
"Kenapa kamu masuk ke kamarku. " teriak keyla melihat dalvin tidur di ranjangnya. Tanpa perdulikan keyla ia masih tertidur nyenyak di ranjang warna putih salju dengan selimut tebal.
" bangun...bangun..." ucap keyla memukul dalvin dengan bantal yang ia pegang.
Dalvin menepis bantal itu menarik tangan keyla hingga terjatuh di tubuhnya.
Mata mereka saling memandang satu sama lain.
" kenapa jantungmu berdetak sangat cepat" ucap dalvin. membuat keyla sontak berdiri wajahnya mulai memerah seketika seperti ekpiting rebus. Ia melemparkan wajahnya berlawanan arah, keyla merasa sangat malu dalvin merasakan jantungnya yang berdegup lebih cepat saat menatap nya.
keyla menarik tangan dalvin agar menjuah dari ranjangnya. " aku mau tidur kamu pergi" ucap keyla ia menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang berbalut selimut tebal miliknya.
" ini kamarku jadi aku sekarang yang berhak tidur di sini, lebih baik sekarang kamu pergi tidur di ruang tamu atau kamar tamu juga tidak apa kan" ucap keyla menutup seluruh tubuhnya dengan selimut tebal warna putih itu.
Dalvin tersenyum tipis ia menarik selimut keyla dan berbaring di sebelah nya. " baiklah aku juga akan tidur di sini" ucap dalvin mendorong tubuh keyla pelan hingga ia terjatuh dari ranjangnya.
" dalvin..." teriak keyla terdengar sangat keras membuat dalvin menutup ke dua telingannya.
" ada apa? Beberapa hari aku tidur di sini jadi ini kamar aku. Jika kamu mau tidur silahkan tidur di sampingku" ucap dalvin tersenyum menggoda keyla. Ia menutup tubuhnya dengan selimut yang ia cengkram dari tadi.
" ogah" ucap keyla terlihat sangat kesal, ia mengerucutkan bibirnya, mengentakkan kaki dan berjalan pergi keluar dari kamarnya dengan wajah merah terlihat sangat marah .
Mereka tidur terpisah, dan pada akhirnya dalvin yang tidur di kamar keyla. Meski mereka tidak ada hubungan apa apa. Dari cara mereka berantem seperti ada sesuatu kenangan yang terulang lagi.
Joy dan jolicia melihat mereka dari kamarnya. Anak anak key sangat senang melihat dalvin dan keyla terus berantem itu menandakan lama lama mereka akan jatuh cinta. Meski berharap dalvin benar papa mereka. Meskipun bukan joy dan cia sangat suka keberadaan dalvin di rumahnya.
Hari ini adalah ulang tahun keyla, tepat jam 12 malam. dalvin joy dan cia sudah persiapkan semua untuk memberi kejutan keyla. Sebuah kue berlapis coklat dengan lilin diatasnya. Mereka berjalan perlahan menuju kamar tamu tempat keyla tidur.
" maa...bangun maa" cia menarik selimut keyla.
"Apa si sayang ini sudah malam cia cepat tidur sana" ucap keyla yang masih memejamkan matanya.
" maa joy sakit" ucap cia menahan senyum kecilnya.
Keyla sontak meloncat dari kamar tidurnya matanya terbelalak menatap anaknya cia di balik kegelapan kamar nya.
" dimana joy sekarang" ucap keyla beranjak bangun.
Dalvin dan jiy berjalan mendekati keyla menyanyikan lagu.
"happy birthday to you" pada keyla.
Joy dan dalvin berjalan masuk ke kamar keyla. Membawa kue di tangannya sontak membuat keyla terkejut. Ia menutup mulutnya dengan mata melotot memandang kejutan yang tak terduga dari anaknya itu.
" kalian yang rencanain ini semua" ucap keyla berjalan mendekati joy.
" kita ingin kasih kejutan ini buwat mama, maaf tadi cia bohong" ucap cia memeluk keyla erat.
" makasih sayang ya" ucap keyla memeluk joy dan cia .
" kamu juga gak berterima kasih padaku, kan aku yang bantu mereka persiapkan semuanya" ucap dalvin tersenyum tipis memandang jahil keyla.
" enggak!!" keyla memalingkan wajahnya dengan ke dua tangan di lipat di atas perutnya.
" ya sudah aku buang saja kue ini" ucap dalvin beranjak pergi.
