Baby Girl

Baby Girl
BAB 147



Tiga hari berlalu, di media sosial tengah di kabarkan tentang skandal istri dari pemilik perusahaan Global Group.


Ada salah satu akun yang memposting tentang Alisya yang mempunyai anak di luar nikah. Semua warga net menyayangkan dengan kabar tersebut.


Mereka tak menyangkan kalau istri dari pemilik Global Group yang terkenal kalem, pendiam tapi ternyata memiliki masa lalu yang buruk.


Banyak dari netijen yang menghujat Alisya.


Drrrttrr


Drrtttr


Drrrtttt


Terdengar ponsel Arsen berdering, menandakan ada panggilan masuk, Arsen mengambil ponselnya, dan telihat nama asisten nya yang tertera di layar kaca.


"Ada apa No" sapa Arsen setelah menagngkat panggilannya.


"Gawat pak, di media beredar tentang status non Reva yang lahir di luar nikah" ucap Nino panik.


Asen yang merasa terjadi sesuatu, akhirnya membuak laptopnya dan melihat media, dan ternyata yang di ucapkan asistennya itu benar.


"cepat cegah No, sebelum semuanya makin meluas, kali ini aku ijinkan kamu menggunakan kekuasaan Global Group untuk menekan semua media agar mau menghapus berita tersebut" perintah Arsen.


"Baik tuan, saya akan berusaha semampu saya, untuk menghapus berita ini dari media" balas Nino langsung mematikan panggilannya.


Arsen mematikan laptopnya, dan segera keluar dari ruang kerjanya, pertama-tama Arsen mengumpulkan semua pekerja yang ada di rumahnya terlebih dahulu.


Arsen harus bertindak cepat. Arsen tak mau kalau sampai Reva melihat berita di media. Ia tak mau membuat putrinya itu sedih.


"Apa semuanya sudah berkumpul" tanya Arsen.


"Sudah tuan" jawab Max mewakili pekerja yang lain.


"Saya minta kalian untuk sementara jangan nonton tv dan ponsel, terlebih kalau ada Reva. Dan saya juga minta sama pak diman untuk menyortir koran yang datang kerumah, pastikan tak ada berita tentang istri atau anak saya di koran tersebut" tegas Arsen.


"Baik tuan" jawab mereka kompak.


"Bagus, jangan sampai kalian lupa dengan peraturan yang baru saja saya buat" ucap Arsen.


Pelayan di rumah Arsen tak banyak tanya, mereka dengan patuh menaati semua peraturan yang baru saja di buat oleh Arsen, sebelumnya Arsen tak pernah melarang mereka apapun.


Mereka berpikiran kalau sedang terjadi sesuatu dengan keluarga tuannya, makanya di buatlah peraturan seperti saat ini


"Max, tolong ikut saya sebentar" perintah Arsen.


"Baik tuan." ucap Max patuh.


Arsen membawa Max masuk kedalam ruang kerjanya.


"Apa yang terjadi tuan" tanya Max ketika sudah berada di ruang kerja Arsen.


"Ada yang ingin menghancurkan nama baik istriku, tolong kamu selidiki siapa orang yang pertama kali menyebarkan berita tentang Alisya Max" titah Arsen.


Max mengerutkan dahinya.


"Kamu ini kenapa tidak update Max, masak kamu tidak tahu berita yang sedang beredar saat ini" ucap Arsen ketika melihat kebingungan di wajah Max.


Padahal kalau Nino tidak menelponnya, Arsen juga tidak akan tahu kabar berita tersebut.


Max akhirnya membuka ponselnya, dan membuka media sosialnya untuk mengecek berita tersebut.


Max mengepalkan tangannya melihat berita tersebut, dia tidak terima nona kecilnya di hina seperti itu.


Meskioun sebenarnya yang mereka hina Alisya, tetap saja Max tak trima karena ini sudah menyangkut status nona kecilnya itu.


"Baik tuan, saya akan segera menyelidikinya" ucap Max dengan sorot mata memancarkan kemarahan.


Setelah mengucap seperti itu, max langsung kekuar dari ruang kerja bosnya, dia butuh laptopnya untuk melacak sumber berita tersebut.


Max yang selama ini menjaga Reva kemana pun dia pergi, tentu saja dia tidak terima jika ada yang mengusik nona mudanya, Max teelalu sayang dengan nya, jadi apapun akan dia lakukan untuk menemukan siapa dalah di balik berita tersebut.


*


Klek


"Ada apa? Kenapa muka kamu begitu" tanya Alisya ketika melihat wajah tak teebaca suaminya itu.


Arsen merangkul bahu istrinya dan mengajaknya duduk di sofa yang ada di sudut kamar.


Sebelum berbicara Arsen mengambil nafas dalam lalu menghembuskannya.


