
Pagi hari suasana di kediaman Arsen sudah ramai dengan celotehan anak-anaknya, kebetulan hari ini hari libur jadi semua anak Arsen berkumpul di rumah.
"Ayo kita joging," ajak Reva kepada adik-adiknya, Reva sudah rapih menggunakan pakaian olah raga.
Sedangkan Reynand hanya memakai kaos oblong dan celana yang ia pakai tadi malam.
"Kita ikut kak" sahut semua adik Reva secara serentak.
"Cepat ganti baju kalian, kak Reva tunggu didepan" titah Reva.
Kemudian Reva dan Reynand berjalan menuju ke garasi untuk memanasi mesin motornya.
Reva sengajak mengajak adik-adiknya untuk konvoi menggunakan sepeda motor.
Sedangkan di dalam rumah triplet dan juga Gavin sudah heboh mencari baju olah raganya.
"Mama, kaos olah lagana Gavin mana" tanya Gavin kepada sang mama yang sedang duduk bersama suaminya di ruang tv.
"Ada di lemari sayang, memangnya kamu mau kemana nyari baju olah raga segala" tanya Alisya sambil mengerutkan dahinya
"Gavin mau ikut kakak joging mama" sahut Gavin seraya menarik lengan sang mama.
Dari atas tangga terlihat Rachel, Revan, Ravin sudah siap, hanya Gavin saja yang belum siap. Hal itu semakin membuat Gavin panik karena takut di tinggal oleh kakak-kakak nya.
"Mama Revan sama yang lain jalan dulu sama kak Reva" pamit Revan mewakili.
"Kak Levan jangan pelgi dulu, tunggu Gavin dulu kak" pinta Gavin dengan tatapan memohon.
"Ayo mama cepat, nanti Gavin di tinggal sama meleka" ucap Gavin sambil menarik-narik lengan mamanya tak sabar.
Alisya membawa putranya masuk kedalam kamar Gavin.
Sedangkan di bawah mereka berlima sudah berkumpul di luar rumah.
"Kak kita pakai mobil atau motor" tanya Ravin.
"Pakai motor aja boy, ini kak Rey sudah manasin motor kalian juga" Sahut Reva.
Mereka mengangguk setuju. sudah lama mereka tak jalan-jalan bareng sang kakak, baisanya Reva akan sibuk di kantor dan triplet akan sibuk dengan urusan sekolahnya.
"Ayo, memangnya kalian nunggu siapa lagi" tanya Reva bingung ketika melihat ketiga adiknya masih berdiri tanpa menghampiri motornya.
Revan menoleh kebelakang terlihat Gavin sedang berlari sambil membawa topinya.
"Tuh yang di tunggu datang kak" ucap Reva sambil melihat ke arah Gavin.
"Tunggu kakak, Gavin mau ikut ini" teriak Gavin dengan nafas ngos-ngosan.
"Tidak usah lari, kak Reva tungguin ini" sahut Reva.
Akhirnya Gavin berhenti berlari, ia berjalan menghampiri kakak-kakaknya.
"Sudah semua kan" tanya Reva memastikan mendapat anggukan dari keempat adiknya.
"Rachel mau di boceng siapa?" tanya Reva.
"Rachel mau sama kak Ravin aja kak" sahut Rachel.
Reva melihat wajah Ravin lalu berkata.
"Nanti bawa motornya jangan ngebut-ngebut Vin, kamu bawa Rachel soalnya" peringatnya kepada Ravin yang suka ugal-ugalan kalau mengendarai motor.
"Iya kak" sahut Ravin sambil tersenyum manis.
Reva mengkoordinir adik-adiknya, dia harus memastika keselamatan adik-adiknya.
"Dan sekarang Gavin. Kamu mau sama kak Reva atau sama kak Revan" tanya Reva kepada sang adik.
"Gavin mau sama kak Levan aja, sama kak Leva sempit" sahut Gavin di balas anggukan oleh Reva.
Reva tak mempermasalahkan Gavin ayng mau sama Revan, dia justru senang bisa memeluk Rey tanpa ada yang menghalanginya.
"Kamu hati-hati Van, pastikan Gavin tidak mengantuk" peringat Reva kepada Revan.
