
Karena bosan Reva dan Reynand pergi ke ruang bermain yang sudah di sediakan oleh Arsen di acara tersebut.
Belinda mengeryit melihat kedua cucunya beranjak menjauh dari kedua orang tuanya "Mau kemana kalian" tanya Belinda.
Reva dan Reynand menoleh menatap wajah Belinda."Kita mau belmain oma" sahut Reva.
"Yasudah hati-hati, Rey jagain adiknya ya" pinta Belinda. Reynand mengangguk, kemudian menggandeng tangan Reva menuju ke tempat bermain.
Meskipun Reva bukan anak kandung Arsen, tetapi Belinda selalu mengingatkan Reynand kalau Reva adalah adiknya, karena Reagan adalah kakak sepupu Arsen. Belinda tidak mau kedua cucunya cemburu karena berebut kasih sayangnya.
Di tempat bermain terlihat ramai di penuhi anak-anak dan juga orang tua yang mengawasi anaknya bermain.
Kedua anak Raka dan anak sahabatnya juga ikut bermain di situ dengan di awasi oleh ibunya.
Reva yang ramah langsung saja berbaur degan anak yang lain, dia mendekati Nayla putri Raka yang sedang menyusun balok, lalu mengajaknya berkenalan. "Nama kamu siapa" tanya Reva kepada Nayla.
Nayla menoleh lalu menjawab. "Nama aku Nayla, nama kamu siapa" tanya Nayla balik.
"Aku Leva" jawab Reva dengan suara cadelnya.
Nayla mengangguk mengerti. "Ayo kita belmain, kita susun balok-balok ini" ajak Nayla. Reva pun gabung dengan Nayla mensusun balok-balok menjadi sebuah bangunan.
Sedangkan Reynand bermain mobil-mobilan bersama Narendra (kembaran Nayla) dan juga Sky (putra Alex).
Lima belas menit menyusun balok tiba-tiba Reva bosan. "Leva bosan, Leva mau kesana dulu ya, mau main mobil mau ikut nda?" tanya Reva.
Nayla nampak berpikir lalu mengangguk. "Ayo, Nay ikut" ajak Nay.
Mereka berdua mengambil mobil yang berada di dekat Reynand.
Naylah sudah menaiki mobil-mobilan berwarna pink, giliran Reva mau naikin motor aki dengan gambar hello kitty, namu sebelum melangkahkan kakinya tiba-tiba badan Reva di singkirkan oleh anak perempuan. "Minggil, ini puna Ala" ucap Ara (Putri Andre asisten Raka) nyolot
Reva mendelik melihat wajah Ara dengan berkacak pinggang. "Ini punya Leva, Leva duluan yang melihatnya" ucap Reva tak mau kalah.
"kamu belani cama Ala" tantang Ara barbar.
"Belani, ayo, kalau mau belantem" tantangnya kembali, Reva sudah pasang kuda-kuda
Tanpa basa basi Ara langsung mendorong bahu Reva dengan tangan kecilnya. "Ayo cekalang lawan Ala" sahut Ara.
Reva juga balas mendorong tubuh Ara.
Chika sedang mengobrol dengan sahabatnya, jadi dia tidak melihat Ara yang sedang berantem.
Sedangkan di tempat pesta satu persatu tamu undangan sudah mulai meninggalkan gedung, Arsen menghampiri istrinya ingin mengajaknya pulang. "Baby, ayo kita pulang" ajak Arsen. "Reva mana baby" tanya Arsen clingukan mencari putrinya.
Belinda mendekati Arsen lalu menepuk bahunya pelan. "Reva sama Reynand di area bermain" jawab Belinda.
Arsen mengulurkan tangannya ke Alisya, Alisya menerima uluran tangan suaminya setelah itu dia bangkit dari duduknya. "Kita samperin Reva dulu baby, baru setelah itu kita pulang." Ucap Arsen.
Tanpa sepengetahuan Arsen, Erik mengikutinya ke arena bermain anak.
*
Dari kejauhan Arsen melihat rambut Reva di tarik oleh Reynand, sedangkan rambut Ara di tarik oleh Narendra.
"Lepas Ley, Leva mau tonjok muka na yang menyebalkan itu" raung Reva.
