
Keesokan harinya Arsen langsung mengadakan confrensi pers untuk mengkonfirmasi berita tersebut.
Terlihat semua wartawan sudah berdatangan di gedung Global Group, mereka seolah tak ingin melewatkan berita yang sedang menggemparkan dunia maya itu.
Bahkan Belinda lansung oukang setelah mendengar berita tersebut, Belinda langsung memesan tiket pesawat dan langsung terbang dari Eropa menuju Jakarta.
Alisya dengan di dampingi Arsen berdiri di depan semua wartawan.
"Saya Arsen Davidson saya ingin mengkonfirmasi berita yang sedang beredar saat ini.
"Benar sebelum saya menikahi istri saya, istri saya sudah mempunyai anak terlebih dahulu dari Erik Dinata. Saya sudah mengetahui hal itu sebelum saya menikahinya." ucap Arsen
"Apa benar kalau anak nyonya Alisya merupakan anak haram tuan" sela salah satu wartawan.
"Tidak ada namanya anak haram di dunia ini, semua bayi terlahir suci, meskipun lahir dari rahim seorang pela*ur sekalipun. Yang punya salah itu orang tuanya, bukan bayinya." tegas Arsen.
"Lantas apakah nona Alisya sebelumnya terjerumus ke pergaulan bebas tuan" tanya wartawan.
"Tidak ! Alisya adalah gadis baik-baik yang menjadi korban kebiadaban seorang laki-laki, dulu saya menjadikan Alisya menjadi barang taruhan, dan mengakibatkan dia hamil, dan setelah tiga tahun lebih, barulah saya mengetahui kalau Alisya tengah hamil anak saya" terang Erik yang baru saja bersama Viona.
Erik tak peduli reputasinya hancur karena masalah ini, bukankah sebelumnya nama baik Erik juga sudah hancur ketika di masuk ke penjara waktu itu.
"Dan sekarang saya sudah mempunyai istri begitupun Alisya, kita sudah saling memaafkan, bahkan saya juga ikut mengasuh putri saya itu.
"Berita itu memang benar, tapi kalau tuan Arsen tidak mengetahui tentang asal usul anak Alisya itu salah, tuan Arsen dan keluarganya sebelum menikahi Alisya mereka sudah lebih dulu mengetahui tentang masalah ini. Jadi kami minta tolong pada teman-teman media semua, tolong hapus berita ini dari media, saya tidak mau ada rekam jejak Alisya tentang permasalahan ini, karena itu akan mempengaruhi kesehatan mental anak kami." ucap Viona lantang.
"Terima kasih sudah mau mengkonfirmasi tentang berita ini, saya mewakili rekan media mengucapkan minta maaf kepada tuan Arsen tentang skandal ini" ucap salah satu wartawan.
Akhirnya semua wartawan pergi membubarkan diri, sebelumnya perusahaan mereka juga sudah dapat ultimatum dari Nino.
Nino benar-benar menggunakan kekuasaan Global Group untuk menekan semua media, jika ada yang melawan, maka dia tidak segan-segan akan membuat perusahaan mereka hancur tanpa sisa.
Arsen membawa Alisya dan juga Erik masuk ke ruangannya.
"Bagaimana No? Apa yang kamu dapatkan" tanya Arsen ketika mereka sudha berada di ruangannya, termasuk Nino.
"Sesuai dugaan tuan, Max tadi mengirimkan informasi ke saya kalau dalang dari penyebaran tetang Nyonya Alisya adalah Nessa dan keluarganya tuan" jawab Nino lalu memberikan bukti kepada Arsen.
"Ck, ternyata dugaanku benar" sinis Arsen ketika membaca semua informasi yang ia dapatkan dari anak buahnya.
"Hancurkan perusahaan keluarganya No, dan pastikan perusahaan itu tidak bisa bangkit lagi, halangi semua orang yang akan membantu perusahaan mereka" perintah Arsen dengan nada dingin dan sorot mata yang terlihat di selimuti oleh amarah.
"Baik tuan, akan segera saya lakukan tuan" ucap Nino kemudian pamit undur diri dari ruangan itu.
