
Hingga waktu menunjukkan pukul sepuluh malam, Reynand mengajak mereka berdua pulang karena sejak tadi ponselnya terus berdering, om nya itu sejak tadi terus menghubunginya.
Namun Gavin dan Reva yang merasa belum puas dia menolak untuk di ajak pulang, mereka berdua masih ingin bermain. Akhirnya Reynand mengalah dan memberikan sedikit waktu mereka berdua untuk bermain.
Saat sedang berjalan tak sengaja ada salah stu permainan yang membuat Reva tertarik, Reva mengajak Reynand serta adiknya untuk mendekat ke stand tersebut.
"Sayang kita main tembak-tembakan dulu ya, janji setelah ini kita pulang" pinta Reva dengan tatapan memohon.
"Sayang, tapi sejak tadi papamu terus menghubungiku" ucap Reynand bingung.
"Matiin aja ponselnya kak Ley, beleskan" seloroh Gavin.
Membuat Reynand ternganga, bocah kecil itu ada saja idenya, tidak tahu apa kalau kek gitu bisa membuat Arsen semakin murka kepadanya.
"Iya benar itu honey, biar papa tidak bisa menganggu kita" ucap Reva setuju dengan ide sang adik.
"Baiklah, tapi janji setelah ini kita pulang" ucap Reynand sambil menghela nafas pasrah.
Gavind dan Reva langsung bersorak, mereka langsung berlari menuju ke permainan tersebut.
Reynand membayar terlebih dahulu untuk memulai permainan.
"Sayang, lihatlah bonekanya lucu sekali" ucap Reva sambil menunjuk boneka yang di pajang untuk hadiah.
"Tembaklah jika kau bisa" ucap Reyanand menantang kekasihnya, Rey juga ingin menguji kehebatan Reva.
Reynand tahu kalau selama ini kekasihnya itu juga mempelajari tentang menembak.
Dorr
Dorr
Dorr
"Yess, aku mendapatkannya hoeny" Teriak Reva girang karena semua tembakannya tepat sasaran.
Reynand tertegun melihat cara kekasihnya itu menembak, terlihat gerakan Reva sudah sangat terlatih.
"Aku jago kan, makanya jangan menantangku honey" ucap Reva jumawa sambil memamerkan boneka kelinci yang ia dapatkan.
"Ck, aku juga bisa. Lihatlah aku akan mendapatkan boneka panda itu untukmu" ucap Reynand sambil menunjuk boneka panda berukuran besar. ia tak mau kalah dari kekasihnya.
"Wah boneka pandanya besar sekali seperti Archie(nama salah satu panda Reva yang dulu ia minta dari Max), cepatlah hoeny kau harus mendapatkannya untukku" ucap Reva sangat antusias, ia sudah tidak sabar ingin melihat aksi kekasihnya itu.
"Ayo kak Ley jangan mau kalah sama kak Leva" sorak Gavin heboh menyemangati Reynand.
Reynand membayar terlebih dahulu sebelum mulai permainanya.
Dorr
Dorr
Dorr
Tembakan Reynand tidak ada yang mleset satupun semua tembakannya tepat sasaran.
Reynand menembak sambil menatap kedua mata kekasihnya, ia hanya melihat sebentar target lalu mengalihkan pandanganya ke arah kekasihnya.
"Wow kak Ley hebat" sorak Gavin sambil melompat dan bertepuk tangan.
Hal itu membuat Reva tercengang melihat kehebatan kekasihnya.
Reynand tersenyum manis melihat wajah cengok kekasihnya itu.
"Bagimana bisa" lirih Reva yang masih terkejut dengan aksi kekasihnya.
"Bisalah, bahkan aku bisa menembak dengan mata tertutup" sahut Reynand sombong yang langsung mendapat pukulan dari Reva.
Sedangkan Reva berjalan sambil membawa boneka panda berukuran besar yang di berikan oleh Reynand.