"Kebiasaan gelut mulu, ayo pulang nanti di caliin om Alsen kamu" Reynand menasihati Reva.
Arsen berlari kecil menghampiri putrinya meninggalkan Allisya. "Rey, kenapa kamu tarik rambut Reva" tanya Arsen ketika sudah di dekat putrinya.
Arsen melihat wajah Reva. "Apa benar itu sayang" tanya Arsen.
"Tapi dia duluan yang dolong Leva papa" jawab Reva sambil melototkan matanya menatap Ara.
Arsen menghela nafas, lalu mengangkat tubuh Reva ke dalam gendongannya. "Sudah sekarang kita pulang, kasihan mama" ucap Arsen lembut.
"Apa kamu plelok plelok, minta di colok mata na hah" galak Reva Melihat Ara yang menatapnya sinis ke arah Reva.
"Cini ayo, kalau belani cama Ala" sahut Ara di gendongan Andre.
Arsen mengelus punggung Reva untuk menetralkam emosinya. "Calm down girl, tarik nafas lalu hembuskan" saran Arsen.
Reva pun mengikuti arahan papanya. "Huff..sakit sekali hatiku" ceplos Reva.
Andre menggaruk kepalanya yang tak gatal, dia merasa tidak enak ke Arsen. "Maafkan tingkah putri saya tuan Arsen" ucap Andre.
Arsen tersenyum. "No problem, ini hal yang wajar yang biasa anak-anak lakukan, nanti juga kalau ketemu baik sendiri, tidak usah di pikirkan...saya juga minta maaf" balas Arsen.
Dari kejauhan Erik bisa melihat kesabaran Arsen dalam menangani anaknya. Ingin rasanya Erik memeluk Reva namun takut putri kecilnya itu akan nangis, karena selama ini putrinya tidak mengenal dirinya.
Tanpa Erik sadari ada yang mengikuti langkahnya. "Kenapa Erik sebegitunya melihat putri Alisya, seperti ada penyesalan di matanya" gumam orang tersebut.
*
*
Di dalam mobil Arsen.
Mobil telah di kemudikan oleh sopir pribadi Arsen. Sedangkan Arsen duduk di jok belakang bersama istrinya sambil memangku Reva.
Alisya melihat ke arah Reva lalu menatap tajam kedua matanya. "Sayang, kamu itu anak perempuan...sebentar lagi kamu juga akan menjadi kakak, tapi kenapa kamu masih suka berantem sih, mama pusing kalau kamu begini terus" omel Alisya.
Reva membalas tatapan mamanya sambil bersedekap di depan dada, bukannya menurut Reva malah memberikan pertanyaan kepada mamanya. "Mama kalau di dolong olang diam saja atau mama balas" tanya Leva.
"Ya balas lah, masak iya mama diam saja" jawab Alisya tanpa mikir.
Reva tersenyum mendengar jawaban mamanya. "Belalti Leva nda salah, kan tadi dia duluan yang dolong Leva, Jadi Leva balas dolong dia" ucap Reva cerdas.
Arsen menahan tawa melihat wajah istrinya yang nampak frustasi menghadapi putrinya yang super ngeyel.
Alisya merasa terjebak dengan pertanyaan putrinya. "kamu ngeselin banget sih, lama-lama mama masukin kamu kedalam botol baru tahu rasa" kesal Alisya.
Reva mendelik tak terima, "Memangna Leva jin mau di masukin ke dalam botol" ketus Reva. Alisya mencebik....dia membuang mukanya kesamping melihat ke arah luar jendela mobil.
Sedangkan Arsen tertawa terbahak-bahak. melihat pertengkaran mereka berdua menjadi hiburan tersendiri buat Arsen.
Tak terasa mobil yang mereka tumpangi tiba di plataran rumah, Arsen keluar terlebih dahulu sambil menggendong Reva yang tertidur, setelah itu membantu Alisya turun dari mobil.
Mereka masuk kedalam rumah.
"Baby, aku menidurkan Reva dulu di kamarnya ya, kamu masuk kamar dulu nanti aku nyusul." ucap Arsen.
Alisya mengangguk patuh, dia juga sudah capek ingin segera merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
Setelah menidurkan Reva di kamarnya, Arsen ke dapur dulu membuat susu ibu hamil untuk istrinya.
Bersambung
Happy reading guys🙏