"Apa kamu marah jika aku menghancurkan perusahaan pamanmu itu hmm" tanya Arsen kepada istrinya.
"Tidak, terserah kamu saja" jawab Alisya bodo amat.
Siapa suruh keluarga pamannya berani mengusik suaminya itu.
"Syukurlah kalau kamu tidak marah" ucap Arsen.
"Al, sebelumnya aku minta maaf, kalau bukan karenaku semua ini tidak akan terjadi,maaf sudah membuat hidupmu sulit" ucap Erik dengan wajah penuh sesal.
Alisya sudah berdamai dengan masa lalunya, jadi dia sudah tidak peduli lagi dengan kejadian dulu yang menimpanya.
Toh semua sudah berlalu, dan mereka semua sudah saling memaafkan, bahkan sudah seperti keluarga.
"lupakan permasalahn itu Rik, jangan sampai kamu juga menyesali dengan keberadaan Reva" timpal Arsen.
"Ck, mana ada aku menyesali keberadaanya, bahkan karena dialah aku sadar dan berubah seperti sekarang" kesal Erik.
Tak lama akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke perusahaan Hendrawan.
...****************...
Di rumah Nessa, ayah Nessa sudah membanting semua barang yang ada di ruang tamu ruamahnya, dia baru saja mendengar kabar dari asistennya, kalau perusahaannya harga saham perusahaannya turun drastis, bahkan di nyatakan bangkrut.
Pyar
Payar
Semua guci di ruang tamu itu pecah tak tersisa.
"Shittt.....ternyata tuan Arsen tahu tentang masa lalu Alisya, seharusnya kita mencari i formasi lebih detail tentangnya" amuk ayah Nessa.
"Berhenti pa, kamu sudah memecahkan banyak guci, kamu tidak tahu apa kalau harga guci itu mahal" omel mama Nessa.
"Bagaimana aku bisa berhenti, perusahaan kita bangkrut ma, bangkrut tahu tidak hah" marah papa Nessa.
"Terus dengan kamu ngamuk seperti ini, perusahaanmu akan kembali hah" sahut mama nessa.
"Kita datangi Alisya saja ma, simple kan...kita bisa minta modal sama dia untuk membuka usaha lagi, beres kan" ucap Nessa seenaknya.
"Apa kamu pikir dia bakal memberikan modal ke kita hah," omel mama Nessa.
"Apa salahnya kita coba ma, dia juga belum tahu siapa pelakunya yang sudah menyebarkan berita tentangnya bukan" ucap Nessa.
"Kamu memang bodoh Nessa,sudah jauh-jauh mama sekolahkan kamu keluar negeri, ternyata otakmu itu tak berguna, kamu pikir siapa yang membuat perusahaan papa bangkrut kalau bukan tuan Arsen hah" mama Nessa menghina anaknya sendiri.
Nessa memang pinta di bidang akademi, tapi bukan berarti dia pintar dalam hal bersiasat.
"Terserah mama saja kalu begitu," ucao Nessa tak mau pusing.
Dia mempunyai pendidikan yang bagus, kalau perusahaan papa nya bangkrut dia bisa melamar kerja di perusahaan lain, terlebih dia punya pengalaman bekerja di perusahaan global group.
"Sepertinya saran Nessa ada benernya juga ma, Alisya itu cuma gadi bodoh, kita buat drama semenyedihkan mungkin agar dia iba melihat kita, itu pun kalau kamu mau, kalau tidak mah tidak masalah, paling kamu akan menjadi gelandangan di pinggir jalan" ucap ayah Nessa.
Mama Nessa berpikir sesaat, dia pikir ucapan suami dan anaknya itu ada benarnya juga, dari pada dia jadi gelandangan, bisa hancur reputasi dia sebagai ibu sosialita.
"Baiklah, besok kita akan temu Alisya, papa pastikan kita akan temui Alisya di luar bukan di rumahnya, kalau di rumahnya kita tidak akan bisa rayu dia." ucap mama Nessa.
Bersambung