Baby Girl

Baby Girl
S2~55



Seminggu berlalu Reynand mengajak Reva untuk pergi ke mall mencari cincin untuk acara pernikahan mereka.


"Kak Reva mau kemana?" tanya Gavin yang melihat kakaknya turun dari tangga sambil menjinjing tasnya.


"Mau pergi sama kak Rey, memangnya kamundi rumah terus" sahut Reva memberikan sindiran kepada adiknya pasalnya libur sekolah adiknya tidak di ajak liburan kemana-mana oleh orang tuanya.


"Boleh ikut ngga? Ntar Gavin bawa uang sendili deh" pinta Gavin dengan tatapan memelas.


"Memangnya kamu punya uang" tanya Reva sambil memicingkan matanya.


"Sebental, kak Leva tunggu di sini dulu Gavin mau minta sama papa, pelcuma puna papa kaya kalau tidak bisa di manfaatkan" ucap Gavin.


Dia langsung berlari pergi mencari keberadaan papanya di ruang kerjanya.


Tok


Tok


Tok


"Papa ini Gavin boleh masuk nda" tanya Gavin sambil menggedor-gedor pintu ruang kerja papanya.


"Masuk, pintunya ngga di kunci" teriak Arsen dari dalam.


Klek...


Gavin membuka pintu setelah mendapat izin dari papanya.


"Ada apa" tanya Arsen tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop.


"Gavin mau minta uang" jawab Gavin.


"Ambil itu di dompet papa" ucap Arsen masih fokus menatap layar laptop.


Gavin mencari-cari dompet papanya hingga kelaci meja kerjanya dan dia pun akhirnya menemukannya.


"Ini dia" gumam Gavin sambil membuka dompet papanya.


"Gavin ambil ini ya papa" ucap Gavin sambil menunjukkan apa yang di ambilnya dari dompet sang papa.


"Iya udah sana jangan ganggu papa kerja" sahut Arsen mengusir putranya, dia tidak melihat apa yang di ambil sang putra dari dalam dompetnya.


Gavin yang merasa di usir pun langsung pergi dari ruangan papanya, Gavin terlihat begitu riang sambil menuruni anak tangga menemui kakaknya.


"Sudah belum, kak Rey sudah nunggu di luar itu" tanya Reva.


"Sudah kak, ayo kita belangkat" sahut Gavin dengan begitu semangat.


Mereka berdua menghampiri mobil Reynand yang ada di depan rumah.


"Kamu bawa Gavin" tanya Reynand yang melihat kekasihnya menggandeng tangan adiknya.


"Gak apa-apa ya honey, kasihan dia tidak ada temannya di rumah, papa juga lagi sibuk bekerja" ucap Reva.


"Kak Ley nda usah takut, Gavin bawa uang sendili ini" timpal Gavin.


"Bukan itu masalahnya Gav, kamu tuh menganggu kak Rey yang mau pacaran sama kak Reva tau gak" kesal Reynand.


"Kata mama kita itu nda boleh pacalan, kata mama nanti dosa. Jadi bial nda dosa Gavin halus ikut kalian, memangna kak Ley mau dapat dosa? Kalau Gavin sih nda mau" sahut Gavin sok tahu.


"Yasudah kamu boleh ikut, tamu kamu duduk di belakang, nda boleh kak Rey sama kak Reva" Kata Reynand membuat Gavin mengangguk setuju.


Reva membukakan pintu belakang dan membantu adiknya masuk kedalam mobil, setelah itu barulah dia masuk dan duduk di kursi depan sebelah kemudi.


"Kita langsung ke mall aja sayang ya, aku mau mengajakmu cari cicin untuk kita nanti" ucap Reynand sambil mengusap kepala Reva dengan sayang.


"Apa tidak terlalu cepat honey, masih ada 3 minggu lagi" sahut Reva.


"Kamu ini, 3 minggu bukan waktu yang lama sayang belum lagi nanti kita harus mengurus gaun pengantin" ucap Reynand.


"Ngga usah resepsian aja honey biar ngga capek akunya" usul Reva yang tidak mau ribet dengan urusan resepsi yang akan melelahkan.


