
Rachel memanyunkan bibirnya karena mendengar larangan dari ketiga bodyguardnya yang tak lain kakaknya dan papahnya sendiri.
"Kalau begini terus kapan Rachel punya pacar" keluh Rachel.
"Anak kecil ngga usah pacar-pacaran" sahut Ravin.
"Btw umur kita sama ya Vin cuma beda lima menit, jadi tidak usah sok tua" seru Rachel.
"Tetap aja aku lebih tua dari kamu" kekeuh Ravin.
"Cuma lima menit Ravin bukan dua tahun" kesal Rachel gregetan sama kembarannya itu.
Arsen tertawa kecil melihat anak-anaknya yang terus berdebat. Arsen menarik bahu putrinya dan memeluknya gemas.
"Tidak usah urusin Ravin, dia memang ngeselin" ucap Arsen sambil mengeratkan pelukannya kepada sang putri, membuat Rachel berontak karena sesak.
"Hahaha... papah lepas, Rachel ngga bisa nafas ini" pekik Rachel dalam pelukan sang papah.
Arsen melepaskan melonggarkan pelukannya dari tubuh sang putri.
"Ayo semuanya tidur, besok kalian harus sekolah" titah Arsen.
Mereka patuh dan beranjak pergi menuju ke kamarnya masing-masing.
🌹🌹🌹
Di rumah Reagan, Reva sedang membuat ulah. Tidak tahu kenapa tiba-tiba Reva ingin melihat suaminya berdandan layaknya seorang perempuan.
"Honey, pakai ini aku ingin melihatmu pakai daster ini" pinta Reva dengan tatapan memohon.
"Sayang, tapi kan ini untuk perempuan, sedangkan aku laki-laki masak harus pakai baju ini" sahut Reynand mencari cara menolak permintaan istrinya.
Apa kata orang-orang nanti, kalau melihat Reynand seorang CEO di perusahaan ternama berdandan menyerupai wanita.
"Tapi ini anakmu yang mau honey, memangnya kamu mau kalau anakmu ileran" bujuk Reva dengan wajah berubah sendu.
"Kamu bisa bilang sama dia sayang, suruh ganti apa gitu, asal jangan nyuruh aku pakai daster" bujuk Reynand.
"Dianya tidak mau honey, dia tetap ingin melihat ayahnya pakai daster," ucap Reva konyol, mana bisa janin yang ada di perutnya itu berbicara.
Reynand menghela nafas panjang, anaknya masih di dalam perut aja sudah ngajak gelut.
"Okay, aku akan memakainya" ucap Reynand pasrah.
Bibir Reva mengembang sempurna, dia merasa bahagia saat mendengar suaminya mau menuruti keinginannya.
Reynand melepas bajunya dan setelah itu Reva membantu memakaikan daster tersebut ke tubuh Reynand.
"Aku make up in ya honey, biar tambah cantik" ucap Reva membuat Reynand menjatuhkan rahangnya.
Dia pikir kalau hanya sekedar memakai daster saja mah tidak masalah, tapi istrinya ini mau merias wajahnya juga. Ingin rasanya Reynand pura-pura pingsan, tapi dia tidak mau kalau nanti anaknya ileran karena dia tidak mau memenuhi ngidam istrinya.
"Kamu punya masalah apa sama ayah sih nak, belum lahir aja sudah berani ngerjain ayah" gumam Reynand di dalam hati.
Reva menghampiri suaminya sambil membawa perlengkapan make up dan wig panjang untuk suaminya.
Reynand hanya bisa menghela nafas pasrah. Ia mendudukkan tubuhnya anteng di hadapan sang istri.
Reva mulai memoles wajah suaminya dengan make up miliknya.
Reynand bisa melihat wajah bahagia istrinya, istrinya itu seperti anak bocah yang mendapatkan mainan baru.
Usai merias wajah suaminya, kini giliran Reva memasangkan wig di kepala suaminya.
Sesaat Reva langsung tepuk tangan saat melihat hasil karyanya, suaminya berubah jadi cantik.
"Huwaaa... honey, kamu cantik sekali, jadi gemes" pekik Reva heboh.
Dia menguyel-nguyel pipi suaminya gemas, dan mengecupi setiap inci wajah suaminya.
Reva memperlihatkan pose terbaiknya di depan kamera, namun berbeda dengan wajah suaminya yang terlihat pasrah dan tertekan.
