
malam semakin larut, dian masih tak bisa tertidur, entah karena efek kebahagiaan atau karena dian merasa bahwa hal yang ia jalani saat seharian ini masih sebuah bunga tidur nya.
"ahh rasa nya benar seperti nyata aja", gumam dian sambil memandangi wajah teduh sang suami.
malam seperti nya tak berpihak pada dian, dian akhir nya tertidur hingga sang surya kembali terbit menampilkan cahanya malu-malu nya sebelum benar-benar bersinar terang menerangi setiap pelosok.
alvin bangun dari tidur nya saat matahari menerangi melalu celah tirai jendela kamar. alvin tidak bergerak dari tempat nya dan tetap memilih memandangi sang istri di pagi hari.
"apa dia terlalu capek?", gumam alvin
alvin akhir nya memilih untuk beranjak dari tempat tidur dan menuju kamar mandi. didalam kamar mandi, alvin mencuci muka saja dan menggosok gigi, lalu menyisir rambut nya.
alvin menuju mobil sport lambogini milik nya mengambil stelan baju kaos santai dan celana pendek dan kembali ke kamar untuk di gantungi nya di lemari yang berada di kamar sang istri saat belum bersetatus istri Tuan muda alvin.
alvin kini menuju dapur, disana ternya ada bi ina dan bi sum yang sedang melakukan rutinitas pagi mereka menyiapkan makanan untuk sang majikan.
"selamat pagi bi", sapa alvin pada kedua asisten rumah tangga yang usia nya sudah tak lagi muda itu.
"selamat pagi tuan, ada yang bisa saya bantu tuan?", kata bi ina.
"oh tidak bi, emmm apa boleh saya memasak untuk istri saya bi?", kata alvin
"biar kita aja, tuan tunggu di meja makan, nanti kita siapkan", kata bi ina sopan.
"tak apa-apa bi, saya hanya ingin memasak untuk istri saya, tolong yah bi", mohon alvin pada kedua ART itu.
"baiklah tuan, silahkan", kata bi ina sambil mempersilahkan alvin bekerja sesuka nya.
"terimakasih bi, bibi bantuin saya buat ngambilin apa yang saya butuh aja ya, hari ini, kita makan masakan buatan saya, dijamin enak", kata alvin pada kedua ART itu.
bi ina dan bi sum hanya bisa menganggukan kepala tanpa mengeluarkan suara lagi.
alvin kelihatan sangat lincah, bahkan sepertinya sering melakukan masak memasak sebelum nya.
"ele...eleh.. tuan muda ini ternyata pinter masak juga, beruntung banget non dian dapetin laki beginian, udah tajir, ganteng, semua nya ada pada dia.. tuhan memang baik", batin bi sum
dian akhir nya terbangun saat jam menunjukan pukul 08:30 pagi.
dian membuka mata nya perlahan, lalu meregakan otot tubuh nya sambil membolak-balikan badan nya kekiri dan ke kanan memastikan bahwa ia memang tak sedang bermimpi saat bersama sang suami.
betapa terkejut nya ia saat bangun dan tak mendapatkan tubuh sang suami seperti sebelum nya, dian bangun dan duduk menyandar di dekat tembok kamar sambil menutup mata nya dengan kedua telapak tangan nya dan menangis.
"kenapa aku benar-benar berharap suami ku telah berubah?suami ku baik? suami ku mencintaiku seperti aku mencintai nya? hiks hiks his, aku bodoh mempercayai mimpi ku, aku bodoh kenapa harus terbangun dari mimpi ku, kenapa cinta tak berpihak pada ku? apa salah ku? baru aja merasakan jatuh cinta pada cinta ku, eh ternyata aku mimpi, ciuman pertama ku cuma mimpi ahhh aku...", dian tak melanjutkan lagi kata-kata nya.
alvin yang mendengarkan segala keluhan istri nya itu pun tak tega melihat nya seolah menyalahkan diri sendiri pergi memeluk nya dengan erat.
"kenapa kamu sayang?", kata alvin pada dian sambil memeluk nya erat.
"hiks..hiks..hiks.. apa aku pingsan lagi? apa aku tertidur lagi? aku benci kamu datang terus disaat aku tidur dan pingsan, aku pingsan kan? kamu tak nyata kan? kamu hanya mimpi ku kan? kenapa kamu begitu nyata dalam mimpi ku? kamu mencium ku, memeluk ku, memanjaiku semua nya kamu lakukan untuk...", dian terdiam saat bibir alvin mendarat dengan bebas nya m*****m sang istri sambil menggigit b***r bawah milik dian.