"Mana bisa begitu, kamu kek gak tau mommy saja bahkan dia sudah heboh nentuin konsepnya dari sekarang" timpal Reynand.


"Ck, pasti nanti akan membuatku lelah, kita juga harus menyiapkan tenaga untuk malam pertama bukan" goda Reva sambil menaik turunkan alis nya


Membuat Reynand terkekeh lalu menarik bahu Reva dan mencium puncak kepalanya.


"Tenang saja nanti aku akan mengurungmu sehariam di kamar" bisik Reynand.


Membuat mereka berdua tertawa keras sambil bermesraan seolah di belakang tidak ada orang.


"Nda apa hali ini jadi obat nyamuk meleka dulu, dali pada di lumah telus ntal Gavin jadi stles dan gila sepelti nenek Siska" gumam Gavin lirih agar tidak di dengar oleh kakanya.


Bisa di amuk sama Reva kalau mengatai neneknya gila


*


*


"Kita langsung beli cincin dulu sayang" ajak Reynand ketika mereka sudah sampai di mall yang mereka tuju.


Mereka bertiga menuju ke toko emas untuk membeli cincin peenikahan.


"Ada yang bisa kami bantu tuan" tanya pelayan toko.


"Tolong carikan saya cincin pernikahan model terbaru" pinta Reynand.



"Ini tuan" ucap pelayan memberikan sepasang cincin pernikahan mereka.


Reynand pun beralih menatap calon istrinya.


"Gimana sayang? Suka ngga?" tanya Reynand.


"Aku ingin lihat yang lain" sahut Reva yang kurang cocok dengan modelnya.


"Tolong carikan yang lain mbak, calon istri saya kurang suka dengan modelnya" ucap Reynand.




Pelayan toko pun mengeluarkan dua cincin pernikahan dan menunjukkannya dengan mereka.


"Gimana dengan yang ini sayang" tanya Reynand lagi.


Reva tak langsung menjawabnya, dia meminta pendapat kepada sang adik.


"Gimana Gav, bagus yang mana kak Reva bingung" ucap Reva meminta tolong kepada adiknya untuk memilihkannya.


"Pilih aja yang belianna besal kak, pelcuma puna pacal kaya kalau nda mampu belikan yang mahal" sahut Gavin santai sambil makan permen lolipop yang dia bawa dari rumah.


"Iya kau benar, kita harus memastikan kak Reynand benar-benar kaya raya atau ngga" ucap Reva meragukan kekayaan calon suaminya, di balas anggukan oleh Gavin.


Reynand memutar bola matanya malas mendengar kakak beradik yang sedang meragukan kekayaannya.


"Aku pilih yang nomor dua aja honey" ucap Reva sambil mencoba cincinnya di jarinya, dia juga meminta Reynand untuk mencobanya terlebih dahulu.



"Yasudah mbak saya ambil yang ini" ucap Reynand setelah mencoba cincin tersebut.


Reynand mengeluarkan blackcardnya untuk membayar cincin tersebut.


"Kita kemana lagi sayang? Ada yang mau kamu beli ngga?" tanya Reynand setelah selesai membayar cincinnya.


"Kita lihat pameran mobil honey, katanya di mall ini sedang ada pameran mobil" sahut Reva yang memang suka mengoleksi mobil mewah.


Reynand pun menuruti kemauan Reva melihat pameran mobil yang ada di mall tersebut.


"Sepeltina kalau sudah besal Gavin halus puna banak uang, bisa gawat kalau ketemu pelempuan sepelti kak Leva mintana yang mahal-mahal. Sudah benel Gavin sama Aluna aja kali ya, jajanna mulah cuma es klim lima libuan" batin Gavin sambil menggandeng tangan kakaknya.


Mereka sampai di lokasi pameran membuat mata Reva berbinar melihat aneka mobil berjejer di hadapannya.





"Wow...keren sekali mobilnya honey" ucap Reva heboh


"Ck, ternyata hanya perempuan matre yang cuma bisa memanfaatkan pria kaya" sindir seorang wanita tiba-tiba.


Bersambung.


Jangan lupa like, koment, vote, gift🙏