
**Sesuai permintaan kalian guys, sedikit demi sedikit othor akan menghilangkan kecadelan Reva.
Nanti cadelnya di ganti sama triplet.
Happy reading guys🙏
Jangan lupa like, koment, vote
Biar othor makin semangat up nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ**...
"Kalian semua diam di sini, jangan bikin ulah lagi, atau kak Reva akan mengikat tangan kalian juga" peringatnya kepada ketiga adiknya.
Revan, Ravin, dan Rachel kompak menganggukkan kepalanya, seolah mengerti dengan ancaman kakaknya
Setelah di rasa adiknya semua anteng, Reva kembali fokus mengerjakan tugas sekolahnya.
Tap
Tap
Tap
Terilhat Alisya berjalan menuruni tangga, menuju ke ruang tv menemui putra putrinya.
Alisya terbelalak melihat ketiga anaknya yang sedang menonton tv dengan kaki terikat, sedangkan sang pelaku tengah fokus mengerjakan tugas sekolahnya.
Alisya berlari kecil menghampiri anaknya.
"Reva, kenapa semua kaki adikmu di ikat?" tanya Alisya ketika jaraknya sudah dekat.
"Karena mereka nakal ma, makanya Reva ikat supaya tidak bisa kabur, Reva capek dari tadi ngejar mereka terus" jawab Reva tanpa mengalihkan pandangannya dari buku.
Alisya memijit keningnya pusing. Ketiga anaknya memang super aktif, terkadang dia juga kewalahan menjaganya.
Alisya bergegas membuka semua ikatan pada kaki ketiga anaknya.
"Kenapa kalian diam saja hmm, harusnya kalian berteriak meminta tolong sama mama" ucap Alisya sambil membuka satu persatu tali dari kaki anaknya.
"Ata' itat" ucap Ravin tak jelas.
"Kak Reva yang mengikat kalian, begitu" tanya Alisya yang mengerti ucapan putranya
Ravin dan yang lainnya mengangguk.
"Mama tahu tidak, kalau ngga Reva ikat anak mama sudah beku menjadi es batu, tadi Rachel berantakin isi kulkas lalu masuk ke dalam kulkas" terangnya.
Alisya tercengang dengan cerita putrinya itu, pantas saja Reva mengikat kakinya, ternyata triplet sudah lasak kemana mana.
"Besok lagi kalau sedang bersama kak Reva jangan nakal, bisa-bisa nanti kalian di ikat di tiang" ucap Alisya menyindir putrinya yang acuh.
"Oteh" ucap Ucap Revan mewakili.
"Ada apa ini ma" tanya Arsen yang baru gabung dan duduk di samping istrinya.
Arsen akan memanggil Alisya dengan sebutan mama jika sedang bersama anak-anaknya.
"Anakmu baru saja di ikat" sahut Alisya sambil menunjuk ke arah Reva dengan menggunakan dagunya.
"Memangnya kamu kemana? Kok sampai anaknya di ikat?" tanya Arsen yang memang tidak tahu.
"Tadi aku tinggal mandi sebentar, dan aku titipkan sama dia, eh sampai bawah ternyata kaki mereka sudah terikat" adu Alisya.
Arsen bukannya marah malah terkekeh mendengarnya, Arsen tahu pasti.... kalau ketiga anaknya berbuat ulah makanya Reva sampai mengikatnya.
Arsen turun dari sofa, lalu mendekati Reva yang juga belum selesai menyelesaikan tugasnya.
"Sudah selesai belum sayang" tanya Arsen sambil mengusap sayang surai panjang putrinya.
"Belum pa, masih sedikit lagi. Gara-gara ngurus mereka makanya PR Reva belum selesai pa" Jawab Reva.
"Apa ada yang sulit hmm" tanya Arsen perhatian.
"Tidak ada pa," jawab Reva.
"Baiklah, kalau begitu cepat selesaikan PR mu, setelah itu kita makan malam." ucap Arsen, Reva menagngguk patuh.
Mesti sudah di karuniani triplet, Arsen tidak pernah membeda bedakan kasih sayangnya kepada Reva, dia tetap menyayangi putri sambungnya itu.
Meskipun terkadang Reva melakukan hal konyol kepada kembar, tapi Arsen tak pernah memarahinya.