"aooww sakit", pekik dian dan menarik diri nya dari pelukan suami.
"hem sakit kan? apa kamu masih berpikir bahwa ini hanya mimpi mu? bunga tidur mu juga sayang? jahat banget kamu sama suami sendiri di gituin", dengus alvin berpura-pura agar dian menyadari nya bahwa ini bukanlah mimpi.
"jadi ini nyata? aku kira mimpi hiks hiks hiks, maafkan aku yang, aku takut kamu pergi dan cuekin aku lagi kayak kemarin-kemarin itu", sambil memeluk sang suami.
"gak lah sayang ku, istri ku, ratu ku, sekarang kamu mandi yah, setelah itu kita sarapan bersama bi sum dan bi ina, mereka udah nungguin loh," bisik alvin pada dian
dian masih tidak beranjak dari tempat nya dan masih memeluk sang suami.
"atau kamu mau aku mandiin yang?", kata alvin dengan suara bariton nya.
"hahahhahahaha", tawa alvin menggema melihat kelakuan sang istri.
alvin lalu berjalan mencari kamar tamu, berniat ingin mencari kamar mandi di kamar tamu. tiba-tiba handphone dian berdering.
betapa terkejut nya alvin melihat nama yang kontak yang tertera pada layar bendah pipih persegi panjang itu.
"dave", batin alvin.
hati yang baru berbunga-bunga kini melihat panggilan dari dave pada layar ponsel sang istri membuat bunga-bunga di hati alvin serasa di masuki hama yang akan merusak tumbuh nya bunga di hati nya.
"hallo", suara bariton alvin menyapa dave melalui ponsel sang istri.
"hallo, dian nya dimana? kenapa lo yang ngangkatin pondsel nya?", kata dave tanpa ada nya rasa takut.
"saya suami nya, lalu kenapa kau menelfon istri ku?", kata alvin
"hahaha istri? mimpi kamu!! istri mu itu akan jadi milik ku. MILIK DAVID PURNOMO", kata dave dambil menekan pada nama nya.
"s**l peria gila kamu!!, saya ingatkan kamu secara baik-baik, jangan pernah menelfon istri saya lagi jika hidup mu ingin baik-baik", kata alvin.
"lo tunggu aja sampai saat nya istri munjadi milik ku. dian tidak mencintai mu sama sekali, dian hanya mencintai ku saja, dan hanya aku. hahahhaha", kata david /dave, lalu memutus sambingan secara sepihak.
alvin meremas ponsel milik dian hingga rahang nya mengeras sempurnah. alvin menarik nafas dan mengatur nya agar kembali netral. lalu melanjutkan mencari kamar tamu untuk melakukan ritual mandi pagi nya.
alvin menyalakan sower lalu sebisa nya menghilangkan nama dave dari pikiran nya hingga rituak mandipun selesai sebelum dian.
alvin menggantikan baju yang tadi nya telah ia ambil dari mobil.
saat dian keluar dari kamar mandi, alvin berdiri membelakangi dian di balik jendela kamar yang besar menghadap ke taman.
"yang udah mandi nya?", dian bertanya pada sang suami.
"ia sayang, apa kamu juga sudah selesai mandi nya?", tanya alvin lembut dan berbalik menghadapi sang istri.
"ia sayang, aku ganti baju dulu yah", pamit dian berlalu menuju ruangan ganti yang terletak di dalam kamar itu juga.
alvin hanya tersenyum memandangi sang istri dari belakang.
15 menit kemudian, dian keluar dari ruangan ganti dengan rambut basah nya lalu duduk di depan meja rias dan mulai mengeringkan rambut nya dengan pengering rambut.
alvin yang pekah dengan sang istri, mengambil alih benda itu lalu melakukan pengeringan rambut sang istri dengan baik dan hati-hati.
"ahh begini kah rasa nya punya suami? hehe", batin dian melihat pantulan wajah sang suamindi depan cermin.
"kenapa senyum-senyum yang? baru sadar kamu kalau suami mu ini ganteng?", kata alvin sambil mematikan pengering dan menyimpan nya kembali di laci meja rias dam memeluk sang istri dengan hangat.
.
.
.
hay guys, aku up dua bab dulu yah..
trimakasih juka sudah vote novel ini, mohon di vote bagi yang belum biar author nya semangat buat nulis. heheh
selamat bermalam minggu yah..
god bless 🌹😇