My First Love

My First Love
Kembali ke sekolah



Keluaraga setelah mengantar Alvin semua pulang larut malam hingga pada tertidur di mobil. Dan Alana bahkan tidur diranjang belum juga sadar. Dengan sigap joy mengangkat tubuh Alana ke dalam kamar dan membaringkkannya.


"Selamat tidur, maaf aku banyak slaah padamu"ucap Joy mengusap lembut rambut Alana.


Hingga esok tiba, Alana yang sudah diap untuk pergi ke sekolah dia menunggu Joy membantunya untuk turun.


"Joy, Alana cepat turun, kita sudah mu telat nih"teriak Cia di lantai bawah.


Joy menghampiri Alana, di kamarnya. Tubuhnya yang terasa lemas utu, Joy mmemapahnya menuruni tangga, dan berjalan menuju ke mobilnya. Kali ini Miko gak menjemput Alana. Karena dia tak mau membuat Alana sakut lagi. Karena dia hanya naik montor.


"Cia kamu kedepam sana, ku mau disini bersama Alana"ucap Joy.


"Gak mau kamu sja ayang ke depan"ucap Cia.


Joy kenarik tangan Cia agar segera keluar. "Pindah gak"bentak Joy.


"Kenapa kamu marah. Iya, iya, ku keluar bawel amat sih"gumam Cia.


Joy segsra duduk di kursi belakang bersama Alana. Dan seopirny asegera mengantar mereka ke sekolah.


"Eh.. tahu gak anak om Ian aka kemari lo?, yang dulunya sempat bilang mau kamu nikahi"ucap  Cia menggoda Joy.


"Anaknya bukannya petemouan ya, siapa namanya?" Tanya Joy yang penasaran.


"Masak kamu lupa Joy, apa yang kamu ingat sih"gumam Cia.


"Aku benar-benar lupa"ucap Joy.


"Dia, Alexa"Ucap Cia.


"Oo iya sekarang aku baru ingat, emang kapan dia akan kesini. Dan gimana dia cantik gak sekarang. Apalagi unur kita kan hanya berjarak 2 tahu mn dengannya.


"Dia cantik banget kak, tapi syangnya dia masih terlihat imut dan emang dia masih SMP solanya."ucap Cia.


Alana hanya diam, ia tak tabubapa yang di bicarakan mereka berdua. Bahkan dia belum pernah bertemu dengan Om ian dan anaknya itu.


"Iya kita udah kama gak bertemu dengan Om ian dan tante sheila. Lagian gak pernah liburna ke rumah sinu sih" gerutu Cia.


"Iya kan mereka juga sibuk dengan kerjaanya"ucap Joy, melirik sekilas ke arah Alana.


"Kenapa kamu diam?" Tanya Joy pada Alana di sampingnya.


"Kamubpasti gak tahu ya Om ian dan tante Sheila, karena memang dia gak oernah kesininsaat kita oindah ke indonesia. Tapi setidaknya kalau dia kesini kamu juga akan tahu"ucap Joy.


Alana hanya diam dan tersenyum.


Ti..tit..


Alana spontan menoleh ke belakang melihat Miko naik montor tepat di brlakg mobilnya.


"Ngapain sih tu anak"ucap Joy kesal.


"Biarkan saja, dia kan mau mengikuti Alana. Kenapa kamu yang marah."tanya  Cia.


"Emangnya gak boleh, lagian si playboy itu gak pantas daoat Alana."gumam Joy.


"Tapi kalau Alana suka, emang gak boleh"tanya Cia yang kali ini ia duduk di depan.


Joy terdiam mendengar ucapan Cia itu, ia baru kepiran kalau Alana suka sama Miko, ia bisa berbuwat apa. Lagian cinta gak bisa di paksakan. Kalau mereka saling jatuh cinta meski kakaknya sendiri menghalangi mereka. Tidak akan bisa merbuah kisa cinta mereka.


"Iya kalau itu terserah Alana"ucap Joy lirih.


"Makanya jangan urusin, sola cinta Alana. Urusin kisah cinta kamu sedniri saja gak bisa. Tu cewek kamu mau di kemanain gak ada status jelas gitu. Kasihan wanita di gantungin gitu saja"sindir Cia.


"Cewek siapa"tanya Joy bingung.


"Siapa bilang aku pacaran sama dia, ogah banget wanita bekas dari Miko itu. Gak banget kayak gak ada wanit lain saja di dunia ini"gerutu Joy seolah ia gak suka dengan mantan Miko.


