
"Kak Reva..." teriak Revin dan Rachel ketika melihat Reva dan kedua orang tuanya masuk kedalam rumah.
Mereka berlari lantas memeluk tubuh sang kakak
"Rachel kangen sama kak Reva" ucap Rachel sambil memeluk tubuh Reva.
Mereka memang tak pernah berpisah lama, kecuali saat Reva sedang mengalami kecelakaan dulu.
"Haisss....adek kakak apa kabar" tanya Reva membalas pelukan adiknya.
"Rachel dan yang lain baik kak. Mana oleh-oleh untuk kita kak" sahut Rachel langsung menodong meminta oleh-oleh.
"Kamu ini, belum juga kakak duduk sudah aja di mintai oleh-oleh, buatkan kakak minum dulu berdua sama kak Rey baru kak Reva kasih kalian oleh-oleh" ucap Reva tetap tak mau rugi.
Rachel merotasi bola matanya malas, kebiasaan kakaknya selalu meminta imbalan.
"Kalau ngga mau yasudah, buat mamah semua aja" ucap Reva menakut-nakuti mereka.
"Jangan!! Biar Rachel buatkan minum dulu untuk kalian" pekik Rachel melarang kakaknya memberikan semua oleh-olehnya kepada mamahnya.
Rachel branjak meninggalkan mereka dan pergi dapur untuk membuat minum.
"Kamu ini iseng banget sih" ucap Reynand sambil menarik hidung istrinya gemas.
"Biarin aja, tidak ada yang geratis di dunia ini honey" sahut Reva nyengir kuda.
Reynand hanya menggelengkan kepalanya.
Gavin sejak tadi hanya diam saja, sepertinya bocah kecil itu masih marah dengan kakaknya makanya dari tadi tidak mau berbicara.
"Kamu kenapa diam aja Gav" tanya Reva bingung.
"Hmmm" hanya itu yang keluar dari mulut Gavin.
"Baguslah, kalau begitu kak Reva ngga mau kasih kamu oleh-oleh, kak Reva kasih ke anak om Max saja" ucap Reva menggoda adiknya.
"Coba saja kalau belani, nanti kamal kak Leva Gavin bom, bial tahu lasa" sahut Gavin yang akhirnya mau mengeluarkan suaranya.
"Kalau kamar kak Reva di bom, yang ada rumah ini juga hancurlah" ucap Reva.
"Ya nda lah, kan nanti Gavin pakai petasan aja kemalin Gavin sudah beli di sekolahan" ucap Gavin keceplosan langsung mendapat pelototan dari mamahnya.
Gavin menutup mulutnya sambil melihat wajah galak Mamahnya.
"Marahin mam, masa mau main petasan di dalam rumah, yang ada nanti kebakaran bagaimana" timpal Ravin mengompori mamahnya.
"Bawa sini petasannya" tegas Alisya menatap tajam putranya.
"Gavin cuma belcanda mah, Gavin nda benal-benal beli petasan, suwelll...." kilah Gavin sambil mengajungkam jarinya membentuk huruf V.
"Jangan percaya mah, pasti dia bohong" sahut Ravin cekikikan melihat Gavin yang melototinya.
Ravin menjukurkan lidahnya mengejek adiknya.
"Mamah ngga percaya, bawah sini atau mamah yang akan mencarinya sndiri" ucap Alisya yang tahu kalau putranya itu bohong.
"Jangan bohong Gav, kamu mau hidung kamu panjag, bisa-bisa nanti kamu di jauhin Dhea sama Luna" ucap Reva ikut nimbrung.
Gavin melihat kearah papahnya, seolah meminta pertolongan, namun bukannya menolong papahnya justru melengoskan wajahnya.
Gavin mencebik sebal, dia tahu kalau papahnya takut sama mamahnya.
"Iya-iya nanti Gavin kasih ke mamah, tapi sekalang Gavin lagi malas ke kamal Gavin" ucap Gavin, dia sengaja bilang nanti supaya nanti mamahnya lupa.