Reva dan Gavin duduk di jok belakang, sedangkan boneka pandanya di taruh di depan.
Reynand merasa kesulitan mengendarai motornya karena panda yang berukuran besar ada di hadapannya
dia tak berani mengendarai motornya dengan kencang karena takut jatuh. Hingga akhirnya motor Reynand tiba di depan rumah Arsen.
Terlihat Arsen sudah menunggu mereka didepan pintu sambil berkacak pinggang.
"Jam berapa ini? kenapa kalian baru pulang" tanya Arsen dengan wajah datar.
Dia seperti orang tua pada umumnya yang marah ketika melihat anaknya pulang larut malam.
"Anu om... kita keasikan bermain makanya lupa waktu" ucap Reynand yang mendapatkan anggukan dari Reva dan juga Gavin.
"Memangnya kalian main kemana, apa ini bawa-bawa boneka segala" tanya Arsen mengintograsi mereka.
"Jangan malah-malah papa, tadi kita habis main di pasal malem dan ini boneka kak Ley dapat dali pelmainan tembak-tembakan" sahut Gavin supaya papanya tak memarahi kedua kakaknya.
Arsen membulatkan matanya mendengar ucapan sang putra, bagaimana bisa seorang Reynand mengajak kencan kekasihnya cuma ke pasar malam, dan yang jadi kekasihnya itu putrinya.
"Yang benar saja Rey kamu ngajak putri om kencan di pasar malem"
"Apa perusahaan papamu itu sudah bangkrut makanya kamu cuma bisa ajak anak om kepasar malam"
"Ck, mana ada perusahaan papa bangkrut, bahkan membeli Mall pun Rey masih sanggup" sahut tak mau kalah.
"Lalu kenapa kamu membawa anak om kepasar malam" tanya Arsen sambil menyilangkan tangannya di depan dadanya.
Reynand hanya mengendikan bahunya.
"Itu sih tanya langsung saja sama Revanya, karena dia yang ngajak Rey kesana" ucap Reynand.
"Sudah sih pa, ini kapan kita boleh masuk kedalam, papa tidak lihat kalau Gavin dari tadi sudah menguap" ucap Reva menghentikan perdebatan mereka.
Arsen melihat mata putranya yang sudah berair, Gavin terlihat sudah sangat mengantuk.
"Loh, kalian kenapa tidak masuk" tanya Alisya yang baru saja ingin mengecek suaminya. Soalnya sejak tadi suaminya tak mau masuk kedalam rumah, ia kekeuh ingin menunggu anak-anaknya pulang.
"Mama tanya aja sama papa, dali tadi kita nda boleh masuk" sahut Gavin kesal.
Membuat Alisya mengalihkan pandangannya ke arah suaminya.
"Sayang...." ucap Alisya sambil menatap tajam suaminya.
"Maaf hoeny, aku hanya ingin tahu kenapa mereka pulang sampai selarut ini" Arsen merasa takut melihat tatapan tajam dari sang istri.
Jangan sampai ia dapat hukuman dari istrinya dan berakhir tidur di luar seperti waktu itu.
"Aunty, Rey pulang dulu ya" pamit Reynand namun di cegah oleh Alisya.
"Ini sudah larut malam Rey, lebih baik kamu menginap di sini saja, aunty kahwatir nanti terjadi sesuatu sama kamu" ucap Alisya yang memang sejak dulu sudah menyayangi Reynand seperti putranya sendiri.
"Baiklah Aunty, Rey akan menginap di sini" ucap Reynand.
"Yasudah ayo semuanya masuk" ajak Alisya.
Arsen mendengus kesal ketika istrinya justru menyuruh Reynand menginap di rumahnya.
Tapi Arsen tidak berani memprotes keputusan istrinya. Arsen benar-benar definisi suami takut istri.
Bersambung
Jangan lupa like, koment, vote, gift🙏