Sebenarnya Arsen berat menceritakan ini kepada istrinya, tapi mau tidak mau dia harus menceritakan masalah ini kepada istrinya, supaya Alisya bisa memantau Reva supaya tidak melihat ponsel atau apapun itu yang berkaitan dengan media, untuk sementara waktu


Meskipun Reva belum ngerti, tapi putrinya itu sudah bisa membaca, Arsen melakukan itu mencegah bebagai pertanyaan yang akan kelaur dari mulut putrinya.


"Ada yang menyebarkan tetang masa lalumu di media, aku dan Nino sedang mencari tahu dalang di balik penyebaran berita ini. Kamu percaya sama aku kan? Apapun yang terjadi nanti aku tak akan pernah meninggalkanmu" ucap Arsem sambil memegang bahu alisya.


Alisya menutup mulutnya tak menyangka, akhirnya masa lalu dirinya yang ia simpan rapat-rapat kebongkar juga, bahkan di media yang semua orang bisa melihatnya.


Alisya bangkit dari duduknya, dan berdiri di depan jendela kamar, sambil emnatap keluar dari jendela.


Arsen ikut bangkit, dan mendekati istrinya itu, lalu memeluknya dari belakang.


"Nama besarmu di pertaruhkan di sini, apa kamu yakin akan bertahan demi aku dan Reva?, bukankah sebagai pengusaha nama baik itu penting untuk kelangsungan perusahaanmu" ucap Alisya menerawang jauh keluar jendela.


"aku tidak memikirkan itu semua, bahkan sebelum berita ini muncul ke publik, aku sudah lebih dulu mengetahuinya, jadi kamu tidak usah khawatir akan hal itu" sahut Arsen sambil mengecup pucuk kepala istrinya.


"Tapi bagaimana dengan bunda dan keluargamu yang lain, aku tak mau nama baik keluargamu hancur hanya karnaku" ujar Alisya.


"Bukankah bunda sama sepertiku, dia juga sudah lebih dulu tahu tentang masa lalumu" kita akan lalui ini bersama, bila perlu aku akan mengadakan konfrensi pers untuk meluriskan permasalahan ini" ucap Arsen.


Arsen tahu perasaan istrinya itu. Apapun yang terjadi Arsen tidak akan pernah meninggalkan Alisya dan anak-anaknya.


Baginya nama baiknya tidak penting, yang lebih penting adalah bagaimana caranya menjaga mental Reva untuk masa depannya, bagaimana pun jejak digital tak akan pernah hilang.


"Kamu tolong jaga Reva supaya tidak memainkan ipadnya untuk saat ini, aku tak mau dia melihat berita yang sedang beredar di media" ucap Arsen.


"Iya, aku akan memantaunya" balaals Alisya.


"Aku kura masa itu sudah berakhir, tapi ternyata masa itu kembali lagi, masa dimana semua orang menghinaku dan menghina putriku, bahkan dia dengan kejinya mengatai putriku anak haram" ucap Alisya mulai meneteskan air matanya. Arsen pun ikut meneteskan air matanya, sambil mengeratkan pelukannya di tubuh istrinya.


...****************...


Setelah memberi tahu kepada Alisya, Arsen menghubungi Erik, setelah itu ia pergi dari rumah, ia berencana ingin menemui Erik di kan, dia harus membicarakan masalah ini dengan Erik, bagaimanapun juga Erik ikut andil dalam permasalahannya ini.


Arsen mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, Arsen ingin menyelesaikan permaslahan ini dengan cepat.


Hanya butuh lima belas menit mobil yang Arsen kendarai tiba di perusahaan Hendrawan.


Setelah di beri tahu receptionis, Arsen langsung naik lift menuju ke lantai atas


Tring


pintu lift terbuka, Arsen segera keluar dari dlaam lift menuju ke ruangan Erik.


Ceklek


Arsen langsung membuka pintu ruangan Erik tanpa mengetuknya terlebih dahulu.


"Keebtulan kamu sudah datang Ar" spaa Erik.


Terlihat Erik sedang duduk bersama Viona menunggu kedatang Arsen.


"Langsung saja kita bahas masalah ini Rik" ucap Arsen to the point sambil mendudukan tubuhnya di sofa yang masih terlihat kosong.


"Aku yakin masalah ini ada kaitanblnya dnegan sekretarismu yang kamu pecat kemarin Ar" tebak Erik.


"Aku juga berpikir seperti itu, apa lagi sekretaris itu anak dari paman Alisya yang dulu menjadi wali nikah Alisya, sudah pasti dia mencurigai keberadaan Reva waktu itu" sahut Arsen.


"Lupakan dia dulu, lebih baik kita adakan konfrensi pers untuk mengkonfirmasi berita ini, aku dan Erik akan muncul nanti, bagaimana pun juga Erik adalah ayah biologis Reva." timpal Viona.


"Istrimu benar Rik, kita secepatnya harus mengadakan konfrensi pers, untuk meredam berita itu, setelah itu kita akan uris pelakunya." ucap Arsen.


Bersambung


Happy reading guys🙏