
Drrtttrr
Drrttttt
Drrrttttt
"Ley, papa na Leva telpon ini" pekik Reva heboh sambil menunjukkan ponselnya kepada Rey.
"Bialin aja, bial tahu lasa" ucap Rey
Mereka bedua cekikikan sambil membayangkan wajah kesal Arsen.
"Angkat sayang" tegur Belinda.
"Tidak, tidak ada yang boleh angkat telpon dali om Alsen," cegah Rey.
"Memangnya kenapa?" tanya Renata bingung.
"Salah sendili tadi Leva telpon om Alsen tapi nda di angkat, sekalang bial dia lasain kek Leva" jawab Rey.
Belinda dan Renata tepuk jidat, anak kecil ini ternyata bisa balas dendam.
Ponsel Belinda terus berdering, nama Arsen memenuhi layar ponsel Belinda, namun ponselnya di sita sama ke dua bocil itu.
Kini sekarang giliran ponsel Reagan yang berbunyi, kebetulan ponsel Reagan ada di tangan putranya buat main game. Panggilan dari Arsen langsung di riject oleh Reynand.
"Lasakan pembalasan Ley, hihihihi" ucap Rey tertawa sambil joget-joget bersama Reva.
*
Sedangkan di tanah air Arsen mengumpat kesal, dia sudah berkali-kali menghubungi putrinya namun tak kunjung ada yang mengangkat, giliran telpon sepupunya malah di riject.
Setelah melewati pagi yang panjang dan bergelora, Arsen melihat poselnya yang dari tadi ia biarkan, dia melihat banyak panggilan dari putrinya yang tak ia jawab karena Arsen tadi sedang sibuk mengerjai tubuh istrinya.
Arsen mencoba menelpon balik Reva namun tidak ada yang mengangkat
"Ini pasti kerjaan si bocah tengik itu, awas saja nanti kalau pulang" gerutu Arsen.
Saking kesalnya Arsen melemparkan ponselnya ke sofa. Dia berjalan mendekati istrinya yang masih terlelap di atas ranjang.
Arsen naik ke atas ranjang, dia menatap wajah cantik istrinya yang sedang terlelap setelah tadi melayani na*sunya, di balik selimut tebalnya tubuh Alisya masih dalam keadaan polos tanpa sehelai benang pun.
"Bumil ku ini menggemaskan sekali" ucap Arsen sambil mengecup bibir Alisya yang menganga.
Alisya mengeliat karena ulah jahil suaminya.
"Honey, jangan mengangguku" gumam Alisya seraya merubah posisinya memunggungi Arsen.
"Baby bangun, anakmu itu dari tadi aku telponin tapi gak di angkat-angkat" gerutu Arsen seraya memeluk istrinya dari belakang.
"Biarkan saja, mungkin dia sedang main" sahut Alisya.
"Tidak, ini pasti karena ulah si bocah tengik itu, pasti dia yang sudah meracuni otak kecil putri cantik ku itu, baby, ini tak bisa di biarkan...aku harus memberi pelajaran sama dia" ucap Arsen seperti sedang mengadu pada ibunya.
Alisya menutup seluruh tubuhnya menggunakan selimut hingga ke ujung kepala, dia jengah dengan tingkah suaminya yang kekanakan. Memangnya apa yang bisa dia lakukan, sedangkan dia dengan Rey saja beda negara.
Arsen ikut masuk kedalam selimut istrinya, tangan nakal Arsen merayap kemana mana menyentuh setiap inci tubuh istrinya.
"Rasakan, siapa suruh kau mengabaikanku, baby" lirih Arsen tersenyum licik.
"Honey, aku masih lelah" rengek Alisya dan mecoba menepis tangan suaminya yang ada di dadanya.
"Makanya bangun, ini sudah siang...memangnya kamu tidak ingin jalan-jalan hmm" sahut Arsen sambil mengecupi pipi chubby istrinya.
"Sebentar lagi, aku masih mengantuk" rengek Alisya manja.
"Sejak kapan bumil ku ini jadi pemalas hmm," ucap Arsen.
"Sejak kau mengerjaiku" ketus Alisya. Arsen terkekeh melihat kekesalan istrinya.
Mau tidak mau akhirnya Alisya membuka matanya sambil memanyunkan bibirnya karena kesal.
"Ayo ganti baju, setelah itu aku akan mengajakmu jalan-jalan mengelilingin kota ini" ajak Arsen.
"pakein honey" pinta Alisya manja masih dengan posisi berbaring.
"Astaga, kenapa manja sekali hmm" ucap Arsen sambil mengesek gesekkan hidungannya dengan hidung Alisya, membuat Alisya tertawa geli.
