
Maix menemui Mutia.
"Maix,,kita perlu bicara"
"apa urusan kamu sama saya"
"yang sopan kamu bicara,,saya ibu nya Angel"
"iya,,tapi kamu itu ibu tiri nya Angel bukan ibu kandung nya,,jadi boleh saya manggil kamu"
"saya dan Angel memang gak beda jauh umur nya,tetapi tetap anda hormati saya sebagai Ibu nya Angel"
"7 point aja deh,,kamu ada urusan apa kesini"
"Maix,,saya kesini meminta pertanggung jawaban kamu terhadap Angel,kenapa kamu tega sama dia,habis sepah langsung di buang,setelah kamu menikmati semua nya dari nya trus kamu seenak nya ninggalin dia"
"hehh,,itu Angel yang mau,,kalau Angel gak mau dia gak mungkin kayak gitu,,pikir dong pake otak jangan pake dengkul"
Mutia menampar Maix.Maix terkejut.
"Kamu nampar saya"
"kamu manusia berpikiran seperti binatang dan kelakuan lebih bejat dari pada iblis,,Angel sekarang hamil anak kamu,kamu harus tanggung jawab'
"itu bukan salah aku,,kamu tanya Angel,,siapa saja yang mengauli nya setiap hari,,bukan aku saja"
Mutia menampar Maix lagi.
"kurang ajar kamu,,Angel bukan perempuan seperti itu"
"sekarang kamu pergi dari sini,,ayo,,cepat pergi"usir Maix.
"ingat saya akan tuntut kamu,,"
"silahkan,,mana berani polisi menangkap ku,,karna kamu tidak punya bukti yang kuat"
Mutia terbangun dari tidur nya,ia mendengar suara bayi yang menangis,lalu ia melangkah keluar,ia melihat bayi perempuan tergeletak di lantai.Mutia menghampiri nya.Tiba-tiba bayi itu bangun dan mata berdarah serta seluruh tubuh nya dipenuhi dengan darah.
"mama,,mama kenapa tega membunuh ku,aku salah apa ma,aku ingin hidup mama,,aku ingin merasakan kelembutan kasih sayang mu mama,,"!tangis nya.Mutia ketakutan ia menutupi wajah nya dengan kedua tangan nya.Sebuah tangan menyentuh nya.
"aaahhh,,pergi-pergi,,!"
"sayang,,sayang heyy,,heyy kamu kenapa,,"kata Pak Iwan.Mutia menoleh dan memeluk Pak Iwan.
"sayang,,kamu kenapa,,"
"Mas,,aku takut,,"
"iya,,sayang aku ada di sini,,kamu tenang ya,,"
"kok,,tumben Tuan sarapan sendirian,,"
"Ibu lagi sakit Bi,,nanti buatin Ibu bubur ya"
"iya Tuan"
Mutia bersandar di sandaran ranjang nya.
ia mengingat masa lalu nya yang kelam.
Ferdy mengajak Mutia kerumah nya.
"Fer,,kok sepi,,"
"Papa Mama aku lagi ke Bandung,,"
"ooh,,"
"Mut,aku buatin minuman ya,,"
"iya,,"
Ferdy memberikan minuman itu kepada Mutia.
"ini sayang,,aku buatin minuman yang spesial sama kamu,,di minum ya"
"makasih ya,,"
Mutia meminum minuman itu,dan beberapa menit kemudian ia pingsan.
Mutia terbangun dari tidur nya,Ia terkejut ia tidur dengan telanjang dan terasa perih di bagian bawah nya.
Ferdy muncul.
"Fer,apa yang kamu lakukan sama aku"
"sayang,,tubuh kamu sangat memuas kan aku,,makasih ya sayang,,lain kali aku minta jatah lagi"
"kurang ajar kamu Fer,,"
suara ketukan pintu menyentak kan lamunan Mutia.
"Masuk"
Bi inah pun masuk dan membawa kan bubur.
"Ibu sakit ya,,kata Tuan tadi ibu sakit"
"enggak kok Bi,,aku cuma kecapean aja,bentar lagi bisa bangun kok,,lagian sore ini aku ada meating penting sama klayan di kantor"