My First Love

My First Love
Keselamatan Joy Dan Cia



Keyla dengan langkah terburu buru menuju ke tempat siska duduk bersama baby siska dan rayan.


" key sebenarnya apa yang terjadi, kamu membuat kita panik?" Ucap siska dengan wajah nampak gelisah.


" tapi kalian harus janji tetap tenang jangan panik jika aku ceritakan semua" ucap keyla mengela nafas panjangnya.


" baiklah, sebenarnya ada apa?" Tanya rayan memandang keyla.


Keyla menelan ludah menarik nafas panjangnya dan mulai bercerita.


" ada yang ingin mengincar aku dan ke dua anakku mereka berencana untuk membunuhku dan kedua anakku. Karena ingin menguasai harta yang di miliki alvin" ucap keyla memegang pundak siska.


" jadi para pengawal di depan kamu yang menyuruh mereka" ucap rayan dengan andak khawatirnya pada keyla.


" bukan dalvin yang menyewa semuanya untuk menjaga rumah ini, dan sekarang dalvin membawa kedua anakku ke tempat persembunyian yang aman" ucap keyla


" tapi apa kamu percaya pada dalvin, bukannya kamu baru kenal jika dia salah satu kelompotan dari mereka dan emngincar anak kamu bagaimana" ucap rayan memegang pundak kanan keyla.


Keyla tersenyum tipis. " ku yakin pada dia, dia rela menyewa semua ini demi melindungiku. Entah kenapa hatiku sangat yakin padanya" ucap keyla dengan wajah nampak muram ia menundukkan kepala dengan mata terlihat berkaca kaca . Ia nampak sangat sedih terlihat jelas dari raut wajahnya.


" entah kenapa aku di takdirkan tidak bisa hidup bahagia bersama alvin. Dia Menghilang saat kecelakaan dan dalvin bilang di masih hidup. Namun sekarang kabar bahagia itu berubah berbagai bahaya datang dalam keluarga kita" ucap keyla dengan nada tersedu sedu .


" sudah sekarang kita akan menemani kamu di sini. Tenang saja kita akan membantu kamu untuk menyelsaikan smeua masalah dan dapat bertemu dengan alvin kembali" ucap siska menarik tubuh keyla masuk ke dalam dekapannya. Siska membelai lembut rambut keyla menangkan suasana hatinya yang lagi gundah.


" kamu tenangkan dulu hati kamu, sudha yakin lah semua masalah pasti akan terselesaikan. Kita semua di sini bantu kamu" ucap rayan


" terimakasih kalian ada saat aku lagi ada masalah seperti ini" keyla menghapus air matanya mencoba tersenyum manis pada siska dan rayan


Hampir 5 jam menunggu keyla terlihat sangat gelisah hingga ia tak nafsu makan. Ia terus menunggu dalvin mengabari keadaan anaknya di sana. Apakah mereka sudah sampai . Ia berjalan mondar landir genagn tubuh gemetar tangan memukul mukul pelan.


" key kamu gak makan dulu?" Ucap siska yang menggendong baby cantiknya.


"Entar , aku masih cemas dengan keadaan joy dan cia" ucap keyla yang masih terus berjalan mondar mandir menggigit ujung jarinya menahan rasa cemas yang terlintas di wajahnya.


Rayan hanya terdiam sejenak ingin ia menenangkan keyla dan mencoba menghubungi brayen dan ian untuk membantu dia. Tapi ian masih merawat istrinya sheila. Sedangkan brayen sibuk dengan pekerjaannya.


" sayang kamu bawa baby kita masuk ke kamar aku akan tenangkan keyla dulu" ucap siska pada rayan.


Keyla merasa badannya sangat lemas tak sanggup menerima kenyataan itu.


Siska memopah badan keyla masuk ke dalam kamarnya.


" sekarang kamu tidurlah dulu, nanti juga dalvin akan pulang" ucap siska tersenyum lembut pada keyla.


Tak lama ponsel keyla berbunyi, ia segera mengangkat ponsel di tangannya menatap telfon dari siapa. " dalvin sudah telfon ka" ucap keyla wajahnya nampak berbinar, wajah yang semula terlihat muram berubah seketika. Siska merasa sangat senang sahabatnya bisa tersenyum kembali.


Keyla bergegas menekan tombol ponselnya.


" key kenapa lama angkat telfonku" ucap dalvin dari balik telfon itu.


