Baby Girl

Baby Girl
part 24



Sudha beberapa hari ini Melviano merasa kan hal yang aneh dengan Rista.


Berkali-kali dia menjumpai gadis itu tetapi tidak bisa ditemui karena sedang keluar rumah.


Tapi Melviano tidak puas tentu saja dan tetap ngotot menunggu.


Namun sama sama gadis itu mengatakan jika dia lelah dan menyuruh nya untuk mengobrol dengan Eve lalu Rista akan melengos ke kamar nya dengan alasan sudah lelah karena dari luar.


Begitu setiap hari nya membuat hati Melviano menjadi tidak tenang. Pria itu merasa jika Rista enggak untuk bertemu dengan nya dan lagi gadis itu seakan terus menghindar dan menjauhi nya.


Melviano menghela nafas nya dan membuka kaca mata yang masih melekat.


Pria itu bahkan tak bisa dengan fokus untuk mengerjakan pekerjaan nya. Entah lah, sekarang pikiran nya hanya untuk Rista saja.


Apa alasan Rista tak mau bertemu dengan nya. Kepala nya sampai berdenyut pusing memikirkan apa yang dia lakukan, apa kesalahan yang dia buat sampai membuat Rista seperti itu.


"Rista kau bisa membuat ku gila," ucap Melviano frustasi dengan mengacak rambut nya kasar.


Melviano akhirnya bangkit, dia tak bisa seperti ini terus-menerus. Benar-benar berpengaruh pada keseharian nya.


Melviano akhirnya memutuskan untuk meninggalkan pekerjaan nya dan melanjutkan nya nanti.


Dia berharap masalah antara dia dan Rista segera berakhir. Dia tak suka hubungan nya dengan Rista menjadi renggang.


Dan sialnya lagi dia tidak masuk kelas gadis itu hari ini. Harus menunggu untuk Minggu depan jika ingin bertemu di kampus.


Melviano kurang yakin jika mencari Rista di kampus karena begitu luas dan sangking banyak nya mahasiswa.


Melviano akan ke rumah gadis itu lagi dan menunggu sampai pulang. Kali ini Melviano tsk akan membiarkan Rista menghindari nya lagi.


Sudah cukup untuk beberapa hari ini.


"Loh Melviano datang lagi toh," ucap Eve yang membuka pintu untuk Melviano dan mempersilahkan pria itu untuk masuk ke dalam.


"Rista nya belum pulang, mau nunggu lagi, maaf ya nak, mama juga gak tau anak itu akhir-akhir sering banget ijin bust keluar," sesal Eve.


Dia tak melarang karena Rista mengatakan jika bersama dengan teman-teman nya.


"Gapapa kok mah, Santai aja," ucap Melviano.


"Yaudah mamah telpon dia dulu bentar yah," ucap Eve.


beberapa menit Eve habiskan untuk berbicara lewat telepon dan untuk menyuruh Risrs untuk segera pulang ke rumah.


"Bentar lagi dia bakalan pulang, kamu nunggu bentaran gapapa kan. Jadi gak enak deh, masa jadi dosen yang nunggu. Bener-bener si Rista," geram Eve.


"Aku mengerti ma, mungkin dia memiliki banyak tugas dari dosen yang lain, jika bersama dengan temannya mungkin mengerjakan tugas kelompok," ucap Melviano yang tidak yakin dengan pikiran nya itu.


"Heum, iya juga sih," ungkap Eve.


"Kamu mau minum apa?"


"Air putih hangat aja mah," ucap Melviano yang diangguki oleh Eve.


Wanita paruh baya itu lantas dengan cepat bergerak ke dapur.


Sementara Melviano sibuk melihat jam tangan milik nya.


Tak sabar untuk melihat Rista kembali. Jujur saja Melviano rindu dengan gadis yang sudah berhasil merebut hati nya dia.


Melviano tersenyum kecil saat melihat wallpaper milik nya yang menampilkan foto Rista yang sedang makan.


Foto yang diambil nya diam-diam saat dia mengajak Rista untuk makan bersama.


TBC