"Sudah belum" tanya Reynand tetap dengan nada lembut, padahal perasaannya dongkol.
"Sudah honey, sekarang kita ke bawah menemui mommy honey" ucap Reva.
Mata Reynand membulat saat istrinya memintanya turun kebawah menemui keluarganya. bisa turun harga dirinya di hadapan orang tua dan adiknya itu. apalagi di bawah sedang ada Gavin si mulut lemes.
"Kita di kamar aja sayang, aku malu ketemu mereka" Reynand memohon.
"Sebentar aja honey, debay nya minta ke bawah" rayu Reva selalu mengatasnamakan anaknya.
Reynand tidak bisa menolak kemauan bayinya, ia takut nanti anaknya beneran ileran, padahal setahu Reynand hal seperti itu hanya mitos.
Dengan terpaksa Reynand mengikuti kemauan istrinya turun ke lantai bawah menemui keluarganya.
"Mommy, coba tebak siapa perempuan ini" panggil Reva. membuat semuanya menoleh.
Uhukkk....
Reagan yang minum pun langsung tersedak dan menyemburkan minumannya kearah putrinya.
"Daddy..." pekik Cia yang terkena semburan dari sang daddy.
"Maaf sayang" sahut Reagan sambil mengusap wajah putrinya menggunakan tisu.
"Itu kak Rey kan dad" tanya Cia sambil menunjuk ke arah sang kakak.
"Iya kamu betul Cia, Kak Rey cantik kan, ini aku yang dandani lho" sahut Reva tersenyum bangga.
"Kenapa kak Ley belubah jadi badut, kak Ley sepelti olang yang ngamen di lampu melah itu" ucap Gavin, sebenarnya bocah kecil itu mau bilang banci tapi dia tak tahu namanya.
Reynand menjatuhkan rahangnya, bisa-bisanya dia di samakan sama ba*ci yang suka ngamen di pinggir jalan, harga dirinya sebagai CEO langsung hancur.
"Kamu kenapa dandan seperti ini sih Rey," tanya mommy Renata heran.
"Tanya saja sama cucu mommy, masih di perut aja sudah ngajak ribut" kesal Reynand.
Semuanya langsung menertawakan Reynan, kini mereka tahu kalau Reynand sedang di kerjai calon anaknya.
Kecuali Gavin, anak kecil itu hanya mengikuti yang lain aja, yang lain tertawa dia pun ikut tertawa.
"Kasihan banget kak Ley, pasti pelasaannya sedang teltekan" cetus Gavin sambil menggelengkan kepalanya sok kek orang dewasa.
"Iya nih Gav, tolong dong bilangin sama dedek bayinya jangan ngerjain kak Rey terus" pinta Reynand dengan wajah memelas duduk di sebelah Gavin.
"Oh jadi yang minta dedek bayina, kalau begitu kak Ley halus menuluti na, kek papah Gavin selalu nulutin kemauan Gavin, kalau nda di tulutin biasa na Gavin nangis, memang na kak Ley mau dedek bayi na nangis di pelutna kak Leva" ucap Gavin polos
Dahlah ingin rasanya Reynand menenggelamkan diri ke dasar laut, ia berharap adik iparnya itu menolongnya ini malah mendukung kemauan anaknya.
"Yang sabar son, ini masih belum seberapa, dulu saat mommy hamil kamu malah lebih parah dari ini" ucap Reagan saat berhasil menghentikan tawanya.
"Masalahnya dia ini cuma ngontrak di perut Reva dad. bisa-bisanya dia malah ngerjain bapaknya" sahut Reynand sedikit kesal.
"Enak aja anakku di bilang ngontrak" sela Reva tidak terima.
"Kan bener sayang, dia ngontrak di perutmu selama sembilan bulan, baru nanti dia lahir" sahut Reynand.
"Tapi kan jangan bilang ngontrak honey, dia kan ngga bayar sewa" ucap Reva nyleneh. Reynand langsung menganga, sejak kapan bayi dalam kandungan harus bayar sewa.
Reagan menggelengkan kepalanya melihat kelakukan mereka berdua, bisa-bisanya anaknya di bilang ngontrak dan harus bayar sewa.
Emang dasar suami istri ngga punya akhlak.
Bersambung
Jangan lupa like, koment, vote, 🙏