Baby Girl

Baby Girl
Part 15



Melviano masih berada di rumah Rista. Pria itu masih enggan pulang dan meninggalkan Rista sendirian walaupun Eve sedang berada dirumah tetangga.


Kesempatan Melviano juga untuk berlama-lama dan hanya berdua saja dengan Rista. Jarang-jarang mereka menghabiskan waktu berdua. Melviano tak akan melewatkan kesempatan itu tentunya.


"Pak mau kopi gak?" tanya Rista menawarkan. Seperti nya pria itu membutuhkan nya untuk menemani pria itu dalam mengerjakan pekerjaan nya.


Melihat kertas-kertas itu saja membuat Rista pusing.


"Hem boleh," ucap Melviano dengan senyum tipis. Senang rasanya Rista mau membuat hal-hal kecil untuk nya. Melviano jadi tidak sabar untuk mencoba kopi buatan Rista. Pasti sangat enak, tentu saja. Karena Melviano akan meminum nya dengan penuh cinta.


Setelah mendengar persetujuan dari Melviano, Rista langsung pergi kembali kedapur dan membuat kopi untuk Melviano.


Tak lupa dia membuat untuk dirinya sendiri. Tapi Rista tak membuat kopi untuk dirinya karena Rista tidak suka dengan kopi. Jadi lah dia membuat teh dengan menyediakan beberapa cemilan juga.


"Ini pak," ucap Rista meletakkan segelas kopi dan cemilan untuk Melviano.


"Terimakasih," balas Melviano dengan tulus. Pria yang biasanya selalu menunjukkan wajah datar pada nya kini menampilkan senyuman yang begitu manis yang dapat membuat ketampanan pria itu menjadi dua kali lipat


Rista Sampai tak berkedip melihat nya. Jujur, Rista sangat menyukai Melviano jika tersenyum.


"Bapak ganteng deh kalo senyum," ucap Rista ceplas-ceplos.


Setelah mengatakan hal itu, Melviano langsung kembali memudarkan senyum nya dan kembali menampilkan wajah datar nya. Rista mendengus melihat nya.


"Menyebalkan," ketus Rista kembali kedapur untuk mengambil teh nya.


Tanpa Rista sadari Melviano terkekeh geli saat Rista meninggalkan nya.


"Lucu," gumam Melviano sambil menyesap sedikit kopi buatan Rista.


"Enak," ucap nya seraya tersenyum tipis. Ingin sekali rasanya dia bisa meminum ini setiap hari.


Melviano menaikkan alisnya saat melihat Rista membawa segelas teh.


"Kamu menyukai teh?" tanya Melviano saat melihat Rista sudah meminum seperempat dari teh nya. Melviano berpikir apa gadis itu TKS merasakan kepanasan.


"Gak terlalu sih pak, tapi suka," balas Rista. sambil menyesap kembali teh yang diseduh nya.


"Oh begitu ya," angguk Melviano.


"Kamu bantuin saya buat periksa tugas ya," pinta Melviano pada Rista. Seperti nya dia membutuhkan bantuan mengingat banyak nya tugas yang harus dia periksa.


Belum lagi dia sudah membuang banyak sekali waktu nya tadi. Alhasil membuat nya kini menjadi keteteran dan repot sendiri.


"Waduh, kok saya pak," keluh Rista, kepala nya menjadi semakin pusing sekarang.


"Lah terus siapa lagi, cuma ada kamu disini," ucap Melviano


"Ya tapi kan itu bukan tugas saya, seperti kata bapak tadi. Jika itu sudah menjadi tugas dosen," ucap Rista mengingat kan. Rista sebenernya merasa malas sekali sekarang.


"Saya meminta bantuan," tekan Melviano.


"Mana ada minta bantuan maksa gitu," sebal rista pada Melviano yang memberi ketegasan.


"Kamu mau gak, kalo mau besok saya traktir kamu makan apa aja yang kamu mau," nego Melviano sekalian modus agar bsia kembali jalan dengan Rista.


"Seriusan nih pak apa aja, saya bisa kuras dompet pak Melvin loh," balas Rista.


