Baby Girl

Baby Girl
S2~80



"ini enak Rey" Seru Reva menikmati go yang an pinggul suaminya.


Kata yang keluar dari mu lut istrinya justru menambah semangat Reynand untuk me mom pa tubuh istrinya.


Hingga membuat ranjang di hotel itu berderit akibat ulah mereka berdua.


Tubuh keduanya sudah ba sah oleh keringat akibat Ac di kamar tersebut seolah tidak berfungsi dengan baik dan benar.


"Aaaa..Rey" Reva menarik kain sprei dengan begitu kuat.


"Kita ke lu ar bersama sayang" ucap Reynand sambil mempercepat ritme permainanya.


Hingga akhirnya...


"Aaaa..." jerit mereka secara bersamaan setelah mencapai puncaknya.


Reynand me nge luar kan la har panasnya hingga memenuhi rahim Reva.


Reynand jatuh di atas tubuh istrinya yang masih terkulai le mas di ba wah tubuhnya.lalu Reynand melepas pe nya tuan nya.


"Terima kasih sayang" ucap Reynand sambil mengecup kening istrinya, setelah itu dia menggulingkam tubuhnya ke sisi sang istri.


"Sama-sama honey." balas Reva sambil memejamkan matanya lelah akibat pertempuran barusan.


Reynand mengambil tisu dan membersihkan sisa-sisa percintaanya dari i*ti istrinya.


"Ssstt..." desis Reva ketika tangan Reynand menyentuh bi bir bawah mi liknya.


"Apa sakit sayang" tanya Reynand khawatir.


"Hanya sedikit" ucap Reva.


Reynand menatap mi lik istrinya yang terkoyak akibat permainan brutal dirinya.


"Lecet, sepertinya tadi kau bermain terlalu kasar" batin Reynand sambil membersihkan mi lik istrinya secara perlahan agar tak menyakiti istrinya.


Setelah selesai Reynand berbaring di samping istrinya sambil menarik selimut untuk menutupi tubuh keduanya.


Reva mulai terlelap dalam pelukan Reynand, lalu Reynand memeluk istrinya dan ikut menyusul istrinya yang sudah terlelap.


Tak terasa pagi haripun tiba, Reva menggeliatkan tubuhny.


Dia membuka matanya, hal pertama yang ia lihat yaitu wajah suaminya.


Reva tersenyum sambil mengusap rahang tegas suaminya. Tangan Reva tak bisa diam dia mengusap alis, mata, hidung, hingga ke bibir suaminya.


"Uhhh...tampannya suamiku ini" puji Reva sambil menggesekkan hidunganya denagn hidung suaminya.


Membuat Reynand tersenyum tipis, sejak tadi Reynand sudah terbangun, namun dia sengaja ingin mengerjai istrinya.


"Honey, kamu sudah bangun" ucap Reva yang melihat senyum dari bibir suaminya.


Reynand akhirnya membuka matanya, dia tersenyum melihat wajah polos istrinya.


"Morning baby" ucap Reynand sambil mengecup bibir istrinya.


"Morning juga sayang" sahut Reva.


Reynand menatap wajah istrinya sambil menyingkirkan rambut istrinya yang menutupi pipinya.


"Hari ini di kamar saja ya" ucap Reynand.


"Tidak! Hari ini kita harus jalan-jalan, percuma saja kita jauh-jauh kesini kalau ujung-ujungnya cuma di kamar doang" protes Reva sebal.


"Hai nyonya, memangnya kamu sudah bisa jalan? Aku yakin kamu tidak bisa jalan" seru Reynand.


"Aku akan buktikan sama kamu honey, aku ini wanita kuat cuma begitu saja tidak akan membuatku lumpuh seharian" ucap Reva jumawa.


Reynad diam saja memperhatikan istrinya yang mulai bangun dan mendudukan tubunya.


Reva menyibak selimutnya begitu saja, dan memperlihatkan tubuh polosnya di hadapan suaminya.


"Kau sengaja menggodaku sayang" seru Reynnad yang melihat Istrinya membuka selimutnya begitu saja


"Ck, ngapain aku godain kamu, kau pakai baju saja kamu sudah tergoda" sahut Reva.


Dengan perlahan Reva turn dari ranjangnya, lalu dia ingin melangkahkan kakinya.


"Akh.....sakit" lirih Reva meringis kesakitan.


Reynand yang gemas langsung saja menyibak selimutnya lalu turun dari atas ranjang, dia menghampiri istrinyadan langsung megangkat tubuh istrinya ala bridal dan membawanya masuk kedalam kamar mandi


"Kebiasaan dari dulu kalau di kasih tahu suka ngeyel" ucap Reynand sambil menggigit hidung istrinya.


"Awww...sakit, kenapa kamu suka sekali menyakitiku hah" marah Reva sambil mengusap usap hidungnya.


"Kita lanjut ronde kedua di kamar mandi sayang" ucap Reynand membuat Reva menganga lebar.


Baru juga mengeluh sakit, sudah mau di hajar lagi sama suami nya.


Bersambung


Jangan lupa like, koment, vote, gift🙏