Arsen tahu kalau Reva tidak bermaksud menyiksa adiknya.
Arsen sedang asik mengobrol dengan istrinya.
Tanpa mereka sadari Ravin sudah mengeluarkan semua isi dari dalam tas Reva
"Ravin tak tutuk ya kepalamu nanti, sudah kak Reva bilang jangan berantakin tas kak Reva, tapi tak mau dengar. kamu nakal sekali sih, sepertinya kalian harus di ikat terus supaya tidak berulah" omel Reva sambil mengambil paksa buku tulisnya dari tangan adiknya.
Pasalnya itu buku pelajaran, Reva takut Ravin merobeknya.
"Kenapa Sayang" tanya Arsen.
"Papa lihat, semua isi tas Reva di keluarin sama Ravin, nanti kalau buku Reva di sobek gimana" kesal Reva.
Arsen mengangkat tubuh gempal Ravin dan membawanya ke atas pangukannya dan menciumi pipi chubby nya gemas.
Ravin tergelak keras karena geli di ciumi papanya.
"Kamu ini kenapa selalu menganggu kak Reva, nanti di ikat lagi gimana hmm" ucap Arsen.
Ravin malah cengengasan memperlihatkan giginya yang baru tumbuh satu di depan.
Di antara ketiga bayinya, Ravin lah yang paling usil, dia suka sekali menganggu saudaranya, terutama Reva.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sedangkan di rumah Reagan dengan setia Reynand menjaga adiknya.
Sedangkan Renata sedang melayani Reagan yang baru saja pulang dari kantornya.
Reagan dan Renata di karuniani anak kedua seorang putri, yang mereka beri nama Ciara zemira addison.
Bayi berusia lima bulan itu sudah bisa tengkurep, dan terkadang mengoceh tidak jelas
Semenjak kehadiran adiknya Reynand sudah jarang bermain ke rumah Reva, kecuali weekend...sesekali dia akan bermain ke rumah Reva, atau menyuruh Reva yang datang ke rumahnya.
"Sayang, besok kita main ke rumah Arsen yuk, aku penasaran dengan ketiga bayinya itu, kayaknya Arsen bakal pusing dengan ulah ketiganya" ajak Reagan.
"Iya sayang, aku juga sudah lama tak ngobrol dengan Alisya, bahkan semenjak kelahiran Cia aku sudah jarang bertemu dengannya. Sepertinya dia sibuk mengurus ketiga bayinya itu" sahut Renata sambil membantu membuka kemeja suaminya.
"Baiklah, nanti kita bawa Cia juga, supaya dia kenal dengan saudara-saudaranya" ucap Reagan.
Renata bergegas masuk ke kamar mandi untuk menyiapkan air hangat untuk suaminya mandi.
"Sayang, airnya sudah siap" ucap Renata yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Terima kasih" balas Reagan.
Dengan santainya Reagan membuka seluruh bajunya di depan istrinya, setelah itu dia melempar bajunya ke sembarang arah.
Renata hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan suaminya itu.
Dia memungut satu persatu baju Regan setelah itu dia masukkan ke dalam keranjang pakaian kotor.
Renata mengambil baju ganti lalu di letakkannya baju itu di atas ranjang.
Usai selesai semuanya di keluar dari kamarnya, dan pergi ke bawah menemui kedua anaknya.
Renata tersenyum ketika melihat Reynand sedang menggoda adiknya, hingga membuat Cia tertawa cekikikan.
"Kalian sedang apa" tanya Renata yang baru saja datang.
"Bermain sama Cia mom, dia lucu membuat Rey gemas" sahut Reynand sambil memeluk tubuh montok Cia.
"Jangan kencang-kencang meluknya sayang, nanti adik kamu penyet" tegur Renata ketika melihat putranya memeluk adiknya dengan gemas.
"Tubuh Cia gendut mom, mana bisa dia penyet" sahut Rey sambil melepas tubuh Cia.
"Tetap saja kalau di kekepin begitu nanti adikmu sesak nafas" ucap Renata.
"Rey, besok Daddy ngajak kita ke rumah Reva, kamu mau ikut ngga" tanya Renata.
"Tentu saja Rey ikut mom, Rey tidak mau di tinggal sendiri si rumah. Rey juga ingin main bareng Revan dan Ravin." jawab Reynand.
Bersambung
Bersambung.