Keyla nampak menimang nimang jika dia mengusir dalvin dia benar benar membuang kue nya sanyang sekali lagian ini ulang tahun nya. Ia ingin makan kue bersama dengan ke dua anak nya.
Dalvin mengerutkan ke dua alis nya ke atas dahinya. " ada apa apa masih butuh kue ini" ucap dalvin tersenyum tipis menatap keyla.
" hari ini hari spesial buwat aku , jadi sini kue nya kita makan bersama" ucap keyla lirih. Ia nampak malu malu tanpa memandang dalvin di depannya.
" apa aku gak dengar" dalvin mendekatkan telingan nya ke wajah keyla.
" aku bilang kita makan sama sama kuenya" teriak keyla tepat di telinga dalvin.
" udah puas" ucap keyla dengan wajah datarnya.
" baiklah ini, tapi sebelum itu kamu minta permohonan dan segera tiup lilinya keburu habis" ucap dalvin mendekatkan kuenya di hadapan keyla.
" mama... kalian tu cocok mama doa minta agar bisa dapat bersama papa dalvin" ucap joy dengan nada polos nya sontak membuat keyla terkejut dengan ucapan polosnya itu.
" sayang kita masih punya papa" ucap keyla .
Ia segera memejamkan meminta permohonan di hari spesialnya hari ini.
" aku nohon agar alvin cepat kembali di hadapanku, semoga dia baik baik saja dan cepat pulang" batin keyla.
" hachuu....hachuu..." tiba tiba dalvin bersin membuat lilinnya mati seketika sebelum keyla mulai meniupnya.
" dalvin!!!!" Teriak keyla mengepalkan ke dua tangannya lurus di jahitan celanannya.
" kamu mengacaukan semua nya" ucap keyla melemparkan wajahnya ke arah berlawanan.
Cia memberi dalvin sebuah korek api agar ia cepat menyalakan lilinya.
" sudah jangan terus ngambek begitu, kelihatan tambah tua" ucap dalvin tersenyum berjalan mendekati keyla. Ia memegang pundak kelya.
" jangan sentuh aku" ucap keyla menoleh ke belakang meski ia terlihat kecewa tapi ia mencoba tersenyum di hadapan ke dua anaknya.
" baiklah aku akan tiup" ucap keyla.ia mulai meniup lilinya dan memberikan kue pertama untuk anaknya.
Nampak ian diam diam masuk ke rumah keyla lewat balkon kamarnya. Ia ingin memberi kejutan pada keyla namun semua pupus ia melihat keyla bersama dalvin dan ke dua anaknya sangat bahagia merayakan ulang tahun nya. Mereka nampak seperti keluarga kecil.
Ia meninggalkan kotak kecil di balut tali pita warana pink di atasnya. Telihat ian menggenggam tangannya menahan emosinya dan beranjak pergi dari pandangan yang membuat ia sangat cemburu itu.
Selesai bersenang senang keyla tertidur pulas di ranjangnya dengan ke dua anaknya yang tidur di tengah antara dalvin dan keyla. Tanpa sadar mereka seperti keluarga bahagia bahagia tidur seranjang bersama.
-------------------000---------------
Keesokan harinya matahari sudah mulai menampakan sinarnya. keyla terbangun dari tidurnya memutar matanya melihat sekeliling ruangannya. Nampak joy dan cia masih tertidur pulas di samping nya. Namun tak nampak dalvin ada di bersama mereka.
Ia beranjak berdiri mencari dalvin di kamarnya.
" kenapa dia gak ada, apa dia sudah pulang ke rumahnya" ucap keyla berjalan menuju kamarnya. Ia membuka perlahan kamarnya namun tak nampak dalvin di kamarnya.
" mungkin dia sudah pulang" batin keyla . Tak lama ia mencium bau harum aroma masakan yang sangat lezat menusuk ke hidungnya.
Ia bergegas turun mengikuti harum dari aroma masakan dari dari dapur.
" aroma masakan ini, kenapa mirip seperti waktu alvin masak buwat aku" batin keyla ia berlari menuju dapur. Melihat seorang pria masih sibuk masak di depannya.
Ia tidak melihat jelas wajah pria itu, keyla mengira ia adalah alvin yang telah kembali. Karena masakan itu hanya alvin yang bisa bikin aroma seenak ini. Ia terlihat meneteskan air mata berjalan perlahan mendekati pria itu dan memeluk erat dari belakang punggungnya.