"Baik kak" sahut Revan.
Kini mereka semua mulai naik ke motornya masing-masing. Tiba-tiba terlihat Alisya yang keluar dari dalam rumah karena mendengar suara bising mesin motor.
"Kita mau lari di tepi pantai mam" sahut Reva yang sudah naik dia atas motor di bonceng oleh Reyanand.
"Hah? mama harus ikut, tunggu sebentar mamah mau panggil papah kalian dulu" ucap Alisya heboh.
Mereka berempat kompak menepuk keninganya.
"Ini mah jadi kek liburan keluarga honey" ucap Reva membuat Reynand terkekeh.
Mau bagaimana lagi, mana mungkin ada yang berani melarang ibu negara ikut.
*
Sedangkan di dalam rumah Alisya heboh memanggil suaminya.
"Papah... papah... " teriak Alisya sambil berjalan cepat menghampiri suaminya.
"Ada apa mah, kenapa teriak-teriak begitu" sahut Arsen sambil menoleh melihat istrinya.
"Pah cepat ganti baju, mamah mau ikut sama anak-anak ke pantai pah" rengek Alisya.
"Ngapain kepantai, kan katanya mereka pada mau joging"
"Mereka mau lari di tepi pantai, papa mau ikut tidak? kalau tidak mamah mau boceng Revan saja" ucap Alisya yang gemes dengan suaminya yang masih terlihat santai.
"Hufft... baiklah ayo" sahut Arsen yang terlihat seperti orang terpaksa.
"Kalau papah tidak mau ikut ngga apa-apa, mamah mau pergi sendiri aja sama anak-anak" ucap Alisya.
"Terus kamu mau ninggalin aku sendirian di rumah begitu. Sudah ayo kita kedepan" ucap Arsen lalu mengajak istrinya kedepan. kasihan kalau anak-anaknya kelamaan menunggu.
Arsen dan Alisya berjalan kedepan rumah.
"Kenapa tidak naik mobil aja" tanya Arsen ketika melihat putra-putrinya sudah di atas motor semua.
"Tidak, kita mau naik motor" tolak triplet kompak.
Arsen menghela nafas panjang, akhirnya ia pergi ke garasi dan mengeluarkan salah satu koleksi mogenya.
"Gavin ikut sama papah aja, kamu nanti kalau ngantuk tidak ada yang megangin" pinta Arsen khawatir dengan putra bungsungnya itu.
Gavin pun dengan patuh turun dari atas motor Reva, kemudian mendekati sang papah.
Arsen mendudukan sang putra di belakang bersama sang istri.
Kini motor mereka mulai melaju meninggalkan pekarangan rumah Arsen.
Mereka konvoi menggunakan empat motor termasuk motor Arsen.
Arsen merasa senang kali ini dia bisa pergi jalan-jalan bersama istri serta anak-anaknya. Hal kek gini sangat sulit di lakukan oleh Arsen.
Mereka mengendarai motor masing-masing menuju ke pantai yang ada di kota tersebut.
"Aku senang honey, akhirnya kita bisa jalan-jalan bareng keluarga, sayang tidak ada keluargamu honey, pasti seru kalau ada om Reagan juga" ucap Reva sambil memeluk tubuh Reynand dari belakang dan menaruh dagunya di bahu Reynand.
"Lain kali kita bisa mengajak mereka honey," sahut Reyanand sambil menggenggam tangan Reva yang ada di perutnya.
"Iya kau benar honey, nanti aku juga akan mengajak papi Erik, biar semakin ramai" ucap Reva.
Reynand tersenyum melihat wajah bahagia kekasihnya dari spion.
Motor mereka berhenti di loket masuk, lalu Reyanand membayar semua tiket masuknya.
Usai membayar barulah mereka bisa masuk kedalam, mereka mencari tempat parkir untuk memarkiran motornya.
Usai mendapat tempat parkir mereka langsung memarkirkan motornya.
Mereka semua beriringan berjalan menuju ke sisi pantai, Gavin berlari karena sudah tidak sabar ingin bermain pasir.
Bersambung
Jangan lupa like, koment, vote, gift🙏
Happy reading guys 🙏