"Gampang, duit saya cukup banyak buat kasih kamu makan,"


"Buset sombong amat pak," ucap Rista terkekeh.


"Kamu mau apa enggak?" Melviano kembali mengulang pertanyaan nya.


"Eum, boleh deh pak ehehe. Kalo gratis mah saya gas," Rista cengengesan.


Itu artinya uang jajan nya akan aman untuk besok. Ditambah lagi dia bisa bebas memilih memakan apapun yang dia mau nanti nya.


"Yaudah nih, kamu periksa yang ini, jawaban yang benar nya yang ini. Kamu cocokin aja, kalo jawabannya mendekati kamu bisa bikin bener," ucap Melviano menjelaskan cara kerja nya.


"Bapak tiap hari kayak gini kah? soal nya kan bapak setiap pertemuan selalu kasih tugas," ucap Rista. Jika dipikir-pikir lelah juga ya.


"Ya, Seperti itu,"


"Bapak gak cape apa?"


"Setiap pekerjaan pasti memilik enak dan tidak enaknya. Dan kerjs itu udah pasti capek, mana ada kerja yang gak cape Rista. Kamu harus mulai belajar dari sekarang, kamu harusnya cari magang biar nambah pengalaman kamu,"


"Iya pak, saya juga lagi nyari sih pak.'


"Kamu juga harus pahami metodologi penelitian dan pedoman penulisan skripsi," ucap Melviano


"Kalo magang nanti yang pertama, kamu harus mau belajar ilmu baru, mau menerima feedback ataupun saran


dari rekan kerja maupun atasan, lalu selalu inisiatif untuk mencari riset," lanjut Melviano.


"Wahh, makasih loh pak atas ilmunya, saya jadi tau banyak nih," ucap Rista senang. Tak sia-sia kalo begitu Rista menemani pria itu.


"Of course, kalo ada yang gak ngerti tanya aja sama saya," balas Melviano sambil meyomot satu persatu cemilan yang disediakan oleh Rista.


Pekerjaan nya jadi terasa lebih menyenangkan dan lebih santai saat ada Rista disamping nya.


Melviano merasa bekerja hari ini adalah hari bekerja terbaiknya. Dia menjadi lebih semangat saat berada di dekat Rista.


Lama keduanya bergelut dengan tugas-tugas Melviano. Keduanya akhirnya bisa mengehela nafas saat semuanya sudah selesai karena kerja sama kedua nya.


"Akhirnya selesai juga," ucap Rista dengan lega.


"Terimakasih sekali lagi," ucap Melviano.


"Ya pak, tapi jangan lupa ya janji buat besok," ucap Rista mengingat kan.


Rista meregangkan tangan nya yang ngilu sedari tadi.


"Pak, minta tolong tarik tangan saya dong," pinta Rista seraya memberikan tangan nya.


Melviano mengerti, gadis itu pasti merasa capek, dia saja merasa begitu.


Dengan sigap Melviano menarik satu persatu tangan Rista agar otot tangan nya meregang.


"Makasih Pak. Mau gantian gak,"


"Boleh," ucap Melviano.


"Mamah ko belum pulang ya, padahal udah lama banget, bapak juga belum pulang? udah malem banget nih pak," ucap Rista.


"Nunggu mamah pulang dulu saja, baru saya akan pulang," balas Melviano yang kini anteng di kursi sofa.


Pria itu menyalakan tv dan mencari film yang ingin di tonton nya.


"Sini," Melviano menepuk kursi yang kosong di samping nya.


Tanpa banyak protes, Rista duduk tepat disebelah pria itu.


"Ih apaan sih pak, kok nyari film nya yang horor sih. Udah malem tau entar kebawa mimpi gimana," gerutu Rista. Dia tidak menyukai film horor.Rista selalu takut.


Jika teman nya mengajak nya untuk menonton tapi yang ingin mereka tonton adalah film horor, maka Rista tanpa pikir panjang lagi akan membatalkan nya dan tak akan ikut.


"Yaudah kamu mau nonton apa?"


"Yang seru gitu pak, jangan yang horor,'


"Bentar saya cari dulu," ucap Melviano.


TBC