
Rachel berdiri menatap ke arah luar jendela, terlihat segerombolan anak laki-laki sedang bermain bola di samping rumahnya.
Ada salah satu anak laki-laki yang melihat Rachel sedang berdiri di jendela, lalu anak tersebut melambaikan tangannya kepada Rachel.
Rachel membalas lambaian tangan itu dengan senyum manisnya.
"Kamu lagi ngapain sayang" tanya Alisya yang melihat putrinya berdiri di dekat jendela.
"Chel ladhi liat maca depan ma" jawab Rachel tanpa menoleh sedikit pun.
Alisya melihat ke luar jendela lalu menepuk jidatnya.
"Mandi dulu, baru liatin masa depan" sindir Alisya.
"Hihihihi... Chel lupa, coalna di depan ada ata' dantheng" ucap Rachel cekikikan sambil memperlihatkan giginya.
Alisya geleng-geleng, dulu Reva bucin sama Reynand, sekarang giliran putri bungsunya.
"Haisss... ngomong aja masih belepotan, udah sok-sokan bilang cowok ganteng" gerutu Alisya.
Alisya menggendong putrinya dan membawanya masuk ke kamar mandi. hanya beberapa menit saja Alisya selesai memandikan Rachel.
Lalu Alisya memakaikan pakaian ke tubuh putrinya, dan tak lupa memakaikan bandana di kepala Rachel.
Klek
Arsen membuka pintu kamarnya. lalu menyembulkan kepalanya.
"Baby, kamu melihat ponselku tidak" tanya Arsen kepada istrinya.
Akan tetapi tidak ada sahutan dari istrinya.
Karena tak kunjung ada sahutan dari Alisya, Arsen akhirnya masuk kedalam kamarnya.
"Sayang, Alisya.. " panggil Arsen.
Masih belum ada sahutan juga dari Alisya.
"Dimana sih dia, kenapa dari tadi di panggil tidak menyahut" gumam Arsen.
Akhirnya Arsen mencoba mengecek ke kamar mandi, guna mencari keberadaan istrinya.
Tok
Tok
"Sayang, kamu di dalam tidak" teriak Arsen dari luar.
Nihil juga, tidak ada tanda-tanda ada Alisya di dalam kamar mandi miliknya.
Tak cukup di situ saja, Araen juga mengecek ke walk in closet, dan hasilnya sama aja, istrinya tidak ada di ruangan itu.
"Sebenarnya istriku kemana sih, nggak mungkin kan kalau dia di culik, memang siapa yang berani masuk ke rumahku. Apa dia di kamar triplet ya" Arsen bermonolog.
Arsen keluar dari kamarnya, lalu menuju ke kamar triplet.
Ceklek....
Arsen membuka pintu kamar triplet.
Alisya yang sedang memberi bedak di wajah putrinya pun menoleh ke asal suara. Ternyata yang membuka pintu adalah suaminya.
"Ada apa pa, kenapa wajahmu begitu" tanya Alisya yang melihat wajah khawatir suaminya.
"Aku kira kamu di culik, soalnya tadi aku mencari kamu ke setiap sudut kamar tapi tidak ada" ujar Arsen sambil memeluk istrinya.
Alisya selalu di buat meleleh sama kelakuan Arsen, sebegitu sayangkah suaminya hingga takut kehilangan dirinya, pikir Alisya.
Sebucin itu memang si Arsen guys😂
"Kenapa tidak langsung mengecek kesini hmm, kan biasanya habis bangun tidur aku langsung ke kamar triplet," ucap Alisya mendongak melihat wajah suaminya sambil kedua tangannya memeluk pinggang suaminya.
"Aku lupa, tadi aku baru selesai gym soalnya" sahut Arsen seraya menggesek gesekan hidungnya ke hidung istri gemes.
"Ada apa memang nyariin aku" tanya Alisya.
"Kamu lihat ponselku tidak, aku ingin menghubungi Max tapi ponselnya menghilang" jawab Arsen.
"Kan biasanya ada di meja sebelah ranjang, coba cari lagi, siapa tahu nyelip" saran Alisya. pasalnya Arsen selalu menaruh barangnya di sembarang tempat, dan tugas Alisya lah yang selalu meletakkan barang tersebut ke tempat asal.
"Badus peluk mama telus, Chel di lupain... Chel cedih ini" sindir Rachel yang sejak tadi di acuhkan oleh kedua orang tuanya, mereka justru asik bermesraan.