Arsen menuruti permintaan istrinya, dia memakaikan baju istrinya dari ****** ***** hingga semuanya, Arsen menahan mati-matian hasratnya agar tak menerkam istrinya lagi.
*
*
Patung GWK mengandung filosofi yang keren banget, Dalam kepercayaan Hindu, Dewa Wisnu berperan sebagai Dewa pemelihara alam semesta dan burung Garuda melambangkan kebebasan dan pengabdian. Konon, patung ini di buat untuk menyelamatkan lingkungan dan dunia.
Setelah dari patung GWK Arsen mengajak Alisya untuk berburu aneka kerajinan khas Bali untuk oleh-oleh. Alisya begitu antusias.. Dia memilih banyak pernak pernik dan tas dari hasil kerajinan tangan untuk mertuanya dan juga Renata.
Tak lupa Alisya juga membeli kain kamen khas Bali untuk semua keluarganya yang ada di kota J.
"Sudah belum baby" tanya Arsen yang sudah tidak betah menemani istrinya belanja.
"Belum Honey, masih banyak yang ingin aku beli" sahut Alisya yang masih sibuk memilih kain.
"Ck, dasar emak-emak...kalau belanja lama banget selesainya" gerutu Arsen.
"Kamu ngomong apa, honey" tanya Alisya yang sedikit mendengar gerutuan suaminya.
"Tidak ada baby, mungkin kamu salah dengar." kilah Arsen.
Bisa panjang urusannya kalau istrinya marah, ibu hamil susah sekali di bujuknya kalau sudah merajuk.
"Ayo baby, nanti kamu lelah....masih ada hari esok untuk berbelanja" ajak Arsen, selain dirinya yang sudah jenuh dia juga tak mau istrinya kecapekan karena perut buncitnya.
"Yasudah, aku bayar ini dulu ya" sahut Alisya, Arsen pun mengiyakan.
Alisya membayar semua belanjaannya, setelah itu Arsen membawanya pulang ke Villa.
Alisya duduk di sofa sambil meluruskan kakinya ke atas sofa.
"Kenapa baby" tanya Arsen.
"Kakinya pegel honey" jawab Alisya. Sebenarnya Alisya ingin memijit kakinya sendiri, tapi susah karena terhalang dengan perut buncitnya.
Arsen menghela nafas, inilah yang Arsen takutkan kalau istrinya terlalu banyak berjalan. Arsen duduk di sofa dan mengangkat kaki istrinya lalu memindahkan ke atas pahanya.
Arsen membantu memijit kaki istrinya.
"Tak usah honey, nanti juga hilang sendiri" cegah Alisya merasa tak enak, dia merasa tak sopan aja membiarkan suaminya memijit kakinya.
"Nikmati saja baby, kamu seperti ini juga karena anak-anak aku" ucap Arsen. "Baby, coba kamu hubungi Reva lagi, siapa tahu dia sudah bisa mengangkatnya" pintanya.
Alisya merogoh ponselnya dari dalam tasnya, dia mencoba menghubungi putrinya.
Tak lama panggilan Alisya pun langsung di angkat oleh Belinda.
"Hallo, bunda" sapa Alisya setelah panggilannya terhubung.
"Hallo, sayang, kamu lagi apa" tanya Belinda dari sebrang telpon.
"Alisya baru pulang dari jalan-jalan bund. Reva mana bund" jawab Alisya lalu menanyakan keberadaan putrinya.
Belinda pun memberikan ponselnya kepada cucunya itu.
"Hallo mama, Leva lagi main di Disneyland ini" ucap Reva.
"Apa Reva bahagia sayang" tanya Alisya.
"Leva sangat bahagia mama, di sini sangat selu" jawab Reva girang. Alisya tersenyum melihat wajah bahagia putrinya.
"Reva kenapa tadi tidak angkat telpon dari papa, sayang?" tanya Alisya.
"Leva lagi kesal sama papa mama, tadi Leva telpon papa banak-banak tapi nda di angkat-angkat, telus Ley bilang sama Leva katana nanti kalau papa telpon nda usah di angkat, bial papa kesal, gitu" adunya.
Arsen tercengang mendengarnya, bener dugaannya, kalau otak putrinya sudah di doktrin oleh bocah tengik itu.
"Baiklah, selamat berbahagia anak mama" ucap Alisya kemudian memutuskan panggilannya.
Bersambung.
Maaf kemarin Author lagi sakit guys, jadi tidak bisa up.
Happy reading guys🙏
Jangan lupa
Like
Komen
Vote