Emang sih, mantan Miko itu yang kejar-kejar Joy dan bahkan dia seriang nyamperin Joy tanpa rasa malu pada Miko. Padahal Miko juga teman sekelas Joy. Benar-benar wanita gak punya rasa malu. Udah Sama Miko malah ngejar-ngejar Jiy dulu. Tapi Alana tidak perduli dengan hubungan mereka. Karena baginya cinta tak terlalu penting. Meski dia juga suka dengan seseorang tapi iti hanya untuk isi hatinya yang kosong. Dan bukan berarti cinta bisa bisa merubah segelanya.


"Na, kamu diam lagi"tanya Cia. "Apa kamu mikirin Miko ya"goda Cia pada Alana.


"Gak kak"ucap Alana lirih.


"Beneran enggak, tu wajah kamu merah"ucap Alana semakin menggoda.


"Udah jangan ganggu Alana"bentak Joy yang dari tadi duduk di samping Alana.


"Siapa yang ganggu"gumam Cia kesal. "Lagian aku itu tanya Alana bukan tanya kamu"lanjutnya semakin kesal.


Joy hanya diam tak bisa menjawab apa-apa. "Gimana Na, kamu suka gak sama Miko?" tanya Cia.


"Gak kak, aku hanya anggap dia kakak. gak lebih dari itu. Lagian aku fokus dengan sekolah gak mikirin soal cinta."ucapnya .


"Tu dengerin, udah aku bilang kan, kalau dia itu gak suka. masih saja ngeyel."sambung Joy kesal.


"Terus kenapa kamu yang sewot, lagian kalau gak suka ya udah. kanapa kamu ikut-ikutan sih, nyebelin tahu gak"ucap Cia kesal ia kembali duduk semula tanpa menatap Joy dan Alana di belakang.


Cia sangat kesal dengan Joy, dia selalu cari gara-gara dengannya. gak pernah mau ngalah lagi. Padahal Cia itu kakanya, tapi sifatnya yang seperti itu membuat Cia semakin geram.


"Udahlah, kenapa jadi kalian marahan gitu sih" ucap Alana


"Salahin tu Lelaki di samping kamu"ucap Cia kesal.


"Kenapa aku, lagian kamu yang mulai duluan."Ucap Joy juga kesal.


"Kamu yang mulai duluan"bentak Cia.


"Kamu!!" Balas Joy keras.


"Kamu!!" Ucap Cia dengan tatapan tajam ke arah Joy. mata mereka saling tertuju seolah ada aliran listrik di antara mata mereka.


"Sudah, kalian apa-apaan sih, ayo ceoat turun udah sampai"ucap Alana, yang segera turun dari mobil. Dia yang ikut kesal dengan ulah nereka segera masuk ke halaman sekolah lebih dulu.


"Alana tunggu"panggil Joy mencoba mengehar Alana. Namun Cia menghalangi langkahnya.


"Kamu mau kemana?" tanya Cia, menatap sinis ke arah Joy.


Tak lama Miko berlari menghampiri Alana. dia syang semula sudah ebrada di parkiran rela keluar dari sekolahan lagi untuk menemani Alana masuk. Lagian tubuhnya juga masih terasa lemas.


"Hai Na!" sapa Miko bsrjaan di samping Alana.


"Hai juga kak"Jawabnya dengan senyum tipis kasnya.


seperti mimpi bagi Miko bisa melihat senyumnya lagi. apalagi dia jarang senyum kini dia semakin sering senyum dan lebih ramah tanpa nada cuek seperti biasanya saat ia sapa.


"Aww... " Alana memegang keoalanya yabg masih terasa pusing. Tubuhnya yang lunglai itu hampir saja jatuh, namun dengan sigap Miko memegang ke dua bahunya.


"Kamu gak apa-apa?" tanya Miko.


"Udah gak usah khawatir lagi kak, kalau akunsekolah berarti aku tidak apa-apa" ucap Alana.


"Ya sudah, aku bantu kamu jalan ya. Hati-hati"gumam Miko. memapah tubuh Alana berjalan menuju ke Kelasnya. semua anak-anak di sana menatap mereka bingung pada Alana. Gadis yang dulunya super duper cuek kini berjalan dengan lelaki.


Dan semua pada gak menyangka Alana Dengan Miko, lelaki yang di kenal playboy.


"Semua siswa lainnya menatap kita"ucap Alana yang hanya bisa menunduk malu.


"Biarkan saja, mereka hanya iri pada kita"Jawab Miko.