Namun siapa sangka Alisya sudah tahu akal bulus putranya itu.
"Tidak ada nanti-nanti, mamah minta sekarang juga kamu ambil petasan itu dan kasih ke mamah" tegas Alisya tak ingin di bantah.
Akhirnya Gavin kalah melawan mereka, 3 vs 1 tentu saja tidak akan membuat Gavin menang, apalagi di pihak mamahnya ada Reva dan juga Ravin yang sama-sama ngeselinnya.
Setah mengambil petasan tersebut dari dalam tasnya, Gavin kembali ke bawah menemui mamahnya.
"Ini" ucap Gavin sambil memberikan dua bungkus petasan banting.
"Jangan beli petasan lagi, nanti kalau kamu terkena ledakan petasan gimana, bisa-bisa mamah nangis nanti" ucap Alisya sambil memeluk putranya.
"Iya mamah, Gavin janji nda beli petasan lagi, Gavin cuma penasalan aja soalna teman Gavin pada beli" sahut Gavin.
"Biarin aja, Gavin ngga usah ikut-ikutan" ucap Alisya di sambut anggukan sama Gavin.
🌹🌹🌹🌹
Di rumah Reno, ayah Brian, semenjak kepergian Brian hubungan Reno dan Listy menjadi renggang, ia menyalahkan Listy atas kepergian putranya.
Hingga sekarang Brian tak pernah lagi pulang ke rumah orang tuanya, dia terlalu jijik melihat ayahnya dan juga mantan kekasihnya itu.
Listy menuruni tangga, karena tak fokus tiba-tiba kaki Listy terpleset.
"Aaaa......" teriak Listy ketika tubuhnya menggelinding kebawah dari atas lantai. Dia mencoba melindungi perutnya supaya tidak terjadi benturan dan akan membahayakan keselamatan janinya.
Dugh...
Kepala Listy membentur lantai.
"Tolong..." lirih Listy hingga tak sadarkan diri.
Pelayan yang melihat kejadian tersebut oun langsung berteriak.
"Non Listy..." teriak pelayan langsung mendekati Listy yang sudah tak sadarkan diri dengan kepala yang berdarah.
Pelayan tersebut mengecek denyut nadi yang ada di tangan dan juga leher Listy, dan ternyata majikannya itu masih bernafas.
"Tuan tolong tuan" teriaknya memanggil Reno.
Reno yang sedang di ruang kerjanya pun akhirnya keluar karena mendengar keributan yang ada di lantai bawah
Dengan menggunkan lift Reno turun ke lantai dasa yang ada di rumahnya, dia melihat apa yang sedang terjadi di rumahnya yang membuat pelayannya berteriak memanggil namanya.
"Ada apa Bi" tanya Reno saat keluar dari dalam lift.
"Non Listy jatuh dari tangga tuan, kita harus secepatnya membawa non Listy ke rumah sakit" ucap bibi dengan tatapan memohon.
Dia tahu kalau hubungan tuan dan nyonyanya sedang tidak begitu harmonis.
Reno membelalakan matanya mendengar ucapan pelayannya, dia menjalankan kursi rodanya mendekati Listy yang tak sadarkan diri.
"Cepat panggil sopi, dan suruh dia mmebawa Listy ke rumah sakit" perintah Reno kepada pelayannya.
"Baik tuan" sahut Bibi, dia bangkit lalu berlari mencari mencari keberadaan sopir pribadi milik Reno.
Reno menundukkan wajah ya melihat wajah serta kepala Listy yang berdarah.
Dia mengulurkan tangannya dan menyentuh wajah Listy.
"Maafkan aku, semoga kamu dan anakmu bisa selamat" ucap Reno lirih.
Dia hanya bilang itu anak Listy, seolah dia tak mau mengakui anak yang ada didalam kandungan Listy.
Sopir dan pelayan di rumah Reno masuk langsung mengangkat tubuh Listy dan membawanya ke rumah sakit.
Bersambung.
Mau di tamatin atau langsung guys?
Jangan lupa like, koment, vote, gift🙏
Happy reading guys🙏