Arsen terkekeh melihat bibir manyun putrinya itu.
"Rachel minta di peluk papa hmm" tanya Arsen yang belum mau melepaskan tubuh istrinya.
"No, Chel mau cali ata' dantheng aja" tolak Rachel sambil menggerakan jari telunjuknya ke kanan dan ke kiri.
"Kakak ganteng siapa?" tanya Arsen sambil mengerutkan dahinya.
"Papa, nda boleh kepo" sahut Rachel yang tak mau menjawab pertanyaan papanya.
Ia menoleh lalu melihat wajah istrinya, Alisya mengendikkan bahunya acuh.
Arsen melepaskan tangannya dari tubuh istrinya.
kemudian Arsen berjongkok di depan putrinya yang sedang duduk di tepi ranjang sambil menatap wajah menggemaskan putrinya.
"Memangnya Princess papa tahu kakak ganteng dari siapa" selidik Arsen.
"Ata' Leva" jawab Rachel polos.
"Terus kak Reva bilang apa lagi" tanya Arsen penasaran, ia ingin tahu apa saja yang di ajarkan putri sulungnya itu.
"Kata Ata' nda boleh bilang-bilang, hihihi" ucap Rachel sambil tertawa menutupi mulutnya dengan telapak tangannya.
Arsen menghela nafas sabar.
"Tak apa bilang aja, papa ngga akan kasih tahu ke siapa-siapa" bujuk Arsen agar putrinya mau buka mulut.
Rachel menggelengkan kepalanya, ia kekeuh tak mau jawab pertanyaan papanya.
"Nda mau, Chel dah janji nda bilang cama papa, kata Ata' nda boleh ingkal janji nanti masuk nelaka" ucap Rachel sambil bergidik ngeri seolah tahu neraka itu apa.
"Besok lagi kalau di ajak ngobrol masalah kakak ganteng jangan mau, Rachel masih kecil ngga boleh genit" Arsen memberitahu putrinya.
Rachel mengangguk patuh.
"Kalau ponsel papa kamu lihat ngga?" tanya Arsen merubah topik pembicaraannya.
Dia menghargai privasi putrinya, tapi masih dalam pantauan dirinya dan juga istrinya.
"Poncel papa" tanya Rachel dengan mimik wajah yang begitu lucu.
"Iya, ponsel papa dimana" tanyanya lagi.
"Cama Vin" jawab Rachel jujur, pasalnya dia sempat lihat kakanyan membawa ponsel papanya.
"Sama kak Ravin" tanya Arsen memastikan.
Rachel mengangguk ngangguk lucu.
Arsen tersenyum, akhirnya dia tahu siapa yang mencuri ponselnya.
"Mam, Ravin dimana" tanya Arsen.
"Tadi setelah mandi aku bawa ke ruang tv sama Revan" jawab Alisya.
"Yasudah kalau begitu aku nemuin dia dulu" pamit Arsen seraya berdiri dari jongkoknya.
Arsen mulai berjalan dan melangkahkan kakinya, namun dia menghentikan langkah kakinya.
"Tenapa papa tindalin Chel, Chel mau itut ini" ucap Rachel dengan suara yang sedikit meninggi.
"Eh, kirain kamu mau sama mama" ujar Arsen sambil menoleh ke belakang melihat wajah kesal putrinya.
"Mama... mama telus, cekalang gililan papa halus dendong Chel" perintah Rachel sambil merajuk.
Akhirnya Arsen berbalik, lalu mengangkat tubuh putrinya.
Rachel melipat kedua tangannya di depan dada sambil mengembungkan pipinya. Arsen di buat gemas oleh tingkah putrinya, ingin rasanya Arsen menggigit pipi putrinya yang seperti mochi.
"Lihat mam, lucu sekali dia kalau sedang merajuk" ucap Arsen tertawa kecil sambil menusuk-nusuk pipi putrinya dengan jari telunjuknya.
"Sudah jangan di godain terus pa" tegur istrinya.
Pasalnya nanti kalau sudah menangis pasti suaminya itu akan memberikannya kepada dirinya.
Emang bapak-bapak suka begitu Al, sukanya godain anak, nanti kalau anaknya sudah nangis malah di tinggal kabur begitu aja.😂
Bersambung
Happu reading guys🙏