pasrah dengan jawaban suaminya.


"Saya sudah menikah lama dengannya, namun selama ini saya memang tak pernah memplubikasikan keluarga saya ke publik, terutama istri dan juga putri saya" jawab Arsen tanpa ragu.


Bersambung.


Happy reading guys🙏