My First Love

My First Love
Amera



Bel pulang menggema di seluruh penjuru sekolahan. Miko segera beranjak menuju parkiran, mengambil montornya, dan segera menuju ke gerbang sekolahan. Ia sudah tidak sabar lagi ingin bertemu dengan Alana, dan bisa boncengan dengan Alana. Apalagi bisa meraskan pelukan hangant dari Alana. 


Cia yang berjalan dengan Joy, mencoba nenghampiri Miko di parkiran.


"Cia!!" ucap Miko terkejut. 


"Kamu kenapa senyum-senyum sendiri? Apa lagi jatuh cinta ya? Atau kamu punya pacar baru ya?" tanya Cia, yang memang sengaja berjalan dengan Joy. Ia ingin membuat Jog geram. Dan melupaka Alana, mereka tidak boleh ada hubungan, dan itu gak akan boleh terjadi, sampai kapanpun.


"Rahasia" ucap Miko, melirik sinis ke arah Joy.


"Ya sudah, ku mau kamu temani Alana dulu ya. Dia lagi di kelas. Katanya ada tugas mendadak. jadi harus pulang telat. Kamu mau kan tunggu dia" ucap Cia, sekilas melirik ke arah Joy, yang hanya diam berdiri di sampingnya. Tanpa menatap ke arah Miko sama sekali. 


Sepertinya dia memang benar marah dengan Miko. Kemarin dia baikan sekarang dia marahan lagi, hanya karena wanita yang sama. Pikir Cia. 


Ia kembali menatap ke arah Miko. Menunggu jawaban dari Miko nantinya. 


Miko membuka helm full fice nya, ia menatap ke arah Cia. Dengan tatapan bingung ka arah Cia. 


"jadi Alana belum pulang sekarang?" tanya Miko memastikan. 


"Iya, kamu bisa lihat di kelasnya. Aku dan Joy pulang lebih dulu. Soalnya ada tamu di rumah." ucap Cia, menepuk bahu Miko, dan berjalan pergi. 


Dan joy yang merasa tidak suka, ia melirik tajam ke arah Miko. Ia masih belum terima jika Miko dengan Alana nanti pacaran. Meski ia tahu jika mereka tidak mungkin bisa bersama.


"Eh.. Mik, mana pacar kamu?" tanya temannya, berjalan menghampiri Miko. 


"Oya, gosipnya kamu pacaran sama anak akselerasi ya. Hebat kanu bisa dapetin dia." sambung teman yang lain. 


Suara desas desus itu terdengar jelas di telinga Joy, membuat Joy merasa sangat gerah mendengarnya. Gimana mungkin Alana sudah jadian dengan Miko. Dan soal dua hari ke depan apa dia sudah lupa, apa ini jawaban dari semua pertanyaan hatiku selama ini. 


Tapi aku yakin jika Alana pasti akan datang menemuiku dua hari lagi. Pikir Joy.


"Joy, kamu kenapa diam?" tanya Cia, menepuk keras bahu Joy, yang dari tadi melamun. bahkan di ajak ngobrol juga tidak ada jawaban dari mulutnya. Tepukan keras dari Cia, membuat Joy terasadar dari lamunannya.


"Gak ada apa-apa, hanya saja aku bingung. Dengan apa yang di katakan anak-anak lain. Apa benar Alana pacaran dengan Miko?" tanya Joy mencoba memastikan.


"Aku gak tahu, tadi gosip anak-anak saja mungkin itu" ucap Cia, bergegas masuk ke dalam mobilnya. 


"Ya, semoga saja begitu" ucap Joy lirih.


Cia yang mendengar ucapan Joy, seketika mengerutkan keningnya. "Maksud kamu?" tanya Cia.


"Udah, pak ayo jalan" Joy mencoba mengalihkan pembicaraan, agar Cia tidak curiga dengannya. 


----


Miko duduk di depan kelas Alana, hingga 2 jam berlalu. Ia masih setia menunggu Alana, hanya demi ingin dekat dengannya. Dan agar bisa mengambil hatinya.


Tak lama Alana keluar daei kelasnya. Sontak membuat Miko beranjak berdiri menghampiri Alana. 


"Alana!!" panggil Miko, berjalan medekati Alana.


"Ada apa?" tanya Alana. 


"Aku mau antar kamu pulang. Tadi Cia dan Joy sudah pulang duluan. Jadi mereka menyruh aku bersama dengan kamu" gumam Miko. 


"Baiklah, cepat pergi" ucap Alana, tanpa penolakan sama sekali keluar dari mulut Alana. 


Miko bergegas pergi menuju ke parkiran. berjalan beriringan dengan wanita yang ia idamkan. Namun, tanpa suara sama sekali dari mulutnya. Mereka hanya diam tanpa suara. Dan Miko yang semula ingin bertanya, harus mengurungkan niatnya dalam-dalam. Melihat Alana yang sepertinya lagi gak mood untuk bicara. 


Miko, mencoba memakaikan helm Alana. "Aku bisa pakai sendiri kak" ucap Alana, meraih helm di tangan Miko. Tapi bukanya tepakai rapi, Alana memakai helm sedikit miring ke kiri. 


