My First Love

My First Love
bab 31 SONYA



akhir nya jam menunjukan pukul 09:00, mobil jemputan dian sudah tiba di depan rumah nya.


dian bergegas .enuruni tangga rumah nya lalu berpamitan pada ketiga wanita di ruangan tamu, yang tak lain adalah bi ina, bi sum dan sahabat nya, 'winda'


"slamat pagi neng..", sapa pak sopir ramah pada dian


"selamag pagi juga pak..!", jawab dian tak kalah ramah sambil sedikit membungkukkan badan nya sebelum memasuki mobil


dalam perjalanan tak ada suara selain bunyi mesin mobil dan sesekali membunyikan klakson mobil.


mobil akhir tiba di plataran rumah mewah kediaman milik keluarga pak albert.


bu shinta menyambutbkedatangan calon menantu nya bersama dengan pak albert dan alvin mengikuti ayah nya dari belakang.


"selamat siang pa, ma", sambil menyalimi tangan calon mertua nya.


"selamat sing nak, capek yah? perjalana mu macet?", tanya bi shinta pada dian.


"iya ma.. tadi di jalan macet banget", jawab dian.


sedangkan alvin hanya berdim diri merasa risih dengan kedatangan dian, tak ada rasa bersalah sedikitpun yang dirasakan alvin saat ini.


"sebelun kita membahas pada intinya, mending kita makan siang dulu yuk!!!",


bu shinta mengakak keluarga nya makan bersama sebelum membahas inti dari pembicaraan hari ini.


"baiklah, ayo nak", pak albert mengajak dian dan juga alvin.


keheningan terjadi saat sedang menyantap sarapan, hanya dentuman piring dan senduk yang saling beradu memecah kesunyian siang itu. dan alvin sesekali mencuri pandang pada gadis yang berada di depan nya sambil tersenyum kecut, entah apa yang ada di dalam pikiran nya saat ini.


kini dian, kedua calon mertua nya dan juga alvin berada di dalam ruangan keluarga.


" jadi begini nak, undangan udah di sebarin, pernikahan kalian kan tinggan beberapa hari lagi, namun masih ada yang belum mendapatkan undangan pernikahan kalian seperti teman kantor dan kerabat kamu nak",


kata pak albert pada dian.


"apa kamh ingin merubah tanggal yang udah papa tetapkan nak?", pak albett bertanya lagi pada dian.


"gak usah pak, kan undangan nya udah di sebarin, akusih tetap setuju dengan tanggal yang papa dan mm pilih, lagian gak mungkin kan kalo papa dan mma harus merubah lagi tanggal pernikahan nya kan",


dian menyetujui tanggal yang telah di tetapkan sebelum nya.


"okey, bagaimana dengan mu vin? apa kamu ada masukan?", pak albert bertanya pada alvin yang sejak tadi hanya diam tanpa mengeluarkan suara nya.


"aku sih oke-oke aja pa, lebih cepat kan lebih baik", jawab alvin santai.


"good", pak albert sambil mengacungkan jempol pada alvin dan semua nya tersenyum legah.


"apa hanya ini yang ingin mereka bicarakan? astaga, kenapa gak di telephone aja sih? aku kira tanggal pernikahan nya di mundurin lagi sampai tahun depan nya lagi. eh ternyata masih sama", dian membatin sambil meremas ibu jari nya.


"nak dian, apa sebaik nya kamu tinggal sama mama dan papa juga alvin aja disini nak? kita kan bentar lagi udah jadi keluarga nak?", kata bu shinta.


"mohon maaf ma, bukan nya dian gak mau, dian hanya pengen saat momen kebahagiaan dian tiba, dian bisa dateng nya dari rumah ajja, dian hanya merasa bahwa, orang tua dian masih ada disana ma, jadi, biarkan dian dateng nya dari rumh aja, dian janji akan tinggal bersama keluarga ini dengan suami dian nanti nya setelah menikah, kemanapun suami dian pergi, dian akan mengikuti nya",


dian menjelaskan secara terperinci agar bu shinta bisa menerima nya dan mengerti dengan nya.


"oh gitu ya nak, maaf kan mma yah? udah berfikir egois sama kamu nak", sambil berdiri memeluk dian dengan hangat layak nya ibu dan anak.


pak albeert yang melihat kedua nya tersenyum, namhn tidak dengan alvin, alvin hanya memicingkan bibir nya lalu memutar kedua bola mata nya malas.


"enak aja, kemana gue pergi lo ngikutin? haha lihat aja kamu", batin alvin


"baiklah kalau gitu aku boleh gak minjem calon istri ku untuk bicara berdua?", alvin meminta persetujuan dari orang tua nya.


"boleh sekali nak", jawab bu shinta antusias


dian dan alvin pergi meninggalkan ruangan kelurga milik pak albert dan menuju taman belakang rumah keluarga pak albert bersama dengan alvin.


"kamu yakin mau menikah dengan ku?", alvin bertanya pada dian saat sudah tiba di taman belakang rumah nya.


"iya pak", jawab dian singkat tanpa memandang wajah sang calon suami nya.


alvin awal nya menyukai dian, namun entah mengapa, dia jadi sangat membenci nya setelah david ingin mem******a dian saat itu dan alvkn berfikir dian adalah wanita david.


keheningan antara kedua nyapun terjadi lagi hingga telephone milik alvin berbunyi bertanda ada panggilan masuk, alvin melerik dian yang berada di sebelah nya, dian tak memperdulikan curi pandang yang alvin lakukan, dian hanya menatap kedepan namun ekormarmata nya masih bekerja melirik alvin.


"ehehm halo, ada apa?", alvin bertanya pada si penelfon.


yang ternyata itu adalah sonya.


yah sonya adalah salah satu wanita yang diam-diam menyukai alvin sejeka masih SMA dan sampai saat ini. pernah beberapa kali sonya mengakui perasaan nya pada alvin, namun sayang, alvin tak ada sedikitpun rasa cinta agaupun suka terhadap sonya. berkali kali-kali alvin menolak nya, sonya wanita yang terlahir dari keluarga kaya sama seperti alvin juga.


"vin kamu gak mau nemuin aku? aku sekarang sudah di indonesia, dan aku buka usaha di indonesia. udah lama loh aku disini, kamu gak maj nemuin aku gitu?", cecar sonya pada alvin.


"maaf, lain kali aja kita ketemu nya, aku minta amlamat mu aja", kata alvin


dian yang mendengar nya tak merasa sakit hati, dian malah membatu, melirik atau mencuri pandang pada alvin pun tak ia lakukan.


"mungkin itu mantan atau bahkan pacar nya, aku harus kuat, aku gak boleh lemah, melo agaupun sedih, pernikahan inikan bukan atas dasar cinta, tolong bantu aku menguatkan rasa tak ingin ku pada lelaki disamping ku ini tuhan, jauhkan semua rasa ingin memiliki nya dari hati ku, jika aku mempertahankan keinginan ku untuk membuatnya mencintai ku, maka aku akan semakin luka, luka yang akan semakin besar dan bahkan bisa terinveksi di hati ku, tolong jauhkan rasa ku untuk lelaki yang sebentar lagi sudah sah menjadi suami ku", dian membatin dalam diam.


.


.


.


hay guys, tolong jangan lupa vote, like komen nya yah guys ... maaf terlambat up bab nya.. maklum ibu rumah tangga 🙏❤️😇