
Mereka kini sudah berada di taman belakang sedang berlatih beladiri bersama Arsen. Mereka melakukan pemanasan, Arsen menyuruhnya untuk berlari memutari taman sebanyak dua kali.
Selesai berlari Arsen mulai mengajarkan gerakan dasar karate bagi pemula, karena baru pertama kali Reva belajar seni bela diri karate.
Arsen mengajarkan salah satu teknik dasar karate yaitu kihon. Kihon berarti dasar atau pondasi.
Praktisi karate harus menguasai kihon sebelum mempelajari kata dan kumite.
Menguasai kihon dengan baik berarti praktisi karate telah meletakkan sendi dasar dari teknik karate lebih baik dan benar. Sehingga dalam suatu prinsip latihan karate di katakan bahwa "tidak ada kata dan kumite tanpa kihon"
(Sumber dari google, kalau salah tolong di koreksi ya, athornya gak pernah belajar karate soalnya).
Lalu Arsen mengajarkan gerakan yang berikutnya adalah Daichi yaitu kuda kuda.
"Sekarang lebarkan kedua kaki kalian, kedua lutut kaki di tekuk rendah dan berat badan berada di tengah-tengah" perintah Arsen.
Reva dan Reynand menirukan gerakan yang di ajarkan oleh Arsen.
Arsen memperhatikan dan sesekali membenarkan jika ada gerakan yang salah pada kedua bocah itu.
Reagan dan Renata datang lalu ikut bergabung dengan Alisya melihat mereka latihan.
"Stopp papa, Leva capek..." teriak Reva menginterupsi.
Dia duduk selonjoran di rumput dengan nafas yang terengah engah.
"Tau begini mending Leva belmain belbie saja" dumal Reva.
Reynand merotasi matanya malas, "kemalin saja sok-sokan mau belajal bela dili, gililan sekalang balu sebental saja sudah bilang capek" cibir Reynand.
"Kalian istirahat dulu, latihannya papa lanjut hari selasa sore" ucap Arsen.
Setelah berucap seperti itu Arsen menghampiri istri serta sepupunya.
"Kilain Leva nda latihan lagi" keluh Reva.
"kamu ini mau belajal bela dili atau nda, kenapa dali tadi ngeluh telus" sahut Reynand.
"Leva nda usah belajal aja sudah bisa belantem kok" sombong Reva.
"Nanti di tonjok balu tahu lasa" ledek Reynand sambil bangkit dari duduknya.
Reynand berjalan menghampiri orang tuanya, sekalian mengambil minum karena haus.
"Kalau di tonjok ya Leva tonjok balik, susah amat" dumal Reva sambil mengikuti langkah Reynand menghampiri orang tuanya.
Reva dan Reynand mengambil minuman setelah itu ikut nimbrung dengan orang tuanya.
"Daddy ngapain kesini" tanya Reynand sambil memeluk sayang mommy nya.
"Jemput kamu lah," sahut Reagan kesal.
"Bagus, segera jemput putramu...karena dia selalu meracuni otak putriku untuk mengerjaiku" timpal Arsen sambil memangku Reva.
Reynand mendengus. Reynand lebih suka di rumah Arsen karena ada temannya seumurannya, kalau di rumahnya dia tidak ada teman bermain, paling sesekali dia ngerjain penjaga rumah, kalau sudah begitu nanti dia akan kena hukuman dari mommy nya.
"Ley nda mau pulang, di lumah nda ada teman na" sahut Reynand.
Reagan menghela nafas, bagaimana lagi dia sudah berusaha siang dan malam untuk membuat adik buat Reynand tapi belum juga berhasil.
"Terus di rumah mommy sama siapa sayang" tanya Renata.
"Mommy sama Daddy lah, kan biasanya juga begitu...Ley selalu di tinggal sendili" sahut Reynand.
"Makanya punya anak tuh di jaga, jangan malah sibuk pacaran sendiri" Arsen ikut menimpali ucapan Reynand
Reagan menggaruk tengkuknya salah tingkah, dia suka menculik istrinya tiba-tiba.
"Papa, pacalan itu apa" tanya Reva polos sambil mendongak menatap Arsen.
Arsen menepuk keningnya, dia lupa kalau masih ada dua bocil yang sangat kritis.
Arsen menatap wajah istrinya minta bantuan. "Baby" panggil Arsen.