" kamu bikin aku khawatir lama sekali memberi ku kabar. Dimana sekarang ke dua anakku. Dia baik baik saja kan, " ucap keula dengan wajah terlihat sangat khawatir.


"sekarang mereka masih tidur, nanti aku vidio call kalau mereka sudah bangun, sekarang mereka aman sama teman aku sekarang kita di tempat yang aman dan nanti aku ajan segera kembali" ucap dalvin finish mematikan telfonnya.


Keyla merasa sangat lega namun di sisi lain ia tidak bisa melihag anaknya. Ia menaeik nafas perlahan " semoga cepat selesai semua masalah" ucap keyla mulai membaringkan tubuhnya berbalut selimut putih tebal.


" kamu pergi saja, aku sudah tidak apa apa. Sekarang hang lebih penting baby kamu di kamar pasti dia nunggu kamu" ucap keyla tersenyum memegang tangan siska.


" baiklah, kamu sekarang istirahat tenangkan fikiranmu" ucap siska melempar senyum manis beranjak pergi dari kamar keyla.


Keyla termenung sejenak ia masih berfikir kenapa semua masalah selalu membebani hidupnya dan keluarganya. Hanya soal harta semua bermusuhan satu sama lain tak perduli saudara kandung atau bukan. Sebenarnya keyla dan alvin dulu sudah berencana unyuk memberikan semua harta warisan daei mamanya pada kakaknya. Agar tidak menimbulkan salah paham. Namun sebelum surat pengurusan selesai hal tak terduga pun terjadi.


Kakak alvin bertindak sangat bodoh harus merencanakan pembunuhan berencana dengan ayahnya untuk membunuh alvin. Namun sepetinya rencana itu sudah di ketahui dari awal oleh alvin. Alvin sudah bisa menebaknya ia sengaja tidak naik ke pesawat ke London untuk menghindari kecelakaan tanpa seorang pun tahu dia pergi ke paris. Dia harus rela mengorbankan anak dan istrinya untuk menyelamatkan mereka dari rencana busuk ayah dan kakaknya.


Namun meski masuk dalam jeruji besi ayahnya masih tak jera. Ia menyewa seseorang untuk membunuh alvin. Dan sekarang berencana membunuh keluarganya. Alvin berjuang sendiri untuk kenuntaskan semua. Namun kini ia meminta bantuan ian mantan pacar atau cinta pertama keyla untuk merawat ke dua anak keyla. Elana membawa mereka ke sydney bertemu ian. Karena hanya ian yang bisa menjaga mereka, tidak ada yang tahu di mana tempat tinggal ian karena begitu banyaknya rukah milik ian.


Alvin sudah tidak perduli dengan permusuhannya dulu. Atau sifat cemburunya. Ia lebih mementingkan keselamatan ke dua anaknya. Dengan nama yang berbeda dan wajah yang berbeda dia ingin mengelabuhi pembunuh bayaran itu.


----------00-----


Keesokan harinya ia nampak terbangun dengan wajah muram memiringkan badannya ke kanan dan ke kiri. Dia mulai gelisah tak kunjung dapat telfon dari anaknya. Dan dalvin bilang dia akan pulang namun tak kunjung sampai di rumah.


Perasaannya bercampur aduk hatinya masih tidak tenang. Seakan ia tidak bisa tidur nyenyak keyla selalu terbayang kejadian kemarin.


Tak lama suara ketuk pintu terdengar jelas dari luar kamar keyla.


" key apa kamu sudah bangun" teriak siska di balik pintu kamarnya.


" masuk saja ka, aku sudah bangun" teriak keyla yang masih terbaring di ranjangnya.


Siska membuka pintu perlahan melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar keyla. Ia melihat keyla masih terlihat malas terbaring dengan wajah muram di ranjangnya.


" apa kamu tidak apa-apa" ucap siska duduk di pinggiran ranjang keyla.


" ku lagi males bangun, apa belum ada kabar dari dalvin?? Dia belum kembali ke sini" tanya keyla membalikkan badan menatap siska .


" belum mungkin nanti dia baru akan sampai, sekarang kamu makan dulu. Nanti kalau ke dua anak kamu tahu kamu tidak mau makan mereka pasti khawatir. Jangan pikirkan perasaanmu saja pikirkan mereka juga kalau kamu sakit mereka pasti sangat khawatir" ucap siska membelai lembut rambut keyla.


keyla berfikir ada benarnya juga kata siska. Ia bergegas bangun dari ranjangnya duduk di samping siska.