Baby Girl

Baby Girl
Part 7



"Pak,"


"Bisakah kamu diam, kamu tidak lihat saya sedang menyetir? buta mata kamu? kamu sangat berisik," ketus Melviano dengan pandangan yang tidak bersahabat.


Rista langsung terdiam dibuatnya. Sejak mengatakan jika dia memiliki pacar pria itu jadi sangat sensitif dan pemarah lebih dari biasanya.


Bahkan sampai sekarang, Rista masih berada dalam mobil pria itu yang tengah melaju menuju ke kampus.


Hening kembali menguasai mereka, awalnya tadi Rista hanya ingin mencairkan suasana saja. dia tak suka keheningan terlalu lama dan ternyata malah mendapat amarah dari pia itu.


entah apa salahnya kali ini. Rista tak tahu menahu tentang mood pria itu. Sangat mudah berubah-ubah membuat Rista pusing dibuat nya.


"Maaf pak," ucap Rista pada akhirnya walaupun dia tak mengerti apa yang terjadi dengan Melviano, padahal tadi dirumahh mereka masih baik-baik saja.


"Untuk apa minta maaf?" tanya Melviano yang memfokuskan pandangan kedepan.


Rista menggeleng kecil dari hanya mengatakan hal itu saja.


Keheningan akhirnya kembali diantara mereka.


"Pak, saya didepan disini aja," pinta Rista. Dia tak ingin menjadi bahan omongan dikampus nya saat melihat Melviano berangkat dengan nya. Dia sedang malas untuk diwawancarai karena pasti itu akan menjadi heboh.


Apalagi fans fans milik Fathan yang akan ribut nantinya. Tak tanggung-tanggung memang, Melviano Sampai memiliki nama fans yaitu Melviano Lovers.


"Pak," ucap Rista kembali saat tak mendapatkan jawaban dari Melviano. Kampus sudah akan semakin dekat.


Melviano tak menghiraukan dan tak juga menghentikan mobilnya seperti apa yang telah dikatakan oleh Rista. Pria itu malah semakin membawa mobilnya masuk kedalam pekarangan kampus.


"Tenanglah, saya parkir di parkiran dosen." ucap Melviano sekaan tau apa yang sedang dipikirkan oleh Rista.


"Parkiran dosen? aduhh lak malah itu yang paling bahaya. Kalo dosen-dosen liat kita gimana pak," panik Rista.


"Tidak,pasti aman," ucap Melviano dengan santai nya.


"Terserah deh," pasrah Rista, tak ada gunanya meminta pada Melviano yang keras kepala. Jika sudah mengatakan A maka harus A.


Akhirnya sampai juga mobil milik Melviano.


kini mobil itu sudah terparkir indah di parkiran khusus dosen.


Rista menghela nafasnya saat tak melihat ada dosen disana , hanya ada mobil yang juga sudah terparkir didalam sana.


Rista turun terlebih dahulu lalu disusul oleh Melviano.


"Vin," panggil seorang dosen.


"Heh bro," ucap Melviano pada salah satu dosen muda yang sama seperti nya. Pria itu juga masih muda namun dia sudah menikah.


"Pagi pak," sapa Rista dengan canggung.


"Pagi," ucap Nico dengan melemparkan senyuman yang aneh pada Melviano.


"Sudah sana kmeu ke kelas, keburu dosen kamu datang, nanti pulang sama saya," ucap Melviano.


"Gak usah pak, saya bisa pulang sendiri," ucap Rista.


"Saya permisi," ucap Rista membalikkan badannya seraya mendumel.


Dia tak akan pulang dengan Melviano karena sudah berjanji dengan sang kekasih.


Kekasih nya memang tidak satu kampus dengannya, maka nya mereka tidak selalu bertemu dan jarang untuk bertemu,tapi sekali nya mereka pergi keluar pasti akan lupa waktu dan berujung kena omel oleh Eve.


"Gercep juga Lo, dipepet terus ya," ucap Nico menyenggol baju Melviano.


"Harus, gue harus bisa dapetin dia," gumam Melviano.


"Ayo dong, effort nya ditingkatkan, gue lagi seneng nih bro, istri gue akhirnya hamil."


"Ikut seneng dengernya, selamat Lo bakalan jadi bapak" sahut Melviano tersenyum.


"Yoi, cepetan nyusul," ucap Nico.


"Heum, doain biar gue bisa secepatnya jadiin dia jadi milik gue," ucap Melviano.


***


"Yaampun Ris, Lo kemana aja dah,"


"Hah? emang gue kemana? ini masih lagi banget kan, orang Dosennya masih belum ada," ucap Rista mengambil tempat duduk disamping citra.


"Bukan itu bege, si Jeremy tuh uring-uringan, dari semalam dia coba buat hubungin elu, tapi semua kontak sama medsos dia Lo blokir. Kenapa sih? kalian ada masalah,"


"Hah? masa iya sih, perasaan gue gak ada deh blokir dia. Pantesan aja gue gak dapat notifikasi apapun dari Jeremy. Gue kira dia marah sama gue," ucap Rista seraya mengecek ponselnya.


"Coba liat deh, dia nelpon gue tadi, suruh Lo biar buka blokan nya dia," jelas Citra.


"Tapi kok gak ada ya cit, eh ko gak ada sih, riwayat chat geu Ama dia juga gak ada," heran Rista seraya mengotak Atik ponselnya.


"Coba sini liat," ucap Citra sambil mengambil Handphone milik Rista .


"Lah, ini nih, ig nya ke blok juga. Yang di wa Lo hapus ya?"


"Gak ada cit, demi deh gue gak ada apa-apain kok bisa keblok gitu ya," Rista jadi pusing sendiri .


"Itu mah bukannya ke blom sendiri, itu emang lu yang blok, " ucap Citra.


"Ck, udha gue bilang gue gak ada ngeblom batu banget dibilangin," kesal Rista.


"Ya terus siapa?"


Rista memejamkan mata mencoba mengingat kembali. Tapi memang dia tak pernah memblokir semua media sosial sang kekasih.


"Ah,"


"Kenapa Ris?"


"Hape gue kemarin diambil Sama Pak galak, apa jangan-jangan dia ya,"