Alisya mengendikan bahunya tak acuh. "aku tak tahu honey" ucap Alisya.
"Rasakan, makanya kalau ngomong jangan suka asal, udah tau anakmu kang kepo" ejek Reagan.
Arsen menghela nafas panjang. "Nanti kalau dah besar pasti kamu tahu girl" ucap Arsen.
Reva diam sejenak mencoba mencerna jawaban Arsen. "Kenapa halus nunggu besal, kan sekalang Leva sudah besal" tanya Reva polos.
"Ayo, sudah waktunya kita makan siang" ajak Alisya mengalihkan keingintahuan putrinya, bisa panjang kalau di ladenin.
*
*
*
Seminggu berlalu, kini Alisya mendapat kabar dari Viona kalau Rani sudah melahirkan dan di rawat di Rumah sakit B.
Untuk menghormati keluarga Dinata, akhirnya Alisya minta ijin sama suaminya untuk menengok Rani di rumah sakit bersama Reva dan juga Reynand yang kebetulan ada di rumahnya.
"Hallo baby, kenapa" tanya Arsen dari sebrang telpon.
"Honey, aku minta ijin pergi ke rumah sakit jenguk Rani ya, katanya dia sudah melahirkan" ijin Alisya.
"Huffff....Kamu pergi sama siapa, baby?" terdengar Arsen menghela nafas berat.
Arsen selalu khawatir kalau istrinya pergi tanpa dirinya, terlebih Reva sangat aktif...takut nanti istrinya kecapekan.
"Sama Reva sama Rey, honey" jawab Alisya.
"Ok, bawa Max ya.... nanti kalau aku sempet aku akan menjemputmu ke rumah sakit" ucap Arsen.
"Iya honey" sahut Alisya kemudian memutuskan panggilan nya.
Alisya mengganti pakaiannya lalu merias wajahnya dikit agar terlihat fresh, kemudian Alisya mengambil tasnya lalu memasukkan ponsel nya ke dalam tas.
Setelah usai semua Alisya menaiki lift menuju lantai bawah dimana putrinya berada.
"Sayang, ayo kita ke rumah sakit jenguk adek bayi nya tante Rani" ajak Alisya.
"Ley ikut ya onty" pinta Reynand dengan tatapan memohon.
"Iya sayang" ucap Alisya sambil mengusap kepala Reynand.
Reva dan Reynand langsung bangkit dari duduknya, mereka menggandeng ke dua sisi lengan Alisya.
"Let's goooo....." sorak mereka kompak, mereka begitu antusias ingin menjenguk anak Rani.
Max membantu mereka berdua masuk ke dalam mobil. Setelah di pastikan semua masuk, Max langsung menancap gas mobilnya pergi meninggalkan kediaman Arsen menuju ke rumah sakit.
Singkat cerita mobil yang Alisya tumpangi tiba di rumah sakit, Alisya menggandeng kedua bocah itu menuji ke ruang rawat Rani.
Tokk
Tokk
Tokkk
Ceklek...pintu kamar rawat Rani terbuka. Gilang yang membukanya
"Silahkan masuk Al, Rani ada di dalam." ucap Gilang ramah. Alisya tersenyum lalu mengangguk.
"Om dedek bayina cewek apa cowok" tanya Reva antusias.
"Dedek bayinya jagoan sayang" jawab Gilang. Reva mengangguk seolah mengerti. Sambil masuk mengikuti Gilang.
Ternyata di ruang tersebut ada David dan juga jasmine.
"Salim sama kakek dan uyut sayang" titah Alisya.
Reva dan Reynand mendekati David.
"Hai kakek, kita beltemu lagi" sapa Reva dengan gaya centilnya. lalu mencium punggung tangan David.
"Bagaimana kabar mu sayang" tanya David mengelus rambut panjang Reva.
"Leva baik kakek, dan tentunya Leva makin cantik" jawab Reva sambil memasang wajah imut mengedip ngedipkan matanya lucu.
Membuat David dan jasmine tergelak melihatnya.
"Kamu ini narsis sekali" ucap David terkekeh.
Reynand kesal. "Sudah Leva, sekalang gililan Ley yang salim" ucap Rey menyingkirkan tubuh Reva dari hadapan David.
"Dasal Ley nda sabalan" gerutu Reva.
Bersambung
Happy reading guys🙏
"