
Hari ini keyla berangkat ke kantor sendiri tapi hari ini ia pergi naik bis ke kantor. Entah kenapa ia ingin naik bis ke sana mengingat kenangan masa lalu bersama alvin saat pertama naik bis dengannya.
Meskipun ia juga pernah naik bis dengan ian waktu sekolah dulu. Namun kini ia tidak mau mengingat kenangan itu.
Bis itu ngerem mendadak membuat semua penumpang terpental, ada sosok tangan yang melindungi kepala keyla dari kaca pinggir bis itu membuat ia tidak terbentur kaca.
Keyla mencoba menatap siapa dia, dia mengira orang itu adalah alvin namun harapan pupus sosok ian di sampingnya.
Ian tidak pernah lelah terus mengejar keyla meskipun berkali kali tidak pernah di perdulikan oleh keyla. Namun usahanya untuk membuat keyla jatuh cinta lagi padanya sangat kuat. Meskipun keyla selalu mengusir dia.
" kenapa kamu selalu mengikutiku" ucap keyla menepis tangannya.
Ia beranjak berdiri dari tempat duduknya, ian menarik tangan keyla duduk di pangkuan ian. Mereka saling menatap satu sama lain Keyla terlihat sangat gugup melihat ian di depannya tatapan ian sangat dekat dengan nya . Meski perasaan itu masih ada namun tidak sebesar saat ia pertama kenal dengan ian.
" lepaskan aku" ucap keyla beranjak duduk di belakang ian.
Ia tidak mau terus seperti itu, keyla tidak mau kisah cinta itu terulang lagi .
" kenapa kamu menghindar dariku" ucap ian duduk di samping keyla lagi" ucap ian menatap keyla dari samping.
Keyla tidak perdulikan ian di sampingnya ia memandang jalan di balik kaca bis itu. "Kamu di sini bicarakan bisnis atau mau mendekatiku" ucap keyla tanpa menatap ian di sampingnya.
ian hanya terdiam seketika tidak menjawab pertanyaan keyla.
" kalau kamu diam , aku pergi sekarang jangan menggangguku lagi kecuali urusan bisnis" ucap keyla.
Ian menggenggam erat tangan keyla tidak membiarkan ia pergi lagi. Ia menarik pinggang keyla masuk ke dalam dekapan hangatnya. Keyla hanya terdiam ia menatap ian begitu dekat perasaan itu seakan datang lagi padanya. Tatapan itu mengingatkan saat ian pertama jatuh cinta padanya.
Ian menarik dagu keyla mencium bibir keyla lembut. Keyla hanya terdiam ia terkejut melihat ian menciumnya. Perasaannya jadi tidak menentu .Meski perasaan itu tidak bisa di sembunyikan lagi. Tapi ia tidak mau seperti itu. Ian yang terus menciuminya menikmati bibir keyla.
Keyla terdiam teringat alvin, ia mendorong tubuh ian untuk melepaskan ciumannya. Tak segan ia menampar pipi kanan ian dan beranjak turun dari bis itu.
" pak saya turun di sini" ucap keyla. Berhenti di pinggir jalan menunggu taxi lewat.
Kenapa dia seperti itu lagi, ciuman ini kenapa membuat ku jadi gugup meski perasaanku menikmati ciuman itu tapi ia masih teringat dengan alvin yang masih belum tahu keberadaannya. Keyla tidak ingin perasaan itu tumbuh lagi.
"Argg... " mengacak rambutnya kasar.
" kenapa aku mengingat ian terus" batin keyla.
------------------00-----------------
" pagi miss" sapa pegawai kantor keyla.
" pagi juga, gimana pekerjaannya apa sudha beres semua. Hari ini kita persiapkan rapat dengan para investor kita untuk meluncurkan produk baru." Ucap keyla tampak sibuk merapikan mejanya yang terlihat berantakan karena tumpukan berkas yang belum selesai ia kerjakan.
" baik miss" pegawai itu beranjak pergi dari ruangan keyla.
Keyla terdiam sejenak ia memegang bibir bekas ciuman ian tidak mau mengingatnya. Ia pergi ke toilet mencuci mulutnya bersih ia tidak mau ada bekas ciuman ian di bibirnya yang membuat ia terus kepikiran tentang ciuman itu.
Hari ini ian pasti akan menghadiri rapat, meskipun ia merasa salah telah menamparnya. Namun ia tetap konsisten tidak memikirkan hal itu lagi. Ia fokus pada pekerjaannya sekarang.
Tak lama ian masuk ke dalam ruangan keyla, ia duduk di meja hadapan keyla menatap wajah keyla.
" kenapa kamu di sini, aku bilang jangan pernah menggangguku lagi" bentak keyla.
Ian hanya terdiam terseyum tipis menarik dagu keyla kasar dan menatap tajam matanya. " sudah aku bilang aku tidak akan pergi, ini juga bagian dari kantorku ini. Aku akan dengan mudah merebut kantor ini jika kamu selalu macam macam denganku" ucap ian melempar kasar dagu keyla.
Ian di butakan oleh cinta keyla hingga ia rela berbuwat apapun untuk mendapatkan cinta keyla lagi. " apa mau mu?" ucap keyla ia meletakkan bolpoin di tangannya.
" aku mau kamu berkencan dengan ku nanti malam, kamu harus datang aku tunggu kamu sampai datang" ucap ian beranjak pergi.
Entah kenapa kini ian jadi ancaman untuk perusahaannya. Ia memanfaatkan itu untuk mendapatkan cinta keyla lagi. Keyla tidak bisa tinggal diam jika itu berlanjut keyla akan kehilangan segalangnya.
" maaf miss rapat sudah akan di mulai" ucap pegawai itu.
" baik aku akan segera ke sana" ucap keyla beranjak berdiri.
Keyla beranjak berdiri melupakan masalah ian sejenak. Ia lebih fokus dalam pekerjaannya. Ia ingin lebih konsisten dalam bekerja tidak membawa masalah pribadi dalam pekerjaan nya.
Berjam jam keyla rapat dengan ian dan para investor lainnya. Meski ian terus menatapnya ia tidak perdulikan itu ia hanya fokus pada kerjaannya. Tanpa berfikir tentang ian.
" tunggu" teriak ian menarik tangan keyla.
" ada apa lagi, apa kamu masih belum puas mengangguku" ucap keyla nampak dingin
" aku tidak akan berhenti mengganggumu sampai kamu bisa jatuh cinta lagi padaku" ucap ian melepaskan tanga Keyla dan beranjak pergi.
Tanpa perdulikan ian ia segera masuk ke ruangannya menyelesaikan semua tugas yang masih emnumpuk di mejanya. Hingga larut malam keyla masih setia dengan ruangannya ia belum beranjak dari kantornya.
Tak lama terdengar suara ponsel dari dalam tasnya. Ia segera mengambil ponsel itu melihat siapa yang telfon.
" joy!! Ada apa sayang" ucap keyla.
" mama cepat pulang, udah jam 9 malam mama tidak pulang" ucap joy polos.
Mendengar ucapan anaknya itu keyla terdiam dan beranjak berdiri.
" iya bentar sayang mama sudah mau pulang kalian tidur saja duluan mama masih perjalanan " ucap keyla ia buru buru keluar dari ruangannya tanpa memebersihkan serakan berkas di meja.
" iya mama cepat pulang ya" ucap cia dengan nada polosnya.
" iya sayang" ucap keyla finish ia segera mematikan telfonnya.
Hampir satu jam perjalanan keyla sampai di rumah ia melihat ian berdiri di depan rumahnya. Tanpa perdulikan ian ia segera turun dari mobil.
" key aku akan tetap di sini sampai kamu mau kencan lagi denganku" teriak ian.
Keyla masuk ke dalam rumah, ia tidak perdulikan ian. Jika ian merasa capek dia akan segera pergi dari rumahnya. Keyla ingin cepat cepat melihat anaknya yang sudah lama menunggu dia dari tadi.