Miko tersenyum, melihat Alana yang cuek tapi juga lucu. "Gini Alana!!" gumam Miko, membenarkan helm Alana. 


"Sudah ayo naik" ucap Miko. 


"iya kak!!" Alana yang malu, ia langsung naik begitu saja. Dan Miko mulai menarik gasnya dengan kecepatan tinggi melesat dengan kecepatan tinggi, keluar dari halaman sekolahanya. 


Di sebuah rumah megah milik Keyla dan Alvin. 


Joy dari tadi diam sendiri berada di teras rumahnya. memandang pemandangan indah taman rumahnya. Yang memang selalu terawat. 


"Hai..." Sapa seorang wanita berparas sangat cantik, bibir merah muda alami, dengan rambut panjang, agak pirang, dengan mata khas orang barat, kecoklatan. Dan hidung mancung, serta kulit putih bersih menghiasi sekujur tubuhnya. 


Wanita itu duduk di kursi samping Joy. Dengan senyum tipis semringai di wajahnya.


Joy menoleh, menatap wanita itu bingung, ia mengerutkan keningnya dengan mata sedikit mengernyit. "Siapa kamu?" tanya Joy. 


"Aku Amera!" ucap wanita itu, mengulurkan tanganya ke arah Joy. 


Joy menerima begitu saja uluran tangan Amera. "Kenapa kamu di sini? Dan aku gak pernah melihat kemu sebelumnya?" tanya Joy. 


"Kamu memang tidak pernah melihat aku. Tapi aku sering melihat kamu. Aku mengikuti semua akun sosial media kamu. Masak kamu gak mengenaliku?" tanya Amera.


"Emm.. enggak. Aku sudah gak aktif akun media sosial. Dan kamu kenapa bisa tahu rumah aku?" tanya Joy yang masih bingung, ada seorang wanita cantik di depannya.


Amera tersenyum tipis. "Kamu benar-benar gak tahu aku. Aku itu anak dari teman mama kamu dan papa kamu," ucap Amera. 


Joy, melebarkan matanya. Ia teringat dengan apa yang di katakan mamanya. Jika om Ian akan segera ke indonesia. Jadi itu benar. Pikirnya.


"Jadi kamu anak Om Ian, dan tante Sheila?" tanya Joy masih tidak percaya. 


"Iya," Amera tersenyum manis ke arahnya. 


Joy terdiam, menatap ke arah Alana. Naik montor bersama dengan Miko. Ia beranjak turun. 


"Biar aku lepaskan helmnya" ucap Miko, melepaskan helm yang menutupi kepala Alana. 


"Makasih!!" ucap Alana. 


"Iya, kamu sekarang cepat masuk. Jangan lupa makan ya, istirahat yang teratur. dan jangan sedih lagi" Miko, mengusap pipi Alana. Lalu ke tanganya mengusap ujung kepala Alana lembut. 


"Iya, kak" jawab Alana jutek. 


"Dia adik kamu?" tanya Amera menatap ke arah Alana dan Miko. 


"Iya!!" jawab Joy, gak berhenti memandang Alana. Rasa cemburu semakin membakar hatinya. Rahangnya menggertak. Dengan mata menatap tajam ke arah Miko. Pria itu mencengkram erat pegangan kursinya. 


"Mereka romantis ya!!" ucap Amera. Yang kagum.melihat pendekatan Miko dan Alana. 


Alana menatap ke arah Joy. Dengan wajah kesalnya. 


Baru bilang cinta, tapi bersama dengan wanita lain. dasar laki-laki semua gak ada bedanya. Pikir Alana, menatap sinis ke arah Joy dan beranjak masuk ke dalam rumahnya.


"Kenapa adik kamu itu" tanya Amera bingung. 


"Dia memang begitu. Sepertinya dia marah denganku. Karena aku tadi pulang duluan dengan Cia." ucap Joy. "Oya dari tadi aku gak melihat orang tua kamu" lanjutnya, mencoba mengalihkan pembicaraan. 


"Iya, mereka pergi jalan-jalan, dengan kelaurga kamu dan adik aku. Kalau aku lebih memilih sendiri di sini, menunggu kamu pulang" ucap Amera, dengan senyum menggoda miliknya.


"Oo.. Sudah lama mereka keluar? Oantas saja dari tadi aku tidak melihat mama dan papa" ucap Joy.


"Ya, lumayan. Sudah hampir tiga jam mereka keluar. Dan sekarang mereka pasti sudah pulang" gumam Amera.


"oya, kenapa tadin, waktu aku pulang sekolah. Aku tidak melihat kamu. Tadi kamu pergi kemana?" tanya Joy semakin penasaran.


"Tadi, Aku masak. Oya.. Aku sudah bikin roti buat kamu dan yang lainya. Nanti kamu coba ya!!" ucap Amera.


"Emmm... Baiklah, nanti aku akan coba, kue buatan kamu. Pasti sangat enak." ucap Joy memuji.


"Coba saja dulu. Nanti jika kurang enak, kamu bilang padaku ya. Aku akan buat yang lebih enak nantinya